Marhenyantoz's Blog

Kisah Muslim Uighur Yang Dilarang Puasa

Posted on: 08/07/2014

  • In: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kisah Muslim Uighur Yang Dilarang Puasa

 

VIVAnews – “Mereka Ingin Menjauhkan Anak Kami dari Islam” Kelompok Muslim Uighur di Xinjiang harus hidup di bawah pengekangan Tiongkok. Kehidupan beragama mereka diberangus, didikte untuk tidak lagi mengikuti jalan Islam. Puasa dilarang, identitas keislaman dihilangkan, bahkan kepemilikan Al-Quran harus seizin pemerintah Komunis Tiongkok.Setiap tahunnya, pemerintah Tiongkok mengeluarkan larangan berpuasa bagi anak-anak Uighur. Kali ini, larangan itu meluas untuk para siswa, guru, dan pegawai negeri sipil. Tiongkok beralasan, ini demi kesehatan anak-anak. Tapi, ini adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang termaktub dalam piagam HAM PBB.

Larangan sulit sekali dilanggar. Sebab, godaan datang dari guru sendiri. Pemerintah lokal mendesak guru-guru untuk turut melarang murid mereka berpuasa. Terkadang, guru-guru membawa makanan ke sekolah dan memaksa murid memakannya.

“Ini tergantung dari gurunya. Beberapa dari mereka membawa air, roti, permen, dan meletakkannya di hadapanmu, dan kamu harus memakannya,” kata Mehmet, seorang siswa SMA dari Kashgar, seperti diungkap oleh Al-Jazeera, akhir pekan lalu.

 

Menurut warga Uighur, ini adalah cara Tiongkok untuk menghilangkan pengaruh Islam dalam diri anak-anak Muslim di Xinjiang. Selain dilarang berpuasa, anak di bawah usia 18 tahun juga dilarang datang ke masjid untuk salat tarawih.

Kendati demikian, para orangtua tidak menyerah dan tetap membawa anak mereka. Terlihat, di sela-sela shaf salat, anak-anak khusyuk beribadah bersama orang dewasa. Selain itu, anak-anak tetap dimasukkan ke madrasah untuk belajar dan menghafal Al-Quran, tindakan yang sebenarnya dilarang di Tiongkok.

“Mereka ingin menjauhkan anak kami dari Islam. Kami tidak diperbolehkan mengajarkan mereka Quran, tapi kami tetap mengajarkan mereka di rumah, diam-diam,” kata Ghulam Abbas, penjual ikan goreng di pusat kota tua Kashgar.

Di bawah undang-undang Tiongkok, Al-Quran dan literatur keagamaan Islam yang dipelajari haruslah yang telah mendapatkan persetujuan atau izin negara. “Jika kau tertangkap memiliki versi lain Al-Quran, seperti terjemahan yang berbeda, atau kitab dari Arab Saudi atau Pakistan, kau dipenjara,” kata seorang pemilik toko buku di seberang masjid tua Id Kah, yang menolak disebut namanya.

Selain itu, kelompok minoritas Uighur jadi sasaran kebijakan satu anak. Padahal, pejabat  mengklaim peraturan ini tidak berlaku untuk umat Muslim di China. Tapi, Muslim Uighur punya cara mengakali kebijakan.

“Pemerintah Tiongkok tidak ingin kami punya anak banyak, tapi kami tinggal bayar denda atau menyogok pejabat,” kata Abdul Razzak, yang punya lima anak. Seharusnya, muslim Uighur hanya boleh punya dua anak. Dengan tambahan tiga anak, Razzak harus membayar denda 60.000 yuan atau lebih dari Rp114 juta.

Populasi Menurun

Sebelum Tiongkok menguasai Xinjiang pada 1949, seluruh penduduk di wilayah kaya minyak dan gas alam ini beretnis Uighur. Pada 2000, jumlah etnis keturunan Turki ini menurun hingga setengahnya.

Perubahan demografi ini terjadi pada tahun 1990an saat Tiongkok membangun Xinjiang. Pemerintah Beijing memindahkan puluhan juta masyarakat etnis Han dari seluruh Tiongkok ke wilayah itu.

Tahun 1997, Tiongkok menghukum mati 30 separatis Uighur, memicu gelombang protes dan militansi yang menewaskan ratusan orang. Pada Juli 2009, bentrokan terjadi antara Uighur dan etnis Han di Urumqi, menewaskan 184 orang.

Bulan lalu, pengebom bunuh diri menewaskan 39 orang di Urumqi. Polisi Tiongkok membunuh 13 orang yang disebut hendak mengebom kantor polisi di Kashgar.

Lebih dari 400 orang ditangkap di Xinjiang, dituduh teroris. Rabu pekan lalu, 113 orang didakwa di Kashgar atau kejahatan terorisme dan pemicu kebencian rasial.

 

Akibat ramainya pemberontakan, Tiongkok makin gencar melarang warga Uighur mempraktikkan ibadah mereka, termasuk dalam berpakaian. pemerintah Tiongkok melarang beberapa jenis jilbab, seperti abaya dari Timur Tengah. Pria juga dilarang menumbuhkan jenggot.

“Pemerintah mengatakan bahwa semua Uighur, jika mereka berjenggot atau memakai hijab, mereka adalah teroris. Semua permasalahan ini dimulai setelah 11 September,” kata Abdul Majid, pemilik toko ponsel.

Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/519523–mereka-ingin-menjauhkan-anak-kami-dari-islam-

 

 

Pembantaian Muslim di Cina Sepanjang Sejarah

Urumqi (voa-islam.com) Pemerintah Cina tidak pernah memberikan sedikitpun kesempatan bagi Muslim di negeri itu. Sepanjang sejarah terjadi pembantaian dan penyiksaan serta pengusiran terhadap Muslim.

Pemerintah komunis Cina menganggap agama Islam, sebagai candu dan musuh negara. Kekejaman terus dipraktekkan dengan sistematis oleh pemerintah Cina, tujuannya menghapus Muslim dari negeri komunis itu.

Bahkan, orang-orang Cina di perantauan jarang sekali mereka yang beragama Islam. Mereka memilih agama Kristen, Katolik, atau Budha. Seperti di Philipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura, termasuk di Indonesia. Di Indonesia mereka yang menganut agama Islam dapat dihitung dengan jari.

Mereka melihat Islam sebagai agama yang sangat “bodoh”, karena itu mereka menolak agama Islam. Di Cina sekarang pengaruh agama Kristen dan Katolik, berkembang dengan sangat pesat, bersamaan dengan masuknya modal dan budaya Barat ke Cina.

Di mana sekarang ini, Cina memasukkan enam orang suku Muslim Uighur ke daftar teroris nasionalnya. Cina menuduh keenam waga Muslim Uighur tersebut berada di balik kegiatan teroris yang mengancam keamanan di Provinsi Xinjiang, wilayah barat Cina.

Warga Muslim Uighur memang selalu menjadi kambing hitam pemerintah Cina atas aksi kekerasan di kota Urumqi, Provinsi Xinjiang. Di Xinjiang selama 2009 telah terjadi ketegangan antara suku Muslim Uighur dan suku Han yang mendominasi daratan Cina.

Disamping karena memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah mulai dari minyak, batubara, dan gas alam, letak Xinjiang yang strategis membuat penguasa China selalu menekan masyarakat Uighur dari masa ke masa. Ada berbagai macam bentuk diskriminasi dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur.

Pada tahun 1990, pemerintah China melarang pembangunan masjid dan madrasah. Hal ini berujung pada konflik kekerasan antara umat Muslim di Xinjiang dengan pemerintah, sebagaimana kata Anshari Thayib, dalam buku Islam di China.

Penindasan Kafir Komunis China kepada anak-anak Muslim Uighur.

Pemerintah China juga menerapkan kebijakan Srtike Hard yaitu memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, membatasi pergerakan orang, dan menahan orang yang dicurigai mendukung gerakan separatis, pada tahun 1996. Terutama terhadap Muslim Uighur.

Pada bulan Juli 2009, konflik kekerasan besar terjadi dengan melibatkan antara warga suku Uighur dengan suku Han di Urumqi, ibukota Xinjiang. Penyebabnya karena suku Uighur menolak pelarangan-pelarangan dari pemerintah Cina di Xinjiang dan adanya perbedaan perlakuan terhadap suku Uighur dan suku Han.

Akibat peristiwa ini, 197 orang tewas, 1700 orang terluka, dan 1434 Muslim Uighur diculik serta dihukum oleh pemerintah China.

Kesewenang-wenangan Pemerintah China kepada rakyat Muslim Uighur. Di mana memberlakukan tidak adil semakin ditampakkan oleh pemerintah China ketika Beijing melarang Muslim Uighur berpuasa. Bahkan, melarang melaksanakan shalat tarawih.

Kebijakan pemerintah itu dilaksanakan dengan memaksa perusahaan-perusahaan swasta supaya menawarkan makan siang selama bulan puasa kepada karyawan Muslim Uighur. Bagi yang menolak makan diancam kehilangan bonus tahunan serta pekerjaan.

Pemerintah juga memaksa sekolah-sekolah menyediakan makan siang selama bulan puasa dan melarang siswa dibawah 18 tahun untuk berpuasa dan beribadah. Pemerintah juga memaksa restoran untuk tetap buka sepanjang hari.

Pemerintah China juga membatasi Muslim Uighur yang ingin beribadah ke masjid dan shalat Jumat berjamaah harus mendaftar dengan kartu identitas nasional mereka. Umat Muslim juga diminta menandatangani semacam surat tanggung jawab yang isinya berjanji untuk tidak berpuasa dan shalat tarawih atau kegiatan keagamaan lainnya selama bulan Ramadhan.

Pemerintah juga memasang 17.000 kamera pengintai di Urumqi untuk mengawasi setiap kegiatan Muslim Uighur. Hal ini  guna terus menerus mematai-matai kegiatan yang dilakukan oleh Muslim di wilayah itu. Pemerintah sangat waspada segala bentuk kegiatan Muslim di wilayah itu.

Pembantaian sadis Umat Islam Uighur di China oleh Aparat Kafir Komunis dan Suku Han. Cina mayoritas penduduknya adalah suku Han. Mereka yang menguasai seluruh jaringan kekuasaan di negeri komunis itu. Karena itu, mereka sangat tidak toleran terhadap suku lainnya, termasuk golongan Islam di Uighur, yang bukan suku Han.

Muslim Uighur juga sulit untuk melaksanakan ibadah haji karena tidak bisa mendapat paspor. Proses pembuatan paspor dipersulit dan pemerintah China juga membatasi biro perjalanan haji.

Kesejahteraan ekonomi antara Muslim Uighur dengan suku China Han juga sangat jauh jaraknya. Suku Han mendapat gaji empat kali lebih besar daripada suku Uighur meskipun pekerjaannya sama.

Dikarenakan penindasan dan penjajahan pemerintah komunis China terhadap Muslim Uighur itulah, maka wajar muncul perlawanan dari kaum muslim Uighur. Perlawanan Muslim Uighur bukan lantas menjadikan pemerintah China lebih memperhatikan mereka, namun justru menjadi pembenar untuk semakin menindas muslim Uighur.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan sakit karena demam”. (HR. Muslim).

Kaum muslim Uighur sebagai pihak minoritas mengalami penindasan dan kezhaliman dari pemerintah China. Kezaliman itu terus berlangsung sampai hari ini, tanpa henti, dan melakukan aksi kekerasan senjata terhadap Muslim di wilayah itu.

Di manapun kelompok Cina, pasti jika mereka memiliki kekuasaan akan menindas  golongan Muslim  secara kejam, tanpa belas kasihan. Seperti yang terjadi di Cina dan berbagai wilayah di Asia Tenggara. af/dbs.

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2012/09/19/20708/pembantaian-muslim-di-cina-sepanjang-sejarah/#sthash.eKlxMGhn.dpbs

Kekerasan di Xinjiang jadikan Muslim Uighur terus jadi Kambing Hitam

Hidayatullah.com–Kantor berita resmi China menyatakan kelompok bersenjata menyerang sebuah pos polisi di Wilayah Otonomi Xinjiang Uighur hari Sabtu, menewaskan dua petugas polisi dan melukai dua lainnya.

Kantor berita Xinhua memberitakan bahwa 9 pria bersenjatakan golok dan kampak menyerang sebuah pos polisi di kabupaten Maralbeshi, Provinsi Kaxgar.

Xinhua menyatakan para penyerang semuanya ditembak mati di tempat. Kantor berita itu memberitakan hanya satu nama dari kesembilan penyerang; dan nama tersebut mirip nama Uighur.

Menurut Xinhua, pihak berwajib telah memulihkan ketertiban di daerah tersebut.

Kerusuhan terbaru di Xinjiang ini semakin memperpanjang catatan kekerasan yang terjadi di wilayah yang warganya terpecah belah antara warga Muslim beretnis Uighur dan warga beretnis Han yang merupakan mayoritas di China itu.

Warga Muslim di Xinjiang selama ini ingin memisahkan diri dari China karena merasa memiliki perbedaan budaya yang sangat mencolok dengan warga mayoritas Han. Akan tetapi, pemerintah China tak mengijinkan itu dan menegaskan Xinjiang adalah bagian dari kedaulatan Republik Rakyat China yang berpahamkan komunis itu.

Gerakan separatis di Xinjiang juga telah memicu konflik dari sejumlah oknum warga Xinjiang seperti insiden penyerangan di Lapangan Tiananmen, Beijing, sebulan lalu.

Otoritas China mengkambinghitamkan orang dari kelompok etnis Uighur atas ledakan mobil di Lapangan Tiananmen di Beijing bulan lalu.

hWarga Uighur dikabarkan membenci warga dari etnis Han yang memperoleh penghasilan lebih besar. Para pengamat mengatakan serangan terbaru ini mengisyaratkan ketegangan tetap tinggi di kalangan etnis Uighur, meski di tengah pengamanan yang ketat.

Secara demografi, di Xinjiang ini tinggal sembilan juta warga etnis minoritas Uighur yang mayoritas beragama Islam.

Sumber : http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2013/11/18/7340/kekerasan-di-xinjiang-jadikan-muslim-uighur-terus-jadi-kambing-hitam.html

 

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,266,454 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Arrohmah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: