Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Artikel’ Category

Stunting atau kurangnya gizi pada anak menyebabkan kecerdasan menurun dan pada akhirnya akan merambah ke masalah kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah akan membuat terobosan untuk untuk memberantasnya.

Pentingnya informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat berkaitan dengan kesehatan, maka perlu upaya yang maksimal agar informasi itu bisa sampai ke masyarakat di kalangan bawah.

Stunting tidak hanya terjadi di kalangan orang miskin saja  namun bisa merambah ke orang-orang berduit, jika tidak memperhatikan gizi dengan baik.

Siapa saja bisa menyampaikan informasi itu ke masyarakat, namun perlu kerja ekstra keras agar info itu sampai. Jika hanya melibatkan dari pemerintah khususnya dinas kesehatan tentu butuh waktu lama dan biaya besar.

Maka diupayakan masyarakat ikut andil, terutama para ulama, para kyai, para ustadz. Lebih lebih seperti Ustadz Abdul Somad yang sudah terkenal dan sering sekali memberi tausiah di seluruh Indonesia dengan audien ratusan ribu jamaah. Inilah sebuah terobosan baru yan bisa ditempuh dengan melibatkan para ulama.

Lihat di blognya Abdul Somad  atau di facebook Abdul Somad

Silahkan baca mengenal stunting lebih jauh di sini.

 

  • Di: Artikel | Kultum
  • Komentar Dinonaktifkan pada Pemimpin Yang Amanah

Tugas kita sebagai seorang manusia di muka bumi ini ternyata sangatlah berat. Dikatakan bahwa manusia terkadang berlaku sombong karena merasa sedang memiliki kekuasaan , memilki jabatan penting yang memiliki segudang kewenangan. Jabatan yang sedang dipegangnya mungkin saja bukan merupakan kehendaknya untuk menduduki jabatan tersebut. Tetapi bisa saja atas kemauan mereka sendiri lantaran berkeinginan menduduki jabatan tersebut.

Banyak pejabat yang mempunyai jabatan penting dan setrategis karena kemauannya, artinya dengan segala macam cara berusaha agar bisa menduduki jabatan tersebut. Sikut kanan sikut kiri, sodok kanan sodok kiri, sogok sana sogok sini, suap sana suap sini.

Tetapi ketika berbicara di depan orang banyak, entah anak buahnya atau dihadapan teman temannya, atau atasanya dengan ringan lidahnya mengatakan : mendapat amanah. Namanya amanah itukan sebuah pemberian tanpa ada permintaan dari yang diberi. Dengan demikian jika mereka minta jabatan artinya jabatan itu bukanlah sebuah amanah.

Barangkali suatu saat anda diberikan sebuah amanah, jalankanlah dengan sebaik-baiknya, sekuat tenaga, semampunya, berbuat sebaik mungkin, berlaku adil terhadap anak buahnya, berbuat baik terhadap kerabatnya, jangan berbuat keji, membuat kemungkaran , membuat permusuhan sesama anak buahnya, sesama tema-temannya. Janganlah membuat peta konflik di dalam area kerjanya. Mengadu domba sesama anak buahnya dengan menjual nama salah satu temanya agar terjadi konflik. Dengan demikian dia akan mendapatkan keuntungan dengan adanya konflik tersebut. Tujuannya untuk mempertahankan kedudukannya.

Bisakah anda sebagai seorang pemimpin berbuat adil, menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya ?

Pertanyaannya seperti apakah ciri-ciri pemimpin yang tidak amanah itu?

Pemimpin yang tidak memenuhi syarat keahlian, yaitu sebagaimana syarat pemimpin yang disepakati ulama Islam, adalah: Islam, baligh dan berakal, lelaki, mampu (kafaah), merdeka atau bukan budak dan sehat indera dan anggota badannya.

Pemimpin yang tidak memiliki syarat keahlian pasti tidak amanah. Misalnya, seorang yang tidak sehat indera dan anggota badannya dan menjadi pemimpin sebuah negara atau bangsa. Ia bisa dipastikan tidak mampu menjalankan amanahnya karena faktor kesehatannya, kemudian dia juga tidak mampu melakukan tugas-tugas yang berat karena cacat sehingga akhirnya lebih banyak berbuat untuk dirinya sendiri daripada untuk rakyatnya.

Berikutnya pemimpin yang tidak amanah adalah mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya, tidak menegakkan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Ia juga tidak mengembangkan kekayaan negeri untuk kepentingan rakyatnya, tetapi untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya saja, bahkan bila perlu dengan mengorbankan rakyat dan negaranya.

Berikutnya pemimpin yang tidak amanah adalah berlaku zhalim. Pemimpin yang tidak amanah bersifat zhalim. Dia melaksanakan kepemimpinan itu bukan untuk melaksanakan amanah, melainkan untuk berkuasa dan memiliki segala kekayaan negeri sehingga dapat berbuat zhalim kepada rakyatnya. Yang dipikirkan adalah kekuasaannya dan fasilitas dari kekuasaan itu, tidak peduli rakyat menderita dan sengsara.

 

  • Di: Artikel | Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Awas Target Hasil UN 2013 Lulus 100 %

Ujian Nasional 2013 tinggal sebentar lagi, semua komponen bangsa yang terkait dengan pendidikan anak dari tingkat SD hingga SLTA dibuat sibuk dengan adanya UN model soal 20 variasi. Dari siswa, orang tua yang peduli dengan pendidikan anak-anaknya, guru, kepala sekolah, pejabat-pejabat dinas pendidikan, ataupun para kepala daerah sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Kesibukan yang dilakukan tersebut dilakukan agar hasil UN anak-anak tersebut mencapai target LULUS 100 %. Jika anak-anak lulus 100 %, itulah harapan terakhir selama mengenyam pendidikan di sekolah dengan predikat lulus. Bagaimana dengan guru? Guru juga berharap anak-anak didiknya bisa lulus semua sesuai dengan tingkat kegigihan masing-masing dalam belajar selama di bangku sekolah. Guru juga tidak “terlalu” senang dengan keberhasilan 100 % akibat tekanan dari berbagai pihak agar kelulusannya dibuat 100 %. Siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, usaha yang berbeda pula, tentu guru punya alas an tersendiri dengan ketidak “senang”annya tersebut.

Bagaimana pula dengan pejabat di dinas pendidikan terkait target kelulusan  harus 100 % ? Segala cara tentu akan ditempuh oleh pejabat di dinas agar kelulusan di wilayah kerjanya tidak jeblog. Bisa saja kepala sekolah ditekan agar kelulusan anak-anaknya bisa mencapai target paling tidak 100 %. Bagaimana jika tidak tercapai ?  Wow, bisa digeser jabatan kepseknya.

Jangankan hanya dinas ditingkat kabupaten/kota, kepala daerah tingkat II-nyapun bisa dibuat malu atau dimarah gubernur jika propinsi wilayah di bawah naungannya mendapat rangking terakhir se-Indonesia. Resiko terberat bisa dialami oleh para pejabat seperti kepala sekolah dan kepala dinas yaitu dicopot jabatannya jika hasil UN jeblog hingga rangking bawah.

Barangkali ada benarnya pemerintah dalam hal ini , Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Indonesia (BSNPI) Ujian Nasional 2013  dibuat lebih sulit. Langkah itu diambil untuk meningkatkan kualitas ujian dari tahun-tahun sebelumnya. Tingkat kesukarannya dibuat lebih sulit sehingga kredibilitas diharapkan menguat dari waktu ke waktu. Serta  syarat kelulusan Ujian Nasional adalah rata-rata nilai 5,5, dengan minimal nilai setiap pelajaran adalah 4,5.

Selain meningkatkan kesukaran soal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menambah varian soal Ujian Nasional. Jenis soal bisa mencapai 20 macam di seluruh Indonesia yang tahun lalu  kelas yang berisi 20 orang terdiri atas 5 jenis soal berbeda. Tahun ini dalam satu kelas terdiri atas 20 jenis soal yang berbeda. Itupun setiap soal dan lembar jawaban satu paket melekat dalam bendel disertai kode yang sulit dibaca dengan mata telanjang, karena menggunakan barcode. Dengan demikian siswa juga kesulitan bertanya kepada temannya kode soalnya sama atau tidak.

Bagi yang ingin bermain-main dengan target kelulusan 100 % di atas, tanpa mempersiapkan anak-anak didiknya dengan matang, tentunya sudah mempersiapkan trik-triknya agar bisa mencapai tujuannya. Kita tunggu saja hasilnya….

Tag:

 

QS. Ali Imron 110

QS. Ali Imron 110

QS Ali Imron ayat 110. ” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”.

Firman Allah SWT di atas merupakan pernyataan dari Allah SWT bahwa umat Muhammad s.a.w., yakni kaum muslimin, sebagai umat yang terbaik di antara umat manusia di muka bumi. Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip sebuah hadits dari Bahz bin Hakim bahwa tatkala membaca ayat ini Rasulullah s.a.w. bersabda:

 “Kalian adalah penyempurna dari 70 umat, kalian yang terbaik di antara mereka dan termulia di sisi Allah ‘Azza wa Jalla” (Hadits Riwayat at-Tirmidzi).

Berkaitan dengan kondisi bangsa  Indonesia yang terpuruk sekarang ini, ada yang bertanya masih adakah diantara rakyat bangsa ini masuk ke golongan umat yang senantiasa menegakkan kebenaran, mengajak kepada orang lain berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran?

Tag:
  • Di: Amal | Artikel | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Apa Kabar Bapak Ibumu?

Assalamu’alaikum Wr. Wb  Bagaimana kabarnya Bapak Ibu hari ini? Apakah Bapak Ibu sehat semua hari ini? Ini sebuah contoh sebuah pertanyaan melalui Hp.

Inilah sebuah pertanyaan sederhana yang ditanyakan kepada Bapak Ibu  kita, barangkali tempat kita tinggal tidak satu rumah. Barangkali tempat kita tinggal berjauhan dengan rumah tinggal ke dua orang tua kita karena masing-masing anak-anaknya sudah berkeluarga, bekerja di tempat yang jauh. Kita sebagai anak tidak bisa setiap hari bertemu, tidak setiap saat dapat membantu kerepotan kedua orang tua kita.

Sebagai anak kita diwajibkan untuk berbakti kepada kedua orang tua kita dimanapun kita berada. Apabila kita tidak berbakti kepadanya maka kita sebagai anak dikatakan durhaka. Apakah kita mau jadi anak durhaka? Tentu tidak !

Namun, siapa yang dapat menafikan kebenaran ayat Allah dan hadist Rasulullah SAW yang menyimpulkan bahawa termasuk dosa besar yang kedua setelah syirik ialah apabila seseorang melupakan tanggungjawab menjaga kedua orang tua.

Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu.” (Surah Al-Isra’ ayat 23)

Rasulullah SAW lebih jelas menegaskan mengenai dosa besar ini di dalam sabdanya yang artinya : Mahukah kamu aku khabarkan tentang dosa besar? Kami (sahabat menjawab: Ya, tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Ada tiga, iaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua ibu bapa dan ucapan dusta dan kesaksian dusta, Baginda mengulanginya berkali-kali sehingga kami berkata mudah-mudahan baginda diam.” a33; (Hadis riwayat Imam Al-Bukhari)

Semua anak mengaku mereka sudah memenuhi hak kedua ibu bapaknya walaupun hati tak kangen, sedih sedangkan  usia mereka  sudah tua. Rasa sedih dirasa ketika kedua Bapak Ibu nya telah tiada, sedangkan dahulunya merasa belum berbuat apa-apa terhadap mereka.

Padahal keutamaan berbakti kepada orang tua melebihi pahala jihad fisabilillah seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas’ud beliau berkata: “Saya bertanya kepada Nabi SAW. “Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Baginda bersabda: “Solat pada waktunya, saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berbuat baik kepada kedua orang tua. Saya bertanya: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjihad di jalan Allah.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya kasih sayang yang paling ikhlas tanpa syarat hanyalah kasih sayang Bapak Ibu. Anak yang salih dituntut untuk membalas jasa mereka dengan adab dan akhlak yang baik. Kadang-kadang seulas senyuman dan kata-kata yang lembut lebih berharga daripada harta benda segunung banyaknya.

Mudah-mudahan kita bisa menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua (Bapak Ibu) , dan selalu mendo’akannya. Amin.


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.832.394 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat