Marhenyantoz's Blog

Pendidikan Sex di Sekolah VS Seks bebas Pra Nikah

Posted on: 03/07/2012

Sebuah pengalaman yang patut dipikirkan oleh para orang tua yang memiliki putra atau putri terutama yang sudah memasuki usia-usia remaja. Barangkali akan lebih penting jika selalu mengawasi terhadap kesempatan mengakses pornografi, teman bergaulnya, bagaimana pergaulan anak-anaknya yang sedang sekolah di bangku SMP atau SMA. Pada masa-masa seperti inilah seorang remaja yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan terutama dari segi fisik dan psikologisnya. Pada masa ini seorang remaja sedang meningkat tajam tentang pola piker terutama yang berkaitan dengan “dunia sex”.

Pengalaman yang dimaksud diatas adalah ketika kita hidup bermasyarakat , bertetangga, barangkali suatu saat akan diundang tetangga kanan atau kiri untuk menghadiri suatu acara terkait kepentingan keluarga. Karena dianggap oleh tetangga sudah cukup pengalaman,cukup umur, barangkali dipandang pantas ditokohkan untuk menghadiri keperluan keluarganya. Ketika telah sampai keacara inti baru tahu bahwa acara dikeluarga tersebut adalah acara rencana menikahkan anaknya, yang saat itu anak perempuannya masih duduk dibangku sekolah. Ternyata acara tersebut kurang berjalan “harmonis” menurut saya. Kenapa demkian? Pihak orang tua dan keluarga perempuan merasa disakiti perasaannya, dipermalukan oleh anak lelaki “putra pihak calon besan”nya, karena telah menghamili anaknya. Ibarat nasi telah menjadi bubur, apa boleh buat. Akhirnya tetap sepakat secepatnya menikahkan, dengan aneka “kesepakatan2” kedua pihak.

Kasus hamil dulu, nikah kemudian, dapat dipastikan para pembaca pernah mendengar, bahkan tahu persis si A atau si Anu nikah karena sudah hamil dulu disekitar lingkungan tempat tinggalnya. Orang semacam ini tidak akan bisa menutupi “aib”nya di sekitar tempat tinggalnya. Sebab apa? Orang sudah pandai berhitung secara matematika, missal, si Anu nikah bulan maret, anaknya lahir bulan juli, artinya si perempuan yang dinikahkan tadi sudah hamil duluan 4 bulan. Yang lebih mengherankan lagi dengan tanpa rasa malu seperti saat ketahuan nikahnya karena hamil duluan, saat syukuran bayinya lahir malah rame-rame dengan hiburan “orgen tunggal”.

Persoalan semacam ini yang patut kita pikirkan, bagaimana mencegahnya agar tidak makin banyak kasus hamil duluan yang melibatkan anak-anak yang masih sekolah di tingkat SMP/SMA. Bagi guru-guru barangkali tidak kurang-kurangnya memberikan ceramah, nasehat, pengetahuan tentang pergaulan , tata tertib seolah, norma-norma yang berlaku di masyarakat, norma-norma agama serta aturan-aturan yang berlaku menurut Negara. Dengan harapan anak-anaknya menjadi anak berakhlaqul karimah.

Pergaulan remaja/anak-anak seusia sekolah terasa sangat menkhawatirkan akhir-akhir ini terutama setelah makin berkembangnya ternologi informasi terutama anak-anak telah memiliki HP yang bisa untuk mengakses internet. Dimana dengan sangat mudahnya seseorang melihat konten-konten yang terkait pornografi.
Sebenarnya anak-anak remaja sekarang maslah pengetahuan sex sudah banyak pengetahuan yang dimilikinya,namun demikian pengetahuan yang dimiliki tersebut masih sebatas untuk “membangkitkan gairah” sex dengan banyak melihat tulisan, gambar-gambar organ vital baik laki atau perempuan.

Apakah perlu diberikan pendidikan sex ketika di sekolah? Bagaimanakah cara yang tepat untuk memberikan pengetahuan sex bagi siswa-siswi? Seperti Menteri pendidikan M. Nuh sendiri tidak setuju jika diberikan pendidikan sex di sekolah.

“Saya mungkin sebagai orang yang kuno. Tapi saya melihat bahwa pendidikan seks di sekolah tidak perlu.” Lebih lanjut Mohammad Nuh mengatakan “Soal seks setiap masyarakat tentunya akan memiliki pengetahuan secara alamiah tanpa harus ada yang mengajarkan. Jadi saya tidak setuju dengan keinginan pendidikan seks di sekolah,” katanya. (ANTARA News, 09 Juni 2010).

Permasalahan semacam ini terjadi dimana-mana, seperti ScienceDaily (Mar.20, 2008). Riset terbaru menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kemungkinan kehamilan remaja, dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seksual (PMS). “Sama sekali tidak membahayakan untuk mengajari remaja mengenai kontrol kelahiran, sebagai tambahan dari penolakan hubungan seks,’ demikian kata pimpinan kajian, Pamela Kohler, Manajer program pada Universitas Washington di Seattle. Orang tua dan pendidik telah lama berargumentasi, apakah siswa harus mendapatkan pengajaran kontrol kelahiran, atau secara mudah bilang saja tidak terhadap seks bebas. Opsi mana yang lebih baik untuk menunda hubungan seks pada remaja. Apa pendapat mereka-mereka tentang seks, Al Jazeera’s Step Vaessen reports from Jakarta. http://english.aljazeera.net/news/asia-pacific/2011/10/201110571020526771.html

Persoalan remaja putri hamil diluar nikah, adalah persoalan yang sangat rumit untuk diatasi bagaimana cara mencegahnya. Dari tahun ke tahun selalu muncul kasus semacam ini diberbagai sekolah. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba terapkan bagi orang tua, guru ntuk mencegah kasus ini terulang kembali.

Pertama, pemahaman tentang seks sangat diperlukan sebagai dasar pengetahuan bagi para remaja. Pengetahuan yang dimaksud tentu menyeluruh,seperti kesehatan reproduksi, norma-norma dan tanggungjawab sosial. Pemberian pengetahuan tersebut bukan menjadi pemerlancar banyaknya penyimpangan seks pranikah/seks bebas.
Kedua, perlunya kontrol bagi orang tua/guru terkait mudahnya mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Orang tua sangat perlu mengontrol kebiasaan anak-anaknya memanfaatkan HP, komputer. Orang tua perlu juga ”waspada” dan ”mencurigai” jika anaknya selalu minta dana untuk sewa internet dengan alasan mencari tugas yang diberikan guru di sekolah, mesti ditanyakan hasilnya ngenet apa saja, dimana anaknya biasa ngenet untuk mangkal bersama teman-temannya. Bagi guru ”sering” melakukan razia terhadap anak didiknya di sekolah terutama video, foto yang ada di HP atau segala sesuatu yang mendukung adanya seks bebas.
Ketiga, perlu segera diterapkan pendidikan seks di sekolah, dengan harapan para remaja semakin mengenal tubuhnya dan tahu cara merawatnya. Pengenalan terhadap pengetahuan anatomi tubuh adalah untuk kepetingan dirinya dimasa-masa mendatang, terkait kesehatan, keluarga, agama, bukan untuk dicobakan karena tidak terkendalinya nafsu seksnya.

Iklan

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,454,823 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

%d blogger menyukai ini: