Marhenyantoz's Blog

PLTN, mengapa takut ?

Posted on: 19/03/2011

  • In: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada PLTN, mengapa takut ?

Setelah terjadinya gempa dan tsunami Jepang (11 maret 2011) yang  telah menghancur luluh lantakkan Negara Jepang, serta timbul korban jiwa sekitar 18.000 orang meninggal dan hilang. Demikian juga timbul kerusakan reactor nuklir jepang Fukhusima, menjadi korban keganasan alam. Kompleks PLTN Fukushima Daiichi mempunyai enam buah PLTN, yaitu PLTN unit 1 – 6, yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Company. PLTN unit 4, 5 dan 6 sedang dalam kondisi perawatan, sedangkan PLTN unit 1, 2 dan 3 sedang beroperasi normal. Pemerintah Jepang terus mengusahakan agar dampak kerusakan PLTN nya tidak makin parah, dengan terus mendinginkan reactor, mengevakuasi warga yang berdekatan dengan reactor agar tidak terpapar radiasi. Jarak aman paparan radiasi bisa mencapai 30 km dari pusat sumber radiasi.

Dengan kondisi reactor seperti sekarang ini, informasi meledaknya PLTN  Jepang ini menyebar sampai ke masyarakat Indonesia, sehingga banyak kekhawatiran bagi sebagian warga Indonesia yang ada rencana pemerintah membangun PLTN.  Kasus kebocoran atau ledakan yang terjadi di dunia dari 430-an  reaktor, yang meledak baru Cernobil Rusia, serta Jepang, tidak lebih dari 10 kasus. Seperti rencana semula di Jepara Jawa Tengah, ditolak warga. Kemuadian ada rencana  akan dibangun di Desa Permis Toboali, ibu kota Bangka Selatan. Masyarakatnya juga menunggu kepastian jadi tidaknya pembangunan PLTN.

Jika dilihat asas manfaatnya, tentu besar sekali untuk mengatasi pengadaan listrik yang makin meningkat. Sedangkan bahan bakar seperti minyak dan batubara makin menipis. Perbandingannya  1 kg bahan  atom (Uranium) akan menghasilkan listrik setara dengan membakar 3000 ton batubara. Walaupun sumber energy listrik Indonesia cukup besar seperti panas bumi bisa mencapai 27 gigawatt, panas matahari , air, angin dan energy alternative lainnya belum tergarap.   Masalahnya adalah Indonesia tidak ada dana untuk membangunnya.

Indonesia sebenarnya sudah mempunyai reactor nuklir walapun dalam skala kecil. Seperti di Babarsari, Sleman Yogya RA Kartini (1979 Peresmian mulai beroperasinya Reaktor Kartini dengan daya 100 kW),  Bandung(1965 Peresmian Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pengoperasian Reaktor Triga Mark II berdaya 250 kW oleh Presiden RI serta Perubahan nama Lembaga Tenaga Atom menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dan 1971 Reaktor Triga Mark II Bandung mencapai kritis pada daya 1 MW, dan di Serpong(1987 Peresmian pengoperasian Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy dengan daya 30 MW) . Sementara kegunaanya bukan hanya pembangkit listrik saja , namun untuk pendidikan , pelatihan,dan  penelitian. Selama ini masyarakat di sekitar PLTN di tiga tempat tersebut nyaman-nyaman saja.

Soal tempat pembangunan, sebagian masyarakat Indonesia belum dapat menerima keinginan pemerintah membangun PLTN. Bisa saja pemerintah menggunakan satu pulau dari 17.000 pulau. Namun demikian dari segi efektifitas tentu tidak efektif karena jauh dari konsumen dll, keuntungannya masyarakat akan lebih aman , tanpa minta persetujuan masyarakat di pulau itu, karena pulaunya kosong, seperti disyaratkan badan atom internasional.

Sebagai pusat informasi mengenai nuklir di Indonesia bisa mengakses di BATAN serta Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional

Jika anda masih belum puas silahkan baca Tanya Jawab masalah PLTN, masalah Reaktor , masalah  Radiasi, masalah BATAN,

Rakyat Indonesia Jangan Paranoid dengan PLTN

(ANTARA News) – Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan masyarakat tidak perlu paranoid dengan rencana pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“PLTN ini perlu kita siapkan karena nanti energi fosil yang kita gunakan untuk pembangkit listrik akan habis,” kata Gusti usai membuka Rapar Koordinasi Regional (Rakoreg) Jawa di Yogyakarta, Senin.

Teknologi Nuklir Relatif Aman, seperti disampaikan TIM UGM yang dilansir kompas.com, kebutuhan listrik Indonesia sampai 2025 sebesar 100.000 megawatt.

Indonesia harus harus mencari alternatif sumber energi lain untuk dikelola dalam rangka memenui kebutuhan listrik yang cukup besar.

Jika mengandalkan sumber energi di luar nuklir, pemenuhan kebutuhan tersebut akan sulit dipenuhi. Hanan Widiarto menuturkan, secara teoretis, Indonesia memiliki potensi energi geotermal sebesar 27.000 megawatt.

Namun, jika direalisasikan, maka kemungkinan yang diperoleh hanya 9.000 megawatt. Untuk sumber energi hidro, Indonesia memiliki potensi sekitar 30.000 megawatt. Namun jika direalisasikan, sumber ini kemungkinan hanya akan menghasilkan energi setara 10.000 megawatt.

Sementara itu, jika memanfaatkan energi matahari, selain mahal dalam hal investasi, dibutuhkan sel surya seluas 20 kilometer persegi untuk memperoleh energi sebesar 1.000 megawatt.

Jika yang akan dikembangkan adalah bioenergi, maka untuk mendapatkan energi sebesar 1.000 megawaat setidaknya dibutuhkan lahan untuk penanaman bahan baku seluas 300 kilometer persegi.

Lain halnya jika kita memanfaatkan teknologi nuklir. Untuk memperoleh energi sebesar 1.000 megawatt, cukup dibutuhkan 1 unit reaktor nuklir. “Teknologinya sudah ada. Indonesia memiliki banyak pakar nuklir. Bahan baku juga melimpah. Yang dibutuhkan adalah sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat tentang bagaimana hidup berdampingan dengan nuklir,” kata Hanan Widirto.

Berita Terkait :

Indonesia Sudah Siap dengan Nuklir?

Iklan

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,453,969 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: