Marhenyantoz's Blog

Ciri-ciri kegiatan NII

Posted on: 29/04/2011

  • In: Artikel
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ciri-ciri kegiatan NII

Maraknya Penculikan terhadap sejumlah mahasiswa perguruan tinggi swasta yang terjadi akhir-akhir ini diduga dilakukan oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan selain meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terkait hal ini, ia pun mengimbau para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pergaulan putra-putrinya di kampus dan sekolah. Itulah salah satu upaya pencegahan dari pengaruh NII. Dapat juga di baca cirri-ciri lainnya seperti :

  1. Tak Gabung NII dibilang Bodoh, dibilang Kafir
  2. Ada kegiatan  baiat dan harus bayar
  3. Tak bisa bayar bulanan berarti utang
  4. Ada pencucian dosa
  5. Indonesia merupakan negara bathil
  6. Syarat hijrah ke NII, tidak boleh pacaran, tidak merokok, tidak punya anggota keluarga yang aparat hukum, dan wajib sodaqoh
  7. Haram hukumnya menanyakan kemana uang sodaqoh itu disetorkan
  8. Haram hukumnya menceritakan masalah NII kepada orang-orang terdekatnya, terutama keluarga.
  9. Bagi NII, untuk naik haji cukup ke Indramayu, ke Pondok Pesantren Al Zaytun.
    10. Puncak ibadah haji dalam komunitas NII jatuh setiap tanggal 1 Muharram.
  10. 11. Di NII, melempar jumrah itu dilakukan dengan tujuh buah sak semen
  11. Ada dua tahapan  Sebelum menjadi aktivis NII,  masuk Rekrutmen dan pindah warga negara alias baiat

13.  Tahapan masuk NII 1. Tilawah   2. Taftis  3. Transit  4. Hijrah atau Baiat (Nasionalvivanews)

14.  Halal melakukan apa saja (Bahkan dengan merampok) demi memenuhi kewajiban setor uang pada organisasi NII

Yang lainnya :

  1. Kalau mau ketemu pemimpin, anggota harus dalam keadaan fitrah alias bersih, jadi harus sodaqoh.
  2. Dalam laman Crisis Center disebutkan para jamaah NII menghalalkan segala cara mulai dari merampok, mencuri, menipu, memeras, merampas atau melacur demi kepentingan negara atau madinah.
  3. Pola perekrutan mereka menggunakan persaudaraan, persahabatan, atau kesamaan asal daerah.
  4. Semua yang tidak boleh, dihalalkan asal ada uang
  5. Anggota NII yang berupaya merekrutnya menjanjikan keuntungan-keuntungan materi kepadanya. Ia dijanjikan akan mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja dan segala kebutuhan hidupnya akan terjamin
  6. Anggota NII yang berupaya merekrutnya menjanjikan keuntungan-keuntungan materi kepadanya. Ia dijanjikan akan mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja dan segala kebutuhan hidupnya akan terjamin
  7. Dalam mendakwahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat, dan baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.
  8. Para calon yang akan mereka dakwahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yang relatif rendah, bahkan dapat dibilang tidak memiliki ilmu agama. Sehingga, para calon dengan mudah dijejali omongan-omongan yang menurut mereka adalah omongan tentang Dinul Islam. Padahal, kebanyakan akal merekalah yang berbicara, dan bukan Dinul Islam yang mereka ungkapkan.
  9. Calon utama mereka adalah orang-orang yang memiliki harta yang berlebihan, atau yang orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yang jauh dari keagamaan, sehingga yang terjadi adalah penyedotan uang para calon dengan dalih demi dakwah Islam. Tetapi semua itu, hanya sebagai alat (sarana) untuk menyedot uang.
  10. Pola dakwah yang relatif singkat, hanya kurang lebih tiga kali pertemuan, setelah itu, sang calon dimasukkan ke dalam keanggotaan mereka. Sehingga, yang terkesan adalah pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan, rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yang sangat rendah. Selama hari terakhir pendakwahan, sang calon dipaksa dengan dijejali ayat-ayat yang mereka terjemahkan seenaknya, hingga sang calon mengatakan siap dibai’at.
  11. Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya dengan alasan kahfi.
  12. Tidak mewajibkan shalat lima waktu bagi para anggotanya dengan alasan belum futuh (masih fatrah Makkah). Padahal, mereka mengaku telah berada dalam Madinah. Seandainya mereka tahu bahwa selama di Madinah-lah justru Rasulullah saw. benar-benar menerapkan syari’at Islam.
  13. Sholat lima waktu mereka ibaratkan dengan doa dan dakwah. Sehingga, jika mereka sedang berdakwah, maka saat itulah mereka anggap sedang mendirikan shalat.
  14. Shalat Jum’at diibaratkan dengan rapat/syuro. Sehingga, pada saat mereka rapat, maka saat itu pula mereka anggap sedang mendirikan shalat Jum’at.
  15. Untuk pemula, mereka diperbolehkan shalat yang dilaksanakan dalam satu waktu untuk lima waktu shalat.
  16. Infaq yang dipaksakan per periode (per-bulan), sehingga menjadi hutang yang wajib dibayar bagi yang tidak mampu berinfaq.
  17. Adanya qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha)yang diwajibkan walaupun anggota tak memiliki uang, bila perlu berhutang kepada kelompoknya. Pembagian bagi hasil dari qiradh yang mereka janjikan tak kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka menjawabnya dengan ayat Al Qur’an sedemikian rupa sehingga upaya meminta bagi hasil itu menjadi hilang.
  18. Zakat yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Takaran yang terlalu melebihi dari yang semestinya. Mereka menyejajarkan sang calon dengan sahabat Abu Bakar dengan menafikan syari’at yang sesungguhnya.
  19. Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yang tak mampu makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yang besarnya sebanding dengan dana untuk makan sebulan. Bahkan, mereka masih saja memaksa pengikutnya untuk mengeluarkan ‘infaq’. Padahal, pengikutnya itu dalam keadaan kelaparan.
  20. Belum berlakunya syari’at Islam di kalangan mereka, sehingga perbuatan apapun tidak mendapatkan hukuman.
  21. Mengkafirkan orang yang berada di luar kelompoknya, bahkan menganggap halal berzina dengan orang di luar kelompoknya.

CRISIS CENTER NII : DI SINI

Sumber : berbagai sumber

Iklan

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,454,823 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: