Marhenyantoz's Blog

Arogansi

Mungkinkah Akan Terjadi Perang Agama di Bogor?

Walikota Bogor Diani Budiarto mendapatkan tekanan agar segera memberikan izin mendirikan bangunan (IMB), bagi Gereja Yasmin, di Bogor. Tekanan datang dari partai-partai politik, terutama Golkar, melalui Ketua Golkar, Ade Komaruddin, agar segera melaksanakan keputusan Mahkamah Agung, yang memenangkan perkara gugatan dari Gereja Yasmin.

Berdasarkan izin itu sekarang pihak Gereja Yasmin bersikeras segera membangun Gereja Yasmin, yang ditolak masyarakat di sekitarnya. Tidak mungkin Gereja berdiri di mana penduduk di sekitarnya bukan pemeluk Kristen/Katolik, dan melanggar SKB Tiga Menteri, yang mensyaratkan dukungan masyarakat sekitarnya.

Ditambah, proses keluarnya izin mendirikan bangunan Gereja Yasmin itu, tak lain hasil manipulasi tanda tangan penduduk sekitarnya. Orang yang mengkoordinir tangan itupun sudah mengakui. Inilah sebuah realitas pembangunan Gereja Yasmin.

Kalau fihak Gereja Yasmin tetap ingin mendirikan gereja di daerah itu, tak dapat dihindarkan lagi akan terjadi konflik “perang” antar agama. Apalagi, sekarang mendia-media sekuler, menggunakan opini menekan walikota Bogor.

Inilah Kronologi Penolakan Pembangunan Geraja di RT 08/Rw 08 Taman Yasmin Bogor.
Tahun 2002 – 2006.

Sejak tahun 2002 sampai sekarang tahun 2006 pihak panitia pembangunan Gereja menemui ketua RT setempat ( Bp. Muchtar AM ) untuk meminta izin pembangunan Gereja ( kurang lebih 5 Kali kunjungan ), namun selalu ditolak oleh Ketua RT dengan alasan sebagi berikut :

Bahwa mayoritas masyarakat diwilayah kami adalah Muslim dan mengacu kepada SKB 2 menteri ( yang lama)
Untuk menghindari konflik horizontal di masyarakat

15 Januari 2006

Pada tanggal 15 Januari 2006 diadakan pertemuan di kantor Kel Curug Mekar dari kelurahan dengan No. 005/007-CUMEK Tanggal 14 Januari 2006 dalam pertemuan itu juga warga RT 08/08 menolak pembangunan gereja tersebut melalui surat yang di sampaikan langsung ke lurah oleh Ketua RT setempat. Tapi ternyata surat tersebut tidah disertakan dalam pengajuan izin ke PEMKOT.

Januari – Februari 2007

Sekitar Januari – Februari 2007, pihak gereja memulai kagiatan pembangunan berdasarkan IMB yang dikeluarkan oleh PEMKOT Bogor. Masyarakat setempat mulai resah dan menyalurkan aspirasinya melalui Ormas – ormas Islam.

Maret 2007

Sekitar bulan Maret 2007, anggota DPRD Kota Bogor, meninjau lapangandan mengadakan dialog dengan pihak gereja dan Ketua RT setempat. Terakhir diputuskan untuk sementara kegiatan pembangunan gereja dihentikan dan pembangunan dinyatakan “STATUS QUO”

April 2007

Bulan April 2007, pihak gereja melaksanakan kegiatan pembangunan lagi, kemudian ditegur oleh Ketua RT setempat dengan surat bernomer : 148/17/RT-08/IV/2007 tanggal 30 April 2007.

Pihak gereja tetap melaksanakan kegiatan pembangunan, sehingga memancing timbulnya demontrasi – demontrasi warga muslim se Kota Bogor dan di expose oleh koran Radar Bogor. Serta melakukan lobby – lobby ke DPRD Kota Bogor.

Februari 2008

Forum warga Curug Mekar membuat surat permohonan pembatalan IMB pembangunan gereja ke Dinas Tata Kota PEMKOT Bogor.

14 Februari 2008

Dinas Tata Kota mengeluarkan surat pembekuan IMB pembangunan gereja.

4 September 2008

Adanya putusan PTUN Bandung bahwa Pemkot khususnya DTKP dikalahkan dalam hal Pembekuan IMB. Pada tgl yg sama akhirnya Pemkot Banding atas Putusan PTUN Bandung
9 September 2008

Pemberitahuan Pernyataan Banding oleh Pemkot/DTKP

30 Oktober 2008

Memori Banding

3 November 2008

Pernyataan Memori Banding

2 Februari 2009

Putusan atas Banding Pemkot yg tanpa dihadiri oleh kuasa hukum pembanding/Pemkot yaitu kalahnya Pemkot/DTKP.

25 Februari 2009

Kasasi yg diajukan oleh Pemkot tidak memenuhi syarat Formal dan ditolak oleh MA karena yg menjadi Obyek gugatan adalah merupakan Keputusan Pejabat Daerah

Maret 2009

Sekitar Maret 2009 terjadi lagi kegiatan pembangunan gereja, kemudian di demo oleh warga muslim se-Curug Mekar yang mengakibatkan terjadinya pemasangan spanduk PENOLAKAN WARGA dan penutupan akses ke area pembangunan gereja.

25 April 2009

Terjadi demo dilokasi pembangunan Gereja untuk menghalau pekerja yg sedang melanjutkan pekerjaan gereja dan akan dilaksanakan pengecoran kembali mk warga demo agar pekerja menghentikan pekerjaannya dan kebetulan disana ada panitia pemb gereja dgn lawyernya dan aparat kelurahan, koramil dan polisi sudah ada dilokasi bedeng tsb.dan akhirnya dilaporkannya Hari Djunaedi oleh Ujang Sujai dengan pasal 335 KUHP.

15 Mei 2009

Mulai mencari data kebenaran sesuai data yg tertera dalan FORMAT TIDAK KEBERATAN , DAN AKHIRNYA DIKETEMUKAN , DATA YANG TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAANNYA. Beberapa orang menyatakan tidak pernah menandatangani pernyataan data seperti format tersebut, bahkan ada juga yang merasa tidak hadir dalam pertemuan dikelurahan/sosialisasi itupun dalam lembaran daftar hadir dan tanda tangan penerimaan uang sebagai pengganti uang transport

Rabu, 20 Januari 2010.

Warga Curug Mekar sepakat untuk membentuk suatu wadah agar mudah melakukan koordinasi antar warga, agar tidak terjadi adanya suatu tindakan yang terkendali oleh warga dengan adanya kegiatan pembangunan gereja GKI ini dengan mendirikan FORKAMI yang Pembina, Penasehat, Pengurus dan anggotanya adalah Warga Bogor dan khususnya warga Curug Mekar pada tanggal 20 Februari 2010 di Masjid Al Falaah, Sektor 6 Taman Yasmin.

Sabtu, 30 Januari 2010.

Forkami menemukan dan melaporkan adanya indikasi pemalsuan tanda tangan warga yang digunakan sebagai syarat pembuatan IMB Gereja GKI Yasmin ke POLRESTA dengan membawa 7 orang saksi yaitu M Ajuk, M Sholeh, Kornelis Abdullah, Maulana, Yanto,Munir dan Aming dengan diantar oleh sekitar 150 orang dengan laporan nomor: STBL/106/I/2010/SPK tertanggal 30 Januari 2010 jam 14.54 WIB.Pelapor M Ajuk melaporkan Ketua Panitia pembangunan Gereja GKI yaitu Thomas Wadudara.

Kamis, 4 Februari 2010.

Warga kita yang bernama Hari Junaedi dijadikan tersangka karena laporan dari pihak gereja dan sa’at itu melaporkan indikasi pemalsuan tanda tangan warga atas nama Haris Fadilah dan Idrus tertera pada tanggal 8 Januari 2006, mereka merasa tidak pernah tanda tangan.

Selasa, 9 Februari 2010.

Warga datang ke POLRESTA untuk klarifikasi indikasi pemalsuan tanda tangan warga yang dipalsukan untuk dicocokkan dengan data dari DTKP tetapi ternyata DTKP tidak bisa menunjukkan data aslinya ditunggu hingga pukul 14.00. Karena itu hari ini juga Forkami langsung ke PEMKOT untuk meminta pertanggungjawabannya atas semua ini dan akhirnya warga bisa minta PEMKOT untuk mengusut secara tegas.

Kamis, 11 Februari 2010.

Pertemuan dengan pihak PEMKOT yang menghasilkan kesanggupan PEMKOT untuk membatalkan IMB Gereja GKI Yasmin.

Jum’at, 12 Februari 2010.

Semula hari ini adalah janji PEMKOT untuk langsung akan mencabut IMB Gereja GKI Taman Yasmin, tetapi karna FORKAMI tidak mau pencabutan IMB ini tanpa sesuai dengan prosedur yang berlaku. Akhirnya FORKAMI minta pembatalan ini sesuai tahapan- tahapan yang berlaku atau sesuai dengan perda.

Senin, 15 — 20 Februari 2010

Tahapan peneguran/peringatan dilapangan dilakukan oleh Satpol PP, musyawarah dan pemanggilan pihak gereja dg FKUB dimotori oleh pemkot sedang berjalan.

Senin, 22 Februari 2010

Menghadiri undangan :Pihak Pemkot Mengundang FORKAMI, FKUB, DEPAG DAN GEREJA UNTUK MENEYELESAIKAN PERMASALAHAN DAN MENCABUT IMB YANG BERMASALAH…Ternyata pihak gereja gak datang…takut kali… Pengaduan kita lanjutkan ke DPRD dan diterima oleh Ketua Komisi D Bp Najamudin.

Selasa, 23 Februari 2010

Pihak gereja ternyata sudah mempersiapkan baja ringan yg sedang dirangkai untuk dipasang, kami segera datang jam 10 pagi, melarang pembangunan dan segera dihentikan akhirnya kami cekcok mulut dg pemborong (Bp SAWI) yang dulu perjanjiannya hanya membangun tembok depan, ternyata dia diam2 melanjutkan pembangunannya kedalam..akhirnya kami telpon Satpol PP yang hadir Bapak Bugi Setyono dengan anggotanya sekitar 10-12 orang membawa barang bukti baja ringan yg mungkin bisa dibawa, karena cekcok mulut akhirnya Thomas Wadudara hadir sebagai Pimpro untuk menghentikan kerja.

Padahal Pada hasil rapat Tanggapan Bp Sekda pada point ke 3, Pemkot di TUN kalah, sa’at ini naik PK namun sampai sekarang belum turun hasilnya. Selama proses hukum berjalan dan belum ada keputusan tidak boleh ada kegiatan-kegiatan apapun di lapangan. Dari kejadian disini maka dikenainya pasal

Rabu, 24 Februari 2010

Pihak pemborong tetap saja melakukan pekerjaannya meskipun sudah dinasehati oleh Satpol PP hari yang lalu (selasa)..kami tidak tahu selanjutnya… katanya pihak Satpol PP akan datang ternyata kami tunggu bertiga(Susmanto,Aziez sos, Nana) untuk membuktikannya gak datang juga sampai jam 15.15 karena kami harus kehujanan didepan Giants..akhirnya kami pulang dengan harapan kosong. Sa’at itu P’Iman sedang rapat dengan jajaran Kapolresta dan Irjen Polisi Bp Dasrul di kapolresta.

Senin 1 Maret 2010

Sa’at ini adalah sa’at yang di nanti oleh warga , dengan dikeluarkannya surat rekomendasi no. 503 /367-Huk untuk pembatalan surat rekomendasi yg telah dikeluarkan tgl 15 Pebruari 2006 maka secara otomatis rekomendasi sebelumnyasudah tidak berlaku lagi artinya keputusan terhadap isi dari segalanya batal secara hukum untuk rekomendasi dan imb yang telah dikeluarkan.

Kamis 11 Maret 2010

Sebelas Maret adalah kejadian seperti SUPER SEMAR dimana waktu segala kepemimpinan beralih, sedangkan sebelas maret 2010 dibogor terjadinya penyegelan aktivitas gereja mulai diberhentikannya kegiatan pembangunan, dan harapan warga untuk selamanya……aminnn.Pada saat itu terjadi pertengkaran antara Pihak GKI, Pol PP dan Forkami dan adanya pengancaman dengan menggunakan clurit oleh Holiyanto yaitu premannya Gereja dan terkena pasal UU Darurat.

Kamis, 18 Maret 2010

Baru dipasang satu minggu tiba-tiba segel hilang/ lepas/ copot entah kemana dan ditanyakan lagsung ke pihak Pemkot tidak ada perintah langsung baik dari jajaran pemkot maupun Kasat pol PP. Timbulah kerurigaan warga adanya oknum yg ingin membuat masalah jadi ricuh. Pihak satpol PP berencana untuk measang lagi dalam waktu dekat ini dan atas dasar informasi dari Kasat Pol PP untuk pelaksanaan pekerjaan pembongkaran 3 X 7 hari, berarti kita menunggu hingga paling cepat sampai 2 April 2010 untuk pelaksanaannya

Sabtu, 20 Maret 2010

Alhamdulillah akhirnya segel terpasang lagi dan masyarakat mulai percaya lagi dg kerja pemkot/satpol pp.

Rabu, 24 maret 2010

Masyarakat dan perwakilan FORKAMI sesuai surat sebelumnya pengajuan unntuk bertemu Walikota..ternyata kita ditemukan oleh Kesbang, Satpol PP dan Tapem. Intinya meminta kepastian pembatalan rekomendasi sehubungan dengan pembatalan IMB gerej adan pembongkaran bangunan sementara yang ada dilokasi..penjelasan dapat dilihat hasil rapat dan pertemuan dengan mereka.

Kamis, 25 Maret 2010

Forkami dan warga mengajukan 3 saksi ke polresta atas tuduhan pemalsuan data yang diajukan oleh panitia gereja, ternyata tanda tangan yang diminta rencananya untuk persetujuan pembangunan hermina, namun setelah ditelusuri kepihak yg memberi tanda tangan dimajukan untuk persetujuan pembangunan gereja. Inilah yg membuat warga marah dan menuntut yang mencantumkan tanda tangan tersebut saksi saksi mengatakan awal permintaan tanda tangan dilakukan oleh Ketua RT Bp Munir Karta.
Sabtu, 27 Maret 2010

Warga akhirnya membawa Bp Munir ke polresta klarifikasi dengan data yang diberikan ke polresta tersebut. Namun setelah sekian lama BAP berjalan terlihat pak Munir, bicara tidak Fokus dan tidak jelas alias ngelantur atas permintaan pengacara akhirnya BAP dibatalkan sementara akan diajukan bila P Munir kondisinya sudah lebih baik dengan masa waktu seminggu.

Kamis 1 April 2010.

Bapak munir, akhirnya memberi keterangan dan kesaksiannya sesuai apa yang dilaporkan oleh 3 saksi dan dia juga mengatakan bahwa tanda tangan yg didapat dari warganya, waktu itu untuk hermina sebenarnya untuk persetujuan pembangunan gereja atas dasar perintah dari panitia yaitu Bp Suntawijaya untuk mencari 8 sampai 10 orang tanda tangan..termasuk yg ikut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Sabtu, 3 April 2010

Atas permintaan penyidik untuk mengajukan lagi 2 saksi yang bernama Ahmad bin Isa dan Dian ( Mardian S ) untuk memberikan kesaksiannya sesuai apa yg disampaikan 3 orang saksi sebelumnya.

Rabu, 7 April 2010

Atas informasi penyidik untuk membawa saksi-saksi kasus kejadian 12 januari 2006, yang didatangi langsung oleh Lurah, Babinkamtibmas, LPM dan wakilnya.

Kamis, 8 April 2010

Klarifikasi PK ke PTUN Bandung

Sampai dengan saat ini yang turut memalsukan surat belum jg berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan yaitu :

Lurah Agus Ateng yaitu mantan Lurah Curug Mekar yang mendatangi warganya untuk meminta tanda tangan daftar hadir sosialisasi pendirian Gereja GKI Yasmin yg tertanggal 12 Januari 2006 dengan memberi uang ke masing masing orang sebanyak 7 orang sebesar Rp. 100 Rb dan ternyata tanda tangan tersebut digunakan untuk syarat pendirian gereja yaitu menjadi daftar tidak keberatan adanya pendirian Gereja sampai dgn saat ini berkas perkaranya belum dilimpahkan ke kejaksaan dengan alasan masih ada yg hrs dilengkapi kata Polisi.

Marjuki adalah warga Cijahe yang mengumpulkan tanda tangan warga dengan berbagai alasan dan ada juga yang ditulis sendiri oleh Marjuki tanpa konfirmasi ke orang yang namanya tersebut di daftar itu. Data tersebut akhirnya digunakan juga untuk syarat pendirian gereja yang tertanggal 8 Januari 2006, namun sampai dgn saat ini berkasnya belum dilimpahkan ke kejaksaan dikarenakan data aslinya tidak diketemukan oleh pihak Kepolisian.

Sabtu, 10 April 2010.

Pihak Gereja membuang segel yg telah dipasang oleh Poll PP karena ketika penyegelan 11 Maret 2010, pintunya belum digembok maka pada pihak gereja memasukkan meja dan kursi yg akan digunakan untuk misa di hari minggunya. Forkami mendatangi Kasat Pol PP dan minta disegel ulang dan digembok yang akhirnya dilaksanakan oleh Pol PP dan saat itulah Kasat Pol PP Bambang Budianto SH dan Sesdakot Bambang Gunawan S SH Msi dan Ir Alan T dilaporkan ke Polresta oleh Thomas dengan Pasal 175 KUHP yaitu menghalang halangi beribadah.

2 Mei 2010

Jemaat GKI mengadakan misa di depan gereja

3 Mei 2010.

Pak Ahmad Iman diperiksa terkait dengan pengrusakan Bedeng dan pagar di lokasi gereja dan dijadikan tersangka pasal 170 KUHP

9 Mei 2010.

Jemaat GKI mengadakan misa di depan gereja

16 Mei 2010

Jemaat gereja GKI melakukan misa di bahu jalan atau trotoar di depan gereja GKI Tm Yasmin dan selalu dilakukan setiap 2 minggu sekali.

24 Mei 2010.

Forkami bersama TPM ke Komnasham yaitu klarifikasi keberadaan Jayadi Damanik yg mengaku staff ahli komnasham dll

27 Mei 2010.

Munir tidak mau lagi didampingi oleh lawyer yg diberikan oleh forkami yaitu Pak Thamrin dan P Thamrin diadukan oleh munir ke Polresta bahwa memalsukan tanda tangan Munir Karta dan munir karta ingin mencabut BAP nya dikarenakan apa yang tertuang di BAP Munir Karta krn hasil intimidasi yang dilakukan oleh Agus dan Ayu.

9 Juni 2010.

Gelar perkara ke Polda Jabar

24 Juni 2010.

Mendatangi dan mengirim surat Permohonan keadilan terkait PK yang diajukan oleh Pemkot Bogor, agar PK ditangguhkan terlebih dahulu karena terjadi indikasi kejahatan yaitu pemalsuan surat.

20 Juli 2010.

Berkas Perkara hari Djunaedi pasal 335 KUHP dilimpahkan ke Kejaksaan dan tidak ditahan

3 Agustus 2010.

Berkas Perkara Pemalsuan Surat Munir Karta Pasal 263 KUHP dilimpahkan ke Kejaksaan dan tidak ditahan.

12 Agustus 2010

Kasus Hari Djunaedi disidangkan di Pengadilan negeri Bogor dgn JPU M Fatria SH dan Suwoko Hadi SH dan didampingi oleh penasehat Hukum dari TPM yaitu M Sahal Cs, Sholeh Amin dan M Thamrin.Agenda Sidang adalah pembacaan Dakwaan.

19 Agustus 2010.

Sidang ke II Kasus Hari Djunaedi dgn Agenda Pembacaan Eksepsi oleh Penasehat hukum M Sahal Cs, Sholeh Amin dan Thamrin.
25 Agustus 2010

Sidang I kasus Munir Karta

26 Agustus 2010.

Sidang ke III Kasus Hari Djunaedi yaitu Pembacaan jawaban Eksepsi oleh JPU Suwoko.

27 Agustus 2010.

Pol PP melepas Segel Gereja GKI Yasmin dan pada hari itu juga para panitia pembangunan gereja dan lawyernya memasuki areal gereja GKI. Warga minta ke Walikota,Sesdakot,Astapraja,Kapolresta untuk segera memerintahkan Kasat Pol PP untuk memasang kembali segel tersebut.

28 Agustus 2010.

Akhirnya jam 22.35 Pol PP dikawal Satuan Polisi memasang kembali Segel di lokasi GKI Taman Yasmin.

1 September 2010.

Sidang Munir karta(Muslim yg memihak gereja)

21 Oktober 2010.
Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pemeriksaan dari BAP Polisi yaitu
28 Oktober 2010.

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pemeriksaan dari BAP Polisi yaitu Hudri Hamdi, Admiral, Muchtar AM, Syafei dan Seklur Sahdi

04 November 2010.

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pemeriksaan Saksi Meringankan terdakwa yaitu permintaan oleh Penasehat Hukum adalah Mariadi Adong, Ahmad Santika dan Abdul Halim.

02 Desember 2010

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pembacaan Tuntutan JPU

09 Desember 2010.

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pembacaan Pembelaan/Pledoi oleh Hari Djunaedi dan Oleh Penasehat Hukum.

16 Desember 2010.

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pembacaan Replik oleh Jaksa Penuntut Umum.

19 Desember 2010.

Ketika jemaat GKI melakukan MISA minggu pagi ditrotoar, datanglah sekelompok rombongan dari Jakarta yang dipimpin oleh Bondan Gunawan dan eva savitri anggota DPR PDIP membongkar Segel dengan paksa tanpa ijin dari Satpol PP ataupun Pemkot.

20 Desember 2010.

Dengan tekanan dari warga baik demo ke PEMKOT maupun ke MACO Pol PP dan kembali lagi ke PEMKOT akhirnya jam 18.00 Segel dipasang kembali oleh Pol PP dengan dikawal oleh anggota Polisi.
23 Desember 2010.

Sidang Kasus Hari Djunaedi dengan Agenda Pembacaan Duplik atas Replik dari Jaksa Penuntut Umum Oleh Hari Djunaedi dan Penasehat Hukum Team TPM.

25 Desember 2010.

Pihak Jemaat Gereja GKI memaksa mengadakan MISA di depan Lokasi akan dibangunnya Gereja GKI Yasmin/ ditrotoar yang dilakukan mulai jam 17.00 yaitu dengan mendirikan tenda dan kemudian MISA yang telah dihalau oleh ratusan warga tetapi aparat tetap saja tidak tegas termasuk MUSPIDA tetap saja membiarkan mereka MISA di tempat itu. Itulah ketidaktegasan aparat.

26 Desember 2010.

Dari mulai subuh aparat Kepolisian dan Brimob serta satpol PP mensterilkan Lokasi tersebut karena Jemaat GKI tetap memaksa akan melakukan Misa Minggu Pagi seperti yang biasa mereka lakukan di setiap Minggu pagi.

Warga berkumpul ratusan untuk meyakinkan bahwa tidak akan digunakan untuk Misa lagi. Mereka itu tidak bosan- bosannya melanggar perda dan instruksi Gubernur Jawa Barat yaitu beribadat di pingir jalan/trotoar di setiap minggu pagi dengan penjagaan ketat oleh anggota Polsek dan Polresta. (mak)

http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/mungkinkah-akan-terjadi-perang-agama-di-bogor.htm

Ulama Cirebon: Ummat Harus Bersatu Hadapi Arogansi Kristen

Jumat, 11/11/2011 14:11 WIB
Ketua MUI Kota Cirebon, KH Sholihin Uzer, dalam acara Kerukunan Internal Ummat Beragama (25/10/2011) di Gedung Islamic Centre Cirebon lalu, meminta kepada seluruh unsur Ummat Islam Cirebon agar bersatu menghadapi arogansi kaum Kristen yang terus melakukan pembangunan gereja-gereja dengan cara melanggar hukum, dan melakukan pemurtadan serta menantang dan memancing ummat Islam agar berlaku anarkis.Menurut KH Sholihin Uzer, kenapa ummat Islam harus bersatu melawan arogansi kaum Kristen ini, karena mereka setidaknya memiliki enam modal yang sulit ditandingi Ummat Islam. Pertama, kekuatan uang yang sangat berlimpah. Kedua, kualitas pendidikan mereka yang tinggi. Ketiga, persatuan mereka kuat. Keempat, mereka sangat gigih dan disiplin dalam memperjuangkan keyakinannya. Kelima, penguasaan atas akses informasi, lobby dan diplomasi. Dan keenam, dukungan kekuatan politik.“ Tetapi kekuatan mereka itu sebenarnya tidak ada artinya, jika ummat Islam bersatu dan berani menghadapi mereka. Kenapa mereka bisa berani, karena ummat Islam sekarang sangat cinta pada dunia serta takut akan mati, itulah dinamakan wahhan oleh rosulullah SAW. Sehingga Allah mencabut rasa takut dari musuh-musuh Islam. Karena Wahhan ini, Ummat menjadi takut dan akhirnya menjadi mangsa yang kapan saja bisa dimakan oleh mereka “ demikian KH Sholihin Uzer menjelaskan. Beliau menambahkan jika ummat Islam bersatu dan berani, maka pertolongan Allah akan turun, sehingga kedudukan Ummat Islam akan kuat, barulah akan tercipta Rahmatan Lil “alamin.Senada dengan KH Sholihin Uzer, ulama lainnya Prof Dr KH Salim Badjri Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah, dalam khotbah ‘Iedlul Adlha dijalan Pekiringan, di depan ruko yang dijadikan Gereja Bethel Indonesia (GBI), menyerukan kepada ribuan jama’ah agar terus melakukan upaya perlawanan dengan berbagai cara, agar kaum Kristen tidak semena-mena dan menantang warga serta pemerintah yang telah membuat hukum. Sholat ‘Iedl Adlha itu digelar di tempat itu oleh masyarakat karena jengkel dengan ulah gereja.

Wali Kota Cirebon, telah membuat SK bulan september lalu, yang isinya melarang adanya kegiatan keagamaan di dua gedung, yaitu ruko jalan Pekiringan no 165, yang dijadikan gereja Bethel Indonesia, dan gedung pertemuan umum Gratia, dijalan dr Sudarsono no 32. SK Wali Kota no 011/1477-Adm Kesra tanggal 26 September 2011, menetapkan kembali gedung Gratia sebagai Gedung Pertemuan Umum, sesuai ijin yang dikeluarkan Dinas PU no 645/548/IB-PU/92 tanggal 16 januari 1992, perihal IMB no 645/74/IB-PU/96 tanggal 15 mei 1996. Dan menetapkan tidak boleh lagi menjadi tempat peribadatan. Sedangkan untuk Gereja Bethel Indonesia Pekiringan jalan Pekiringan no 165 berdasarkan SK Wali Kota no 452.2/1478-Adm Kesra.

Tapi hingga akhir pekan kedua 8 November 2011 rabu malam dengan alasan ada acara ulang jemaat, GBI tetap melakukan berbagai kegiatan, dan hampir terjadi insiden benturan seperti terjadi di Gedung Gratia 19 Oktober lalu. Warga yang memantau melihat sendiri adanya acara peribadatan. Pimpinan GBI, Pendeta Heru beralasan, SK Wali Kota itu hanya edaran yang bersifat tidak mengikat. Saat H Abdul Kholil tokoh warga Pekalipan, juga tokoh dari Gerakan Pagar Aqidah (Gardah), Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas), Gerakan Muslim Cirebon (GMC), meminta adanya surat pernyataan diatas segel kepada pihak GBI, yang salahsatu pointnya tidak akan lagi mengadakan acara peribadatan di tempat itu, pihak GBI menolak, dan mereka bertekad akan terus bertahan.

Yang patut disayangkan, pihak pemerintah termasuk Wali Kota yang mengeluarkan SK penutupan gereja-gereja liar itu, terkesan tidak mau berjuang untuk memenuhi tuntutan warga. Sehingga warga yang dipimpin H Abdul Khalil melakukan lobby keberbagai pihak supaya Wali Kota ikut turun dan menekan pihak gereja, yang melecehkan SK Wali Kota, sayangnya hingga kini Wali Kota selalu tidak bisa ditemui.(Humas Forum Ukhuwah Islamiyah Wilayah Cirebon)

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ulama-cirebon-ummat-harus-bersatu-hadapi-arogansi-kristen.htm

Lagi, Gereja Liar di Cileungsi-Bogor Membandel

Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Forum Silaturrahmi Muslim Limusnunggal (Fosmil) kembali menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Kota Wisata yang berlokasi di Jl. Narogong Raya Km.15 Rt.01/RW 04, Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.Meski telah beberapa kali mendapat surat teguran dari kecamatan dan Pemda Kabupaten Bogor, pihak gereja terus membandel melaksanakan kegiatannya. Belum lama ini, Fosmil mendatangi sekretariat Forum Umat Islam (FUI) di Kalibata untuk bersilaturahim, sekaligus meminta saran untuk menyelesaiakan masalah ini.

Menurut salah satu perwakilan dari Fosmil, sejak 24 Oktober 2009, masyarakat setempat sudah mengajukan surat penolakan pendirian gereja kepada Kepala Desa (Kades) Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, H. Sukarman S.sos. Kepada masyarakat, Kades berjanji tidak akan mengeluarkan bentuk rekomendasi pendirian rumah ibadah/gereja di wilayah Desa Limusnunggal.

Dalam sebuah statemennya pada tanggal 4  Februari 2010, Pak Kades menyatakan, “Mulai saya menjabat Kepada Desa Limusnunggal sampai dengan masa berakhirnya masa jabatan, saya tidak akan mengeluarkan bentuk rekomendasi pendirian rumah ibadah atau gereja di wiayah Desa Limusnunggal.”

Namun setahun kemudian, Kades Sukarman berkhianat dan mengingkari janjinya. Dalam Surat Pernyataan tertanggal 16 Maret 2011, Sukarman meralat pernyataannya yang pernah ia ucap sebelumnya. Katanya, ketika itu ia menandatangani surat pernyataan dalam keadaan terpaksa, karena didatangi oleh sekelompok orang yang menyatakan dirinya FOSMIL.

“Kondisi saya pada saat itu sangat tertekan, ketakutan dan diancam didemo untuk mengundurkan diri, kalau berani mengeluarkan Surat Rekomendasi pendirian gereja di Desa Limusnunggal. Juga pada saat itu, Kantor Kepala Desa dikunci dari dalam dan dijaga dari luar, sampai saya menandatangani Surat Pernyataan tersebut,” kata H. Sukarman bin Caban Bidun, S.sos.

Penolakan warga terhadap rencana pembangunan gereja, pun diabaikan. Pada bulan Desember 2009, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja tetap berlangsung. Hingga bulan Maret 2010, pembangunan gereja selesai dan dipergunakan untuk kebaktian.

Masyarakat kemudian mengajukan surat penolakan yang ditujukan kepada Camat Cileungsi pada tanggal 8 April 2010. Keesokannya, Camat pun merespon dengan mengeluarkan surat teguran, namun bangunan tersebut masih digunakan untuk melakukan kegiatan kebaktian. Yang jelas, Camat sudah mengeluarkan Surat Teguran II dan ke-III untuk penghentian kegiatan keagamaan di bangunan yang belum ada izinnya. Tapi, dasar bandel, pihak gereja tidak mengindahkan teguran Camat Cileungsi tersebut. Ketika masyarakat mempertanyakan kembali kejelasan penyelesaiannya, Pak Camat di depan masyarakat, MUI, Kapolres Bogor pun member jaminan jabatannya sebagai taruhannya.

Langkah selanjutnya, pada 20 April 2010, masyarakat mengajukan surat penolakan dan permohonan audiensi kepada Bupati Kabupaten Bogor. Mulanya tidak ada respon. Tapi kemudian, pada tanggal 7 Mei 2010, Satpol PP Kecamatan dan Kabupaten telah menyegel gereja. Alhasil, meski sudah disegel, bangunan tersebut tetap digunakan.

Tuntutan terus bergulir, masyarakat menuntut Pemda Kabupaten Bogor agar segera membongkar gereja yang ada didesa itu. Bila tidak dibongkar, masyarakat mengancam akan membongkarnya sendiri. Akhirnya, bupati berjanji  dan menepati janji untuk membongkar Geraja Pantekosta tersebut. Pada tanggal 19 Juli 2010, bangunan gereja pun dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Bogor sesuai janji Bupati.

Gereja Terus Melanggar

Pasca pembongkaran dan penertiban, pihak gereja tetap bersikukuh melakukan kebaktian dengan cara mendirikan tenda  yang mewah dan ber-AC. Hingga saat ini kebaktian tersebut terus berlangsung. Bahkan, dengan berbagai cara, pihak gereja melakukan pendekatan terhadap warga sekitar untuk mendapatkan tanda tangan untuk mengajukan permohonan izin kepada Pemkab Bogor melalui instansi-instansi terkait

Dibuat kesal, masyarakat lalu membuat laporan sekaligus pernyataan penolakan izin pembangunan gereja yang disampaikan kepada Bupati Bogor. Hampir saja masyarakat dibuat letih dengan ulah gereja. Secara psikologis maupun sosiologis, masyarakat Desa Limusnunggal merasakan keresahan, karena mereka terus saja mengadakan kegiatan eksklusif dengan jamaah yang datang dari luar wilayah dengan berbagai kendaraan pribadi.

Kondisi tersebut sangat kontras dengan suasana sekitar yang memang termasuk kawasan industri, penduduk dengan 99% adalah musim, sangat berdekatan dengan Masjid Baiturrahman (seberang jalan, hanya beberapa puluh meter saja). Apabila Pemkab Bogor bersama instansi terkait tidak melakukan upaya preventif, berarti sama dengan membiarkan rusaknya persatuan anak bangsa, rusaknya kerukunan umat beragama dan merusak tali persaudaraan warga Desa Limusnunggal yang saat ini mulai dipecah-belah oleh pihak gereja.

“Kami berharap, jangan sampai permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut sehingga membangkitkan emosi warga muslim yang didasari oleh semangat membela dan mempertahankan akidah,” kata Ketua Fosmil H. Sarta Ahmad Firdaus, S.Ag

Sudah sangat jelas, pihak gereja selalu saja melanggar Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri No. 88 dan 9 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragana dan Pendirian Rumah Ibadat pasal 13 dan pasal 14.

Dalih Gereja Pantekosta

Pihak gereja pun berdalih dan menyalahkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang tidak bersedia memenuhi permohonan rekomendasinya mendirikan gereja. FKUB pun dituding belum pernah melakukan dialog dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat Limusnunggal, tetapi FKUB Kabupaten sudah mengeluarkan surat yang menyatakan belum dapat memebuhi permohonan rekomendasi perolehan izin penderian Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Jemaat Kota Wisata, hanya dengan alasan Surat Penolakan dari FOSMIL.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Kota Wisata, Rekson Sitorus SH mengklaim telah melampirkan daftar nama dan fotokopi KTP, masing-masing 113 orang Jemaat, 60 orang Tokoh Masyarakat, 105 warga Desa Limusnunggal, disahkan oleh Ketua RT 01, Ketua RW 04 dan Kepala Desa Limusnuggal. Bagi gereja, persyaratan itu dianggap sudah cukup  alasan hukum bagi FKUB mengeluarkan rekomendasi tertulis. http://www.suara-islam.com/news/tabloid/nasional/2735-lagi-gereja-liar-di-cileungsi-bogor-membandel-

Angkatan Laut Israel Menculik Tiga Nelayan Palestina

Warga Palestina Ditabrak Hingga Tewas oleh Pemukim Yahudi

Angry over spying, Muslims say: ‘Don’t call NYPD’

Israel Larang Tawanan yang Dibebaskan Menunaikan Ibadah Haji

Kekejaman Israel

 Sumber Foto : http://islamgreatreligion.wordpress.com
Sumber Foto :  Indonesian,irib,ir(http://indonesian.irib.ir/hidden-2/-/asset_publisher/yzR7/content/as-penggagas-terorisme-di-dunia?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-2%3Fp_p_id%3)

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,370,293 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Abiubaidah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: