Posted by: marhenyantoz on: 20/05/2012
Selamat Hari Kebangkitan Nasional Kepada Segenap Penerus Bangsa Indonesia ! Pemuda, pemudi, tua muda, laki-perempuan, di mana saja anda berjuang untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Kita semua mesti paham dan sadar bahwa Kebangkitan Nasional merupakan masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, serta nasionalisme dan kesadaran untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesadaran ini sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang.
Peristiwa Kebangkitan Nasional ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo 20 Mei 1908 yang dilanjutkan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Peringatan ke 104 Hari Kebangkitan Nasional bertujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan.
Hari Kebangkitan Nasional merupakan landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan serta menegakkan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan moral dan etika. Hari Kebangkitan Nasional juga sebagai landasan dasar dalam berbangsa, bernegara, serta mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai NKRI.
Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional, Mari Kita Tingkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang berkarakter, Damai, dan Berdaya Saing Menuju Masyarakat yang Sejahtera, terbebas dari Budaya Korupsi.
Dimana mesti diletakkan semangat nasionalisme kita ? Semangat tersebut mesti terimplementasi dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggung jawab perilaku masing-masing individu warganegara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mari ……Bangkit, Bersatu, Maju, untuk menuju Indonesia Sejahtera.
Posted by: marhenyantoz on: 16/05/2012
Penerimaan Peserta Didik Baru SMPN 1 Metro telah dimulai sejak tanggal 16 april – 5 mei 2012 dengan agenda seleksi berkas calon peserta. Dilanjutkan dengan test online 14 – 18 Mei 2012. PPDB di SMPN 1 Metro tahun 2012/2013 didasarkan hasil rapat MKKS RSBI Provinsi Lampung tanggal 25 Februari 2012 tentang pelaksanaan PPDB.
Tujuan diadakannya PPDB sistem online adalah untuk transparansi serta uji kemampuan calon peserta, demikian disampaikan Kepala Disdikbudpora Kota Metro Masnuni (16/5). Penjelasan yang disampaikan Kepala Dinas tersebut terkait dengan Test Online di SMPN 1 Metro tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sesuai jadwal test online yang diberikan panitia telah dilaksanakan semenjak hari senin untuk kelompok test 1,2 , 3, dan 4. Demikian juga untuk hari kedua dan setrusnya, namun terjadi banyak kekurangan terutama sistem tidak berjalan.
Test online hari pertama untuk kelompok 1 sudah mulai nampak tidak berhasil dengan melihat hasil test anak tidak muncul. Dilanjutkan dengan kelompok 2 dengan mencoba 20 anak ikut test, ini dipilih karena komputer tidak berfungsi mengakses internet. Akhirnya panitia mengambil keputusan, kelompok 1, 2, 3, dan 4 ujian kembali pada hari Rabu (16/5). Sedangkan kelompok berikutnya ditunda untuk hari Jum’at, sedangkan hari kamis hari libur.
Pada saat para wali murid mulai jenuh karena harus menunggu giliran putra-putrinya ikut test berjam-jam, akhirnya panitia memberikan penjelasan. Namun demikian belum ada kesepakatan penyelesaian, maka dikumpulkanlah para wali murid calon siswa dengan dihadiri kepala dinas dikbud kota Metro, beserta Kabid Dikmen Bpk. Kayadi serta Kepala SMPN 1 Metro Bpk. Joko. Pada kesempatan tersebut dijelaskan tujuan dan permasalahan yang terjadi, akhirnya diambil kesimpulan untuk kelompok 4 calon peserta test hari ini dilanjutkan hari Kamis (17/5).
Permasalahan yang muncul test online SMPN 1 Metro antara lain :
Komputer yang disiapkan panitia tidak bisa bekerja maksimal 100% dari sejumlah kurang lebih 50 unit.
Peserta test bergilir 10 – 15 peserta, dengan waktu penyelesaian tiap anak berbeda-beda, sedangkan waktu yang disediakan 60 menit untuk 45 soal.
Karena terjadi kerusakan sistem, ada calon peserta test harus mengerjakan 2 kali baru berhasil keluar nilai test. Artinya anak harus mengerjakan 90 soal dengan soal berbeda-beda. Demikian juga anak ada yang harus menyelesaikan 3 sampai 4 kali baru berhasil di Submit, terus keluar nilai. Artinya anak harus mengerjakan soal 135, atau 180 soal. Sehingga anak dirugikan harus berfikir mengerjakan soal begitu banyak, dalam waktu cukup lama. Akhirnya anak tidak mendapatkan hasil maksimal.
Dalam pertemuan para wali murid calon peserta test dengan Kadisdikbudpora Kota Metro, Kabid Dikmen, dan Kepala SMPN 1 Metro, ada usulan test online dibatalkan dan diganti dengan test manual (tertulis). Namun sampai akhir pertemuan tersebut hanya diputuskan pengubahan jadwal ujian untuk kelompok berikutnya dihari yang lain.
Dengan demikian pelaksanaan test online di SMPN 1 Metro tidak memberikan kepuasan dan keadilan bagi calon siswa dan para orang tua. Seperti halnya di SMPN 2 Bandar Lampung yang masuk golongan RSBI, test dilaksanakan secara manual. Baca di http://www.smpn2-bdl.sch.id/ (Catatan Bagi yang dinyatakan lulus tahap I berhak mengikuti tes potensi akademik yang akan dilaksanakan Sabtu, tanggal 12 Mei 2012 pukul 08.00 – 11.00 wib di SMPN 2 Bandar Lampung, dengan memakai seragam SD/MI masing-masing. Diharapkan membawa tanda peserta, alat tulis (pensil 2B, penghapus, pena)). Mengapa SMPN 2 Bandar Lampung yang anggota MKKS RSBI bisa melaksanakan secara manual (test tertulis) ?
Posted by: marhenyantoz on: 15/05/2012
Sudah enam hari berlalu kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak Bogor Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi korban jatuhnya pesawat serta puing-puing pesawatnya.
Tim SAR dan relawan berjuang dengan sepenuh kemampuan untuk mengevakuasi para korban. Namun sampai hari ini belum berhasil secara maksimal. Belum semua korban ditemukan, serta pencarian black box (kotak hitam ) juga terus dilakukan. Kotak hitam inilah yang sangat dicari, karena dari informasi dikotak inilah diharapkan penyebab kecelakaan SSJ 100 bisa diketahui.
Tim SAR Indonesia dibantu Tim SAR Rusia yang dikenal sebagai regu Centrospas. Kelompok ini merupakan tim penolong korban bencana yang disebut-sebut salah satu terbaik di dunia. Pemerintahan Presiden Vladimir Putin mengirim bantuan tenaga evakuasi, mendampingi rombongan penyelidik sebab kecelakaan. Juru bicara Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia, Irina Andrianova, menyatakan selain Centrospas, Rusia juga mengutus tenaga medis dan psikolog. “Total rombongan kami yang dikirim ke Indonesia berjumlah 42 orang.
Tim SAR Rusia mengakui medan evakuasi korban manusia dan reruntuhan pesawat terbang Sukhoi Superjet 100 di punggungan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, berat. Inilah beratnya medan Gunung Salak, Tim SAR Rusia yang dikatakan sudah menduniapun tidak mampu menaklukkan Gunung Salak.
Tim SAR Rusia bisa merasa lebih hebat dan mampu, inilah yang bisa menyebabkan kesalahpahaman sesama Tim SAR Indonesia dan Rusia. Tentu Tim SAR Indonesia terutama anggota TNI/Polri/relawan akal lebih mampu menghadapi medan di Indonesia dari pada Tim Rusia. Tim Rusia ternyata tidak sanggup bertahan di kondisi Gunung Salak, sehingga harus turun.Mereka adalah tim Rusia bernama Alexi (29) dan Alexandra (32).
Mereka mengaku membawa beban cukup berat sehingga tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Kedua anggota itu membawa beban cukup berat, satu orang membawa alat komunikasi yang beratnya kurang lebih 45 kilogram.
Tim SAR harus bermalam bergelantungan di pohon dengan tali bagaikan kelelawar agar tidak jatuh, cuaca dingin yang menggigit menemani Tim SAR.
Kepada masyarakat diharapkan bantuan doanya semoga Tim SAR bisa lebih kuat melaksanakan tugasnya. Dapat mengevakuasi korban hingga tuntas, serta keluarga korban untuk bersabar serta tabah. Yang utama mohon tim SAR didoakan selamat, sehat, bisa bekerja dengan maksimal. Kepada para keluarga korban mohon dimaklumi, pada Tim SAR dan relawan serta semua jajaran, karena kondisi medan yang sangat berat, agar tetap bersabar.
Posted by: marhenyantoz on: 12/05/2012
Pesawat Sukhoi SuperJet 100 buatan Rusia yang sedang melakukan uji terbang ke berbagai negara, termasuk Indonesia mengalami kecelakaan dan diperkirakan jatuh di gunung salak jawa barat. Gunung Salak yang mempunyai karakteristik unik, telah banyak menelan korban pesawat, termasuk pesawat TNI AU.
Rabu (9/5), pesawat Sukhoi Superjet 100 berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.00 WIB, namun hilang kontak sekitar pukul 14.33 WIB ketika melintasi Gunung Salak, dengan koordinat diploting dalam radar Bandara Soekarno-Hatta pada koordinat 06 43 08 South dan 106 43 15 East.
Dalam komunikasi via radio terakhir atau 20 menit setelah lepas landas, pilot meminta izin kepada menara Bandara Soekarno Hatta untuk menurunkan ketinggian dari 10.000 ribu kaki (3.000 meter) menjadi 6.000 ribu kaki (1.800).
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak saat melakukan uji terbang di sekitar Gunung Salak yang berbatasan antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor berpenumpang sebanyak 48 orang.
Serpihan pesawat Sukhoi terlihat dari helikopter di kawasan Gunung Salak dengan koordinat 06,42,612 dan titik 1064441,2, sekitar 3,5 kilometer posko Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis pagi.
Hari ini Jum’at(10/5) TIM SAR berusaha mendekat ke lokasi diperkirakan jatuhnya pesawat dengan dua jalur. Jalur 1 dengan mengirimkan helikopter, inipun tergantung cuaca di sana. Sedangkan TIM darat terus berusaha mencapai lokasi.
Harapan semua pihak dapat segera mengetahui para korban penumpang pesawat, mudah-mudahan selamat
Posted by: marhenyantoz on: 12/05/2012
Beberapa kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di sekitar Gunung Salak Pada tanggal 9 mei 2012 lalu pesawat Sukhoi buatan Rusia dan lebih dikenal Sukhoi Jet 100 jatuh menabrak tebing gunung Salak. Pesawat yang lagi demo terbang dalam rangka promosi ini membawa 8 kru Sukhoi dan 37 penumpang yang didalamnya para wartawan, pejabat penerbangan, pengusaha penerbangan , dll. Mereka inilah yang menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut.
Pesawat menabrak tebing gunung salak pada saat di sekitar gunung salak cuaca buruk dan berawan tebal. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan saat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak tanggal 9 Mei pukul 14.33 WIB, gunung tersebut sedang diliputi awan Cumulonimbus menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km). Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (Cumulonimbus) yang menjulang tinggi sampai sekitar 37.000 kaki (11,1 kilometer).
Data satelit MTSAT dari LAPAN menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen., memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Pada saat sebelum jatuh itu, diinformasikan pesawat turun dari ketinggian 10.000 kaki (3 kilometer) ke 6.000 kaki (1,8 kilometer), padahal tinggi gunung Salak sekitar 2,2 km.
Gunung Salak merupakan gunung berapi yang mempunyai dua puncak, yakni Puncak Salak I dan II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43′ LS dan 106°44′ BT. Tinggi puncak Salak I, 2.211 meter dan Salak II, 2.180 meter dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 meter dpl..
Gunung Salak merupakan gunung api strato tipe A. Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.Beberapa kecelakaan yang pernah terjadi di Gunung Salak antara lain :
29 Oktober 2003
Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.
20 Juni 2004
Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu.
26 Juni 2008
Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 Penumpang tewas akibat kecelakaan itu.
30 April 2009
Pesawat latih jenis Sundowner jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang Nicholas Burung meninggal tak lama setelah kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit.
12 Juni 2009
Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Heli Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka.
9 Mei 2012
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia.
Dari berbagai sumber