Marhenyantoz's Blog

Kebijakan Sentralisasi Guru

Posted on: 03/03/2012

  • In: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kebijakan Sentralisasi Guru

Kebijakan sentralisasi maupun desentralisasi guru memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun di kebanyakan daerah, sentralisasi guru menjadi kebutuhan, untuk mencapai pemerataan distribusi guru, terutama di daerah. Demikian yang terungkap saat jumpa pers yang dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Suyanto pada hari terakhir Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2012, di Bojongsari, Depok, Selasa (28/02) siang.

Suyanto didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohannes Mau, serta Kepala Bidang Program Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Irianto.

James mengatakan, di Papua masih terdapat kekurangan jumlah guru, sehingga membutuhkan campur tangan pemerintah pusat untuk mencapai pemerataan, salah satunya melalui sentralisasi. “Tapi kalau guru ditarik ke pusat, kebutuhan-kebutuhan daerah secara lokal ini tidak bisa dipenuhi juga,” ujarnya.

James menjelaskan, Papua memiliki guru-guru khusus yang diperuntukkan mengajar di daerah-daerah terpencil, dengan spesialisasi khusus dan tujuan khusus pula, sesuai kebutuhan lokal tiap daerah.

Adapun Yohannes Mau, mengatakan, perlu dilakukan diskusi yang mendalam mengenai rencana penarikan guru yang menjadi kewenangan pusat. “Karena kami akan berhadapan dengan berbagai persoalan,” katanya. Salah satunya adalah anggaran. Mutasi guru akan menyebabkan terjadinya perubahan anggaran.

Selain itu juga, teknis di lapangan juga harus dipertimbangkan. “Misalnya, bagaimana guru pindah. Kalau antarprovinsi no problem, tapi bagaimana pindah guru dari satu kabupaten yang berdekatan. Ini perlu dibicarakan mekanisme terbaik, sehingga pada saat pelaksanaan tidak berbenturan dengan persoalan di lapangan,” tutur Yohannes.

Ia menuturkan, di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), kekurangan guru justru menjadi persoalan utama. Karena itu dibutuhkan diskusi bersama untuk menemukan solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan guru. “Karena persoalannya sangat kasuistis di beberapa daerah tertentu sehingga perlu didiskusikan lebih matang, perlu dikaji”.

Hal senada juga dikatakan Bambang Irianto. Di Yogyakarta pun belum tercapai pemerataan distribusi guru. Ada beberapa kabupaten yang kurang guru, namun di beberapa kabupaten lain berlebihan. “Sehingga kalau dikelola pusat atau minimal provinsi, lebih mudah untuk mengatur itu,” katanya.

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak semudah itu mengubah kebijakan dari desentralisasi menjadi sentralisasi. Semua membutuhkan proses dan kajian yang lebih mendalam. Untuk sementara, salah satu solusi yang sudah dilakukan adalah penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.

SKB tersebut mengatur tentang distribusi guru. Jika terdapat kelebihan atau kekurangan guru di tingkat provinsi, maka gubernur punya kewenangan untuk mendistribusikan guru antarkabupaten.

Sumber : Kemdiknas

Iklan

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,319,198 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: