Marhenyantoz's Blog

  • In: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada Enam Syarat Jika Ingin Bermaksiat

dakwatuna.com – Setiap orang pasti pernah melakukan kemaksiatan, siapapun itu. Kemaksiatan tidak pernah mengenal apakah dia kaum ningrat ataukah kaum kelas bawah. Tidak pernah memilih, apakah ia seorang kyai ataukah santri. Tidak pernah memihak, apakah ia seorang politikus ataukah seorang agamawan. Semuanya pernah terjerat dengan tali maksiat dan juga terjerembab dalam kubangan anyir dosa. Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap manusia itu berpotensi untuk melakukan kemaksiatan. Entah itu kemaksiatan yang levelnya kacangan sampai yang levelnya elit. Kemaksiatan juga bisa dilakukan manusia kepada Khalik maupun makhluk.

Diri dan anatomi tubuh manusia mempunyai potensi besar untuk berbuat maksiat. Hati seringkali terkubur dalam lumpur dendam, dengki, iri hati, sombong dan kikir. Mata seringkali bergerilya ke tempat yang haram. Tekstur lidah yang semakin lentur ketika menggunjing saudaranya, berdusta, menuduh, mengadu domba, mencela, berkata-kata kotor dan lain-lain. Telinga lebih aktif untuk mendengarkan ringtone gosip serta hal-hal yang tidak baik lainnya. Tangan yang suka menjamah wanita yang tidak halal baginya, mengambil barang yang bukan haknya, memukul tanpa ada hak, membunuh, bermain judi dan menyiksa binatang. Kaki terkadang diayunkan menuju tempat-tempat maksiat, menendang temannya, berjalan di depan orang yang sedang shalat dan lain sebagainya.

Sebenarnya, hati ibarat kapas yang putih bersih. Sedangkan kemaksiatan ibarat tinta hitam. Setiap orang berbuat maksiat, maka hatinya ternoda oleh tinta hitam tersebut. Sehingga ketika ia terus-terusan berbuat maksiat, maka noktah hitam itu pun semakin memadati hatinya dan kemudian menjadikan hati tersebut hitam legam tertelungkup noda maksiat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah noktah hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan noktah hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “al-Raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (H.r. at-Tirmidzi no. 3334, Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Al-Hasan al-Bashri berkata, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al-Qurthubah, 14/268).

Kaitannya dengan hal ini, di dalam al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah tulisan Imam Al-Qurthubi, Ibrahim bin Adham salah seorang ulama sufi memberikan nasihat yang sungguh luar biasa bagi orang yang seringkali melakukan kemaksiatan. Jika seseorang bisa melaksanakan enam syarat ini, maka silahkan bermaksiat sesuka hatimu.

Pertama,jika hendak melakukan maksiat maka jangan kamu makan rezeki Allah.

Bagaimanakah manusia bisa hidup jika tidak diperkenankan untuk menikmati rezeki Allah? Padahal semua kenikmatan yang terhampar di alam semesta adalah berkah dan karunia dari Allah. Rezeki Allah terhampar di manapun kita berada. Entah itu di gunung, perut bumi, dasar lautan, mengucur dari langit, semuanya adalah rezeki dari Allah dan bahkan udara yang kita hirup tiap harinya adalah rezeki dari Allah.

Kedua, jika hendak melakukan maksiat jangan kamu tinggal di bumi Allah.

Di bumi mana lagi kita akan tinggal? Gunung, angkasa, planet-planet dan bahkan galaksi-galaksi lain-pun, semuanya kepunyaan Allah. Lantas di manakah kita hendak tinggal? Fikirkanlah!

Ketiga,jika hendak melakukan maksiat maka berbuatlah di tempat yang tidak terlihat oleh Allah.

Bagaimana bisa? Pengetahuan Allah adalah pengetahuan yang tidak terbatas. Tidak seperti pengetahuan makhluk-makhluk-Nya. Bahkan, Allah mengetahui segala yang gaib, segala yang tertanam di hati dan juga segala pandangan-pandangan yang khianat. Allah tidak pernah luput dari semua kejadian yang terhampar di alam mayapada ini. Lantas, di manakah kita hendak mencari tempat untuk bermaksiat?

Keempat,jika malaikat maut datang hendak mencabut nyawamu, maka katakan kepadanya, “Tunggulah dulu, saya mau bertaubat.”

Bisakah kamu menolak malaikat maut yang hendak mencabut nyawamu? Jika kamu berfikir bisa untuk menolaknya, maka silahkan bermaksiat sesuka hatimu. Setiap perbuatan akan melahirkan konsekuensi dan setiap konsekuensi akan melahirkan salah satu di antara dua hal berikut yaitu kebahagiaan ataukah penderitaan. Itu adalah pilihan, silahkan memilih!

Kelima, apabila datang kepadamu malaikat Munkar dan Nakir, maka lawanlah dengan seluruh kekuatanmu jika kamu mampu.

Keenam,Sekiranya malaikat Zabaniah penjaga Neraka datang hendak menyeretmu ke dalamnya, maka katakan kepadanya bahwa kamu tidak akan mengikutnya. Sekiranya engkau dapat berbuat demikian, maka silahkan untuk melakukan maksiat.

Saudaraku, jika kita tidak bisa melakukan semua syarat yang tersebut diatas, maka masihkah kita bermaksiat kepada Allah sedangkan kita memakan rezeki-Nya? Masihkah kita bermaksiat kepada Allah sedangkan kita tinggal di bumi-Nya? Masihkah kita bermaksiat kepada Allah sedangkan Allah Maha Mengetahui segalanya dan Maha Mengetahui segala hal yang tersembunyi? Masihkah kita bermaksiat kepada Allah sedangkan kita tidak kuasa menolak malakul maut yang hendak mencabut nyawa kita? Masihkah kita melakukan maksiat sedangkan kita tidak kuasa melawan makarnya malaikat Munkar dan Nakir? Dan masihkah kita bermaksiat sedangkan kita tidak mampu melawan keganasan malaikat Zabaniyah?

Marilah kita memperbanyak muhaasabah terkait kemaksiatan-kemaksiatan yang seringkali kita perbuat. Memperbanyak untuk mengingat kematian karena kematian adalah obat mujarab untuk mengobati diri kita dari virus kemaksiatan.

Imam al-Daqqaq berkata, “Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: menyegerakan taubat, hati yang qana’ah, dan semangat beribadah.” (Imam al-Qurtubi, al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah).

Ibnu al-Qayyim berkata, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.” (al-Daa’ wa al-Dawaa’, hal. 107).

Semoga ulasan ringkas ini menjadi motivasi bagi kita untuk menghidari kemaksiatan sebisa mungkin. Karena sejatinya, kemaksiatan hanya mengerdilkan hati dan mematikan rasa.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1438 H

Tag:
  • In: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada Fungsi Tim P4TD Kejari

Pernah dengar ada kasus penyalahgunaan anggaran di pemerintahan?

Ya benar,  tetapi sebenarnya bukan korupsi, tetapi LPJ yang dibuat tidak sessuai yang  diminta oleh lembaga pemeriksa keuangan.

Untuk itu perlu juknis agar LPJ sesuai dengan aturan.

Maka sebelum terjadi kedsalahan konsultasi ke TIM hukum yang akan membantu.

Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Tim yang dibentuk Kajari itu berfungsi sebagai konsultan pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan agar tidak berdampak pada perbuatan melawan huku

“Dalam pelaksanaan anggaran itu bisa meminta pendampingan kepada TP4D. TP4D pun siap mengawal proses perencanaan pembangunan sampai pembuatan laporan pertanggungjawaban [LPj] atas anggaran pemerintah itu agar tidak menimbulkan kerugian negara.

Kemana harus bertemu TP4D.

Ke Kejari.

  • In: Amal | Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Aksi 112 Dzikir Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta

112

Sumber Foto : news.detik.com

Massa Aksi 112 berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta untuk melakukan doa, salat dan zikir bersama. Tangis peserta aksi itu pun pecah saat mendengar lantunan zikir dari ustaz Arifin Ilham.

Ruang di Masjid Istiqlal dipenuhi oleh umat Islam dari berbagai kalangan dan daerah. Mereka berkumpul sejak pukul 00.00 WIB, Sabtu (11/2/2017). Massa yang tiba langsung memasuki dan memenuhi ruang masjid.

“Selamat datang tamu istimewa, kita semua di sini adalah tamu Allah,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar.

Pukul 02.20 WIB, kegiatan dimulai dengan melakukan salat tahajud berjemaah. Ustaz Adi Ahmad bertindak sebagai imam.

Setelah salat tahajud, jemaah masih terus berdatangan, usai salat subuh berjemaah, Ustaz Arifin Ilham langsung berdiri untuk memberikan tausiah. Arifin mengingatkan soal keutamaan salat tahajud. “Jadi, dari kebiasaan salat malam itulah, kekuatan demi kemenangan diraih oleh umat Islam,” kata Arifin Ilham.

Setelah tausiah, Arifin kemudian memimpin zikir bersama. Para jemaah pun larut dalam lantunan zikir yang dibawakan oleh Arifin Ilham.

Jamaah terus berdatangan dari berbagai daerah hingga siang hari hal ini disebabkan kendala dalam perjalanan dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Inilah gerakan umat Islam di Indonesia dengan penuh semangat untuk memperjuangan tegaknya Islam dan untuk memperoleh keadilan.

Isnya Allah , semua berjalan dengan aman, selamat dan memperoleh ridho Allah SWT, Amin

  • In: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Masya Allah… Kasus Ahok Sudah Dikabarkan Allah dengan Sangat Jelas dalam Ayat Ini
Dalam rilis resmi setelah Aksi Damai 411 di Jakarta Jum’at lalu (4/11/16), Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan 6 rekomendasi untuk memperjelas Fatwa MUI dan sikap resmi terkait aksi damai yang berujung ricuh karena ulah provokator.
Pada poin kedua, Dewan Pertimbangan MUI yang dikomandoi oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menuliskan transkrip perkataan Ahok di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu yang berbunyi, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil Bapak itu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51, macem-macem ini. Itu hak Bapak Ibu. Jadi Bapak Ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya.”
Dalam tulisan kali ini, Tarbawia tidak akan membahas penggunaan kata ‘pakai’; dengan atau tanpanya. Tarbawia tertarik untuk menggaris bawahi dan menebalkan frasa ‘dibohongi’.
Silakan buka Al-Qur’an surat Al-Furqan [25] ayat 4.
Terjemahan ayat tersebut berbunyi, “Dan orang-orang kafir berkata, ‘Al-Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain.’ Maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezhaliman dan dusta yang besar.”
Terkait ayat ini, Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menerangkan, “Sungguh, mereka telah menciptakan suatu komentar kebathilan, padahal mereka mengetahui bahwa hal itu adalah kebathilan dan mereka pun mengetahui kedustaan diri-diri mereka terhadap apa yang telah mereka tuduhkan.”
Mahabenar Allah Ta’ala dengan semua Firman-Nya.
Ayat ini, mengutip penjelasan Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham merupakan salah satu bukti benarnya al-Qur’an. Al-Qur’an mengabarkan telah dan akan ada orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kebohongan, alat berbohong, dan sejenisnya. Sehingga, kaum Muslimin harus waspada terhadapnya.
Konteks yang lebih luas, saat ada yang mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan alat kebohongan atau berisi kebohongan, akan dihadirkan orang-orang munafiq untuk membela orang tersebut. Dan yang mengatakan serta membelanya, resmi disebut oleh Al-Qur’an dalam ayat ini sebagai ‘Pelaku dusta dan kezhaliman yang sangat besar.’ Na’udzubillah.Sumber : Tarbawia]
  • In: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ahok Tuding Peserta Demo 411 dibayar Rp. 500.000

Media Australia ABC (Australian Broadcasting Corporation) merilis wawancara eksklusif bersama tersangka penista agama, Ahok, Rabu (16/11/2016). Dalam wawancara ABC 7.30 itu, Ahok mengatakan persoalan yang menimpanya adalah masalah politik, bukan masalah hukum. Ia juga menuding, peserta Demo 4 November lalu dibayar Rp 500 ribu.

Ahok mengaku pihaknya tidak tahu siapa yang mendanai demo tersebut. Namun menurutnya, Presiden pasti tahu dengan informasi dari intelijen.

“Hal ini tidak mudah (mengungkap siapa yang mendanai demo), Anda mengirim lebih dari 100.000 orang, sebagian besar dari mereka (demonstran), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang 500.000 rupiah,” kata Ahok.

Coba baca dari sumber Asli: abc.net.au

Jakarta Governor Ahok suspect in blasphemy case, Indonesian police say

Jakarta’s Governor is a suspect in a blasphemy case with the matter to now proceed to court, the city’s police have announced.

The allegations that Governor Basuki Tjahaja Purnama, or Ahok as he is widely known, insulted the Koran were at the centre of a violent protest in Jakarta earlier this month.

The violent events forced President Joko Widodo to postpone his visit to Australia.

Ahok has been ordered not to leave the country.

The Governor, who is Christian and ethnic Chinese, is running for election at a poll due next year and accuses his opponents of being politically motivated.

The charge of blasphemy carries a maximum five years in prison.

Ahok has expressed his desire to appear in court to clear himself of the charges and to one day be elected as the first Christian president of majority Muslim Indonesia.

In an exclusive interview with the ABC’s 7.30, Ahok accused his critics of corruption and said the mass protest of hardline Muslims on November 4 was politically motivated, with protestors receiving 500,000 Rupiah to attend.

“I need to go to the court to prove this is political and not the law,” he told 7.30.

But the Governor would not elaborate on who he thought was funding the unrest.

“I don’t know, we don’t know, but I believe the President knows from the intelligence, I believe they know,” he said.

“It is not easy, you send more than 100,000 people, most of them, if you look at the news, they said they got the money, 500,000 Rupiah.”

The violent November 4 protests were at the centre of allegations that the Governor was guilty of blasphemy after using the Koran to question his critics.

Some Muslims say verse 51 of the holy book states Muslims must not vote for a non-Muslim.

“I believe I am not guilty, that’s why I prefer to bring it to the court, everyone will see the evidence,” Ahok said.

“I believe this is the status quo, the corrupters strike back at me because I cut too much corruption in this city.”

Ahok is popular among moderate Muslims in the sprawling Indonesian capital and is known for his anti-corruption stance, for ridding the city of many slums and trying to tackle the deep infrastructure flaws of the chaotic capital.

Abu Jibril, the leader of Majelis Mujahidin, a radical Islamic group which played a key role in the protest, said Ahok should be sued over his comments that protesters were paid.

“God said that infidels are liars, infidels are hypocrites and liars. If Ahok really said that he can be sued,” Mr Jibril said.

http://www.abc.net.au/news/2016-11-16/jakarta-governor-suspect-in-blasphemy-case-indonesian-police/8030406

  • In: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Demo 4 Nopember 2016

Demo 4 Nopember 2016 merupakan demo ke dua, mengenai dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok Gubernur DKI jakarta. Demo kedua ini dilakukan besar besaran oleh umat Islam Indonesia yang berlokasi di Jakarta dengan pusat tujuan adalah Istana Negara.

Demo 4 Nopember 2016 menuntut kepada pemerintah dalah hal ini kepolisian untuk memproses secara hukum terhadap Ahok, menegakkan hukum, menegakkan keadilan. Demo kali ini bukan masalah benci terhadap etnis tertentu, tetapi menuntut penghina Al Qur’an dihukum.

Berikut foto foto kegiatan DEmo 4 Nopember 2016 yang diambil dari berbagai sumber sebagai kenangan, begitu besar manfaatnya bagi bangsa ini kedepannya, terutama umat Islam untuk tetap bersatu.

images

images_008

images_017

images_020

images_022

images_025

images_026

images_028

images_031

images_038

images_041

images_043

images_044

images_045

images_048

images_050

images_052

images_053

images_055

images_061

images_062

images_063

images_064

images_065

images_069

images_071

images_072

images_075

 

NRG

Posted on: 20/09/2016

  • In: NPK
  • Komentar Dinonaktifkan pada NRG

NRG adalah nomor unik yang dimiliki guru yang sudah bersertifikasi. NRG dikeluarkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) untuk mereka yang lulus sertifikasi.

NRG lama bagi guru kemenag telah diganti dengan mengajukan melalui verval NRG. Adapun salah satu contohnya NRG lama 021667407005 menjadi 101842102723 untuk guru fisika (kode 184).

Data lain yang berkaitan adalah NPK bagi kemenag. Contoh 3662690029038. NUPTK nya 6261744646200013

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,358,170 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat