Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘ukg

  • Di: UKG
  • Komentar Dinonaktifkan pada Tak Ada Sanksi Jika Gagal UKG

Kemendikbud, telah menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diselenggarakan mulai 30 Juli kemaren hingga pertengahan September mendatang. Dari hasil UKG sementara ini belum menunjukkan hasil maksimal sesuai harapan Kemendikbud. Banyak peserta yang telah mengikuti UKG secara online dengan hasil “BELUM TUNTAS”.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, sampai dengan hari ketiga ((1/08) pelaksanaan UKG telah diikuti oleh sebanyak 373.415 peserta. Dari jumalah tersebut sebanyak 243.619 peserta yang datanya sudah diolah. “Memang ada yang ngadat, tetapi prinsipnya jalan.

Mendikbud menyebutkan dari data yang telah masuk rata-rata nilainya 44,55, tertinggi 91,12 dan terendah nol. “Peta in kalau kita lihat dengan UKA (uji kompetensi awal) tidak jauh beda. 4,2.Paling tinggi DIY 51.03,” katanya.

Mendikbud merinci, untuk guru kelas sekolah dasar rata-ratanya 40.87, sedangkan untuk Penjaskes 42.59. Sementara mata pelajaran Bahasa Indonesia guru sekolah menengah pertama rata-ratanya paling rendah dibanding mata peajaran lain seperti IPA, IPS, dan matematika. “Ada sesuatu yang harus kita rombak dalam kemampuan bahasa Indonesia para guru kita,” katanya. Adapun untuk sekolah menengah atas, mata pelajaran kimia paling rendah 37.9, sedangkan paling tinggi fisika 58,7.

Sanksi

“Kalau tidak ikut UKG ya artinya tidak diketahui peta kompetensinya. Artinya ya tidak bisa dibina. Yang rugi mereka sendiri. Tidak perlu ada sanksi-sanksi,” demikian kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BPSDMPPM) Syawal Gultom, Senin  (9/7). Tidak akan ada sanksi diberikan. Justru para guru tersebut akan rugi sendiri karena tidak bisa dibina.

Ditargetkan seluruh guru bakal tuntas diuji pada 2013. Tahun ini diharapkan jumlah guru peserta mencapai 1 juta orang. Lewat hasil UKG itulah, akan disusun peta kompetensi para guru yang akan ditindaklanjuti dengan beragam program pembinaan.

Rencana Kemendikbud dalam membina guru-guru yang BELUM TUNTAS tes UKG dengan beberapa macam cara. Bentuk pembinaan bisa lewat website, modul, offline, atau tatap muka. Materi disesuaikan dengan hasil peta kompetensi tiap guru sehingga dapat diketahui sisi mana yang masih lemah dan butuh pengembangan,” ujarnya.

  • Di: Artikel
  • Komentar Dinonaktifkan pada Model-model Pembelajaran

Model number head

Sebagai bahan bacaan penunjang persiapan UKG 2012 , mungkin ada yang memerlukan tentang model-model pembelajaran. Berikut tulisannya :

Perubahan kurikulum 2006 atau KTSP membawa perubahan dalam pembelajaran di kelas. Dalam kurikulum 2006 proses pembelajaran lebih menekankan pada keaktifan siswa dibandingkan dengan peran guru. Guru lebih berperan sebagai fasiltator, motivator dan dinamisator sehingga dalam setiap proses pembelajaran guru mampu menyajikan proses pembelajaran yang diupayakan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar secara maksimal. Hal ini sesuai dengan sebuah pandangan bahwa siswa mempunyai kemampuan yang sama yang berbeda adalah kemampuan untuk mengeksplorasi potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu diperlukan berbagai model pembelajaran yang mampu untuk meningkatkan ketrampilan berpikir siswa. Di negara maju sudah banyak yang menerapkan upaya mengembangkan ketrampilan berpikir siswa yang dikenal dengan istilah HOTs ( High Order Thinking Skills ) yang dipakai untuk meningkatkan efektifitas taksonomi Bloom yang terdiri dari Affective, Behaviour, Cognitive atau ABC ( diambil dari TeacherBlogjob ).
Pendekatan yang dianggap sesuai untuk merangsang keaktifan siswa dengan menggunakan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL ) yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perananya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat ( M Nur Rokman, Pengembangan Model Pembelajaran Kreatif dan Inofatif, Depdiknas, Universitas Negeri Yogyakarta, 2008: 2 ). Pembelajaran dengan model ceramah yang konvensional dimana proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, tidak melibatkan keaktifan siswa sudah dianggap ketinggalan jaman. Diharapkan guru mulai beralih dengan menggunakan model-model pembelajaran yang lebih mendorong partisipasi belajar dan keaktifan siswa agar pencapaian hasil belajar lebih optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa.
Berikut adalah beberapa contoh model pembelajaran inovatif yang bernuansa CTL yang diambil dari bahan Diklat Profesi Guru rayon 11 DIY dan Jateng :

1. Reading Guide ( Penuntun Bacaan )
Model ini cocok untuk memahami isi bacaan dalam buku teks atau bacaan lain. Adapun lankah-langkah adalah sebagai berikut :
a. Menentukan bacaan yang akan dipelajari
b. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab atau kisi-kisi untuk megerjakan permasalahan berdasarkan bacaan yang dipilih.
c. Membagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang telah disiapkan kepada peserta didik.
d. Tugas peserta didik adalah, mempelajari bacaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Kegiatan menjawab pertanyaan atau kisi yang ada bisa secara individual atau kelompok. Batasi aktivitas peserta didik sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
e. Membahas bersama contoh jawaban atau pekerjaan peserta didik. Berikan ulasan atau kesimpulan.
Catatan :
Topik untuk satu pertemuan dapat dibagi menjadi beberapa bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi masing-masing.

2. Active Debate ( Debat aktif ).
Debat aktif sangat cocok untuk membahas topik-topik yang bersifat kontroversial atau adanya bermacam-macam teori terhadap suatu masalah.
a. Kembangkan sebuah pertanyaan yang terkait dengan persoalan kontroversial yang berhubungan dengan topik pembelajaran.
b. Bagi kelas menjadi kelompok. Kelompok yang kontra dan kelompok yang pro.
c. Masing-masing kelompok yang pro dan yang kontra membentuk sub kelompok dan mengembangkan dan merumuskan argumen-argumen untuk mendukung kelompoknya.
d. Setiap sub kelompok menunjuk seorang juru bicara.
e. Siapkan di depan kelas 2 – 4 kursi ( sesuai jumlah sub kelompok ). Masing-masing juru bicara bicara menempati kursi yang ada di depan kelas. Peserta didik yang lain duduk di belakang juru bicaranya masing-masing ( bisa dimodifikasi )
f. Mulailah sebat dengan menampilkan juru bicara masing-masing secara bergantian antara regu yang pro dan yang kontra dengan argumenya masing-masing.
g. Masing-masing kelompok /sub kelompok mempersiapkan dan menyampaikan bantahan atau argumenya demikian seterusnya dilakukan sampai waktunya dianggap cukup.
h. Setelah selesai para peserta didik kembali ke posisi semula.
i. Refleksi. Adakan refleksi dengan komentar-komentar dari peserta didik. Peserta didik mengidentifikasi argumen-argumen yang dianggap tepat/baik untuk masing-masing kelompok. Guru dapat memberikan respon atau tanggapan.
Catatan :
1. Dalam debat tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang/benar dan kelompok mana yang kalah/salah.
2. Sebagai variasi disamping 2 – 4 kursi untuk masing-masing kelompok tambhkan kursi satu kursi kosong untuk menyediakan siapa yang mau berbicara.
3. Usahakan setiap argumen selesai disampaikan diiringi dengan tepuk tangan.

3. Learning Start With A Question ( Belajar dengan diawali Pertanyaan ).
Sama dengan aktif debat model ini sangat cocok untuk memahami suatu bacaan dalam buku teks atau topik bacaan lain.
a. Pilih bahan bacaan atau teks yang sesuai dengan topik dan tagihan kepada peserta didik. Dalam hal ini bacaan yang dimaksud tidak harus dibuat atau di kopi kemudian di bagikan pada peserta didik, tetapi dilakukan dengan memilih bab atau buku pelajaran yang sudah ada.
b. Peserta didik diminta untuk mempelajari bacaan tadi secara sendirian atau berpasangan.
c. Peserta didik diminta untuk memberi tanda pada bagian bacaaan yang tidak dipahami atau ada hal-hal yang perlu dibahas. Jika waktu memungkinkan, beberapa peserta didik atau pasangan tadi digabungkan sehingga menjadi pasangan / kelompok baru. Kelompok baru diminta untuk membahas point-point yang tidak dipahami yang sudah diberi tanda dan kemudian merumuskan pertanyaan tentang materi telah mereka baca dan belum dipahami.
d. Kumpulkan pertanyaan dari masing-masing kelompok.
e. Langkah berikutnya, guru dapat membahas bersama-sma peserta didik dari pertanyaan-pertanyaan yang terkumpul. Atau kalau waktu memungkinkan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing kelompok tadi dikembalikan ke kelompok lain dengan cara silang, masing-masing kelompok memecahkan atau menjawab pertanyaan yang diterima, bisa doikerjakan di kelas, di perpustakaan dengan bahan bacaan yang tersedia.
f. Peserta didik kembali ke posisikeas semula, masing-masing kelompok untuk menyampaikan jawaban-jawabanya atas pertanyaan yang diterima. Kelompok lain bisa menambahkan dan guru memberikan komentar akhir.
Catatan :
Kalau pertanyaan-pertanyaan tadi dibahas bersama : guru dan peserta didik langkah kegiatan kelompok pada huruf e ditiadakan , dan guru cukup memberikan ulasan/kesimpulan.

4. Group resume
Model ini tepat untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, dan latihan mempresentasikan suatu masalah di depan kelas.
Langkah-langkah :
a. Bagilah peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil 3 – 5 anggota.
b. Berikan permasalahan atau bahan bacaan pada setiap kelompok. Bagikan pula kertas ( kalau bisa ukuran koran ), transparansi, dan alat tulisnya.
c. Setiap kelompok membahas dan memecahkan permaslahan yang diterima, kemudian membuat resume di atas kertas transparansi yang telah dibagikan.
d. Masing-masing kelompok diminta mempresentasikan, dan kelompok lain menanggapi.
e. Berikan respon dan kesimpulan dari materi yang dipelajari atau yang sedang dikaji.

5. Student Teams Achievement Division ( STAD )
Model ini tepat untuk mengembangkan pembelajaran mandiri.
Langkah-langkah yang ditempuh adaah :
a. Bagilah kelas dalam team atau kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 -5 anggota, tiap team /kelompok, diusahakan heterogen baik jenis kelamin maupun kemampuanya.
b. Team-team belajar menggunakan lembar kerja peserta didik ( LKS ) atau alat dan bahan ajar yang lain seperti buku peserta didik, potongan rekaman video, gambar-gambar, foto, atau media lain sesuai dengan topik yang dipelajari.
c. Untuk menguasai bahan ajar itu, masing-masing kelompok membahas, mendiskusikan atau saling bertanya jawab sebagai anggota team.
d. Secara individual atau team, tiap dua minggu sekali diadakan evaluasi terkait dengan penguasaan bahan ajar yang telah dikaji. Kepada peserta didik secara individual atau team yang meraih prestasi ( nilai ) tinggi atau memperoleh skor sempurna ( mencapai standar ) diberi penghargaan ( reward ).

6. Jigsaw
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri dan presentasi.
Langkah-langkah yang ditempuh :
a. Bagilah kelas dalam kelompok-kelompok yang bersifat heterogen, terutama dilihat dari kemampuanya. Kelompok ini disebut Home Team.
b. Siapkan bahan ajar dalam bentuk teks, gambar-gambar bebrapa set dengan jumlah kelompok dalam kelas ( satu kelas ada 5 kelompok berarti ada 5 set bahan ajar ).
c. Tiap peserta didik bertanggung jawab mempelajari suatu bagian dari bahan ajar.
d. Setiap peserta didik yang mendapat bagian yang sama dari masing-masing kelompok berbeda berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan yang menjadi tanggung jawabnya. Kumpulan peserta didik ini disebut dengan kelompok pakar ( expert group ).
e. Kelompok home team mendiskusikan hasil kajian yang diperoleh dari kelompok pakar. Untuk memperluas wawasan, kalau waktunya cukup beberpa kelompok bisa menyampaikan presentasi untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain.
f. Setelah itu guru melakukan evalusi mengenai bahan yang telah dipelajari.
g. Peserta didik yang berprestasi dan mencapai skor sepurna perlu diberi penghargaaan.

7. Group Investigation
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri dan presentasi di depan kelas.
Langkah-langkah yang ditempuh :
a. Guru menjelaskan secara garis besar berbagai permasalahan atau kasus.
b. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 – 6 kelompok.
c. Masing-masing kelompok merencanakan kegiatan belajar dalam kelompok untuk menyelelesaikan tugas atau memcahkan masalah yang dikaji sesuai dengan topik yang dipilih.
d. Kelompok melaksanakan rencana belajar yang disepakati dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan.
e. Peserta didik melakukan pembahasan, analisis, dan sintesis berbagai informasi dan fakta yang memuat sajian yang menarik dan komunikatif.
f. Kelompok menyajikan hasil kerjanya, agar semua peserta didik dalam kelas dapat memahami semua materi yang dikaji dan sekaligus menambah wawasan setiap peserta didik.
g. Guru melakukan evalusasi secara individual atau kelompok.

8. Numbered Heads Together
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri, tanggung jawab dan presentasi di depan kelas.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh :

a. Siswa dibagi dalam kelompo, masing-masing siswa dalam kelompok mendapat nomor.
b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan tugas tersebut.
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabanya.
d. Guru memanggil salah satu nomor siswa, untuk memlaporkan hasil kerjasama kelompok mereka.

9. Examples non Examples
Model ini cocok untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi siswa terhadap materi baru dalam pembelajaran.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh ;
a. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru menempelkan atau menayangkan gambar di kelas.
c. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan siswa untuk memperhatikan dan menganalisisa gambar.
d. Diskusi kelompok terdiri atas 3 – 5 anggota .
e. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
f. Melalui hasil komentar /diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
g. Guru memberikan kesimpulan.

10. Picture and Picture.
Model ini cocok untuk menanamkan konsep.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh ;
a. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai.
b. Guru menyampaikan materi sebagai pengantar.
c. Guru menunjukan gambar-gambar.
d. Guru menunjuk siswa secara bergantian untuk mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis.
e. Guru menanyakan alasan pengurutan gamabar.
f. Dari urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep.
g. Kesimpulan.

11. Cooreative script
Model ini cocok untuk mengembangkan pembelajaran berpasangan, rasa tanggung jawab dan memupuk kepercayaan diri.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh :
a. Guru membagi siswa berpasang-pasangan.
b. Guru membagi wacana untuk dibaca dan diringkas.
c. Guru/siswa menetapkan siapa yang pertama sebagai pembicara dan siapa sebagai pendengar.
d. Pembicara menyampaikan ringkasan dengan memasukan ide-ide pokok, sedangkan pendengar menyimak, mengoreksi, dan melengkapi.
e. Siswa bertukar peran antara pembicara dan pendengar.
f. Kesimpulan.

Beberapa contoh model pembelajaran kreatif dan inovatif ini diharapkan dapat membantu guru untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai tenaga pendidik yang profesional. Masing-masing model pembelajaran bisa diadaptasikan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat mengajar. Sekolah di daerah perkotaan tentu sangat berbeda dengan sekolah di pedesaan, didaerah terpencil dan terpencar. Untuk itu dibutuhkan kejelian dan kemampuan khusus guru agar bisa melaksanakan pembelajaran kontekstual dengan menerapkan model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai dengan kondisi yang ada.

Mudah-mudahan apa yang sudah dipaparkan ada manfaatnya. Sumber :hajati

 

Bila ada yang membutuhkan silahkan download saja.

Download STRATEGI PEMBELAJARAN inkuiri PADA MATA PELAJARAN IPA Oleh Elsy Zuriyani, S.Si,M.Pd

Download belajartuntas (MASTERY LEARNING) Oleh: Basuki,M.Pd

Soal UKG soal uji kompetensi kepribadian, soal uji kompetensi pedagogiksoal uji kompetensi sosial

Download Model Model Belajar (PPt)

JAKARTA – Mendekati pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang akan dijalankan pada akhir bulan ini, mulai muncul berita-berita menyesatkan di kalangan guru. Berita sesat ini diantaranya dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab di dinas pendidikan kabupaten atau kota. Para guru diminta fokus menyiapkan diri menghadapi ujian.

Kabar mulai munculnya berita bohong atau sesat ini tercium oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). “Kami prihatin dengan kasus ini. Guru kok terus-terusan jadi korban kejahatan,” ujar Ketua Umum PB PGRI Sulistyo di Jakarta kemarin (8/7).

Sulistyo menjelaskan, kabar menyesatkan ini muncul dalam beberapa jenis. Diantara yang paling dominan adalah, oknum dinas pendidikan mengatakan jika UKG ini bisa berdampak pada jabatan guru. Menurut Sulistyo, oknum tadi menyebarkan informasi sesat yang menyebutkan bahwa jika tidak lulus UKG guru bersangkutan akan dicopot dari posisi guru dan dijadikan pegawai TU (tata usaha).

“Kabar ini tentu sangat menyesatkan. Kasihan para guru,” kata dia. Sulistyo meluruskan jika UKG ini tidak ada kaitannya dengan posisi guru. Selain itu, UKG juga tidak dikaitkan dengan pengucuran tunjangan profesi pendidik (TPP). Jadi jika ada guru yang tidak lulus UKG, dia akan tetap menjadi guru dan juga tetap menerima TPP bagi guru yang bersertifikat.

Sulistyo menduga ada motif uang dengan tersebarnya kabar menyesatkan ini. Dengan adanya kabar tersebut, para guru tentu gelisah dan gundah. Selanjutnya, oknum dinas pendidikan ini lantas mengkoordinir guru-guru yang gelisah tadi untuk membentuk semacam penataran bertarif tinggi. Nah, dari proyek penataran inilah oknum dinas pendidikan itu mengumpulkan uang dari para guru.

Selain itu, tujuan menyebarkan kabar sesat ini memang sengaja untuk membuat iklim pendidikan di daerah gaduh. Dengan demikian, guru tidak bisa mengajar dengan tenang.

Apapun tujuannya, Sulistyo mengatakan jika penyebaran berita sesat ini merupakan perbuatan tercela. Selain itu juga bisa masuk kategori penipuan. “Sebab sudah jelas dari Kemendikbud tujuannya hanya untuk pemetaan,” katanya.

Sulistyo meminta para guru untuk menghiraukan berita sesat tersebut Sebaliknya, para guru diminta untuk fokus menghadapi UKG. Sulistyo meminta guru tidak perlu takut untuk menghadapi ujian ini. Dia berharap, para guru bisa menjawab soal ujian secara jujur sehingga hasil UKG bisa objektif.

Jika hasil UKG bisa objektif, bisa menjadi semacam dasar kebijakan untuk Kemendikbud mengeluarkan program-program peningkatan kemampuan guru. “Peningkatan kemampuan guru ini sejalan dengan misi PGRI. Jadi kami dukung ujian ini,” kata dia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Musliar Kasim prihatin mendegar munculnya berita sesat di kalangan guru tersebut. Dia mengatakan, prilaku menyebarkan berita sesat itu sudah menjurus pada penghasutan. “Guru saya kira sudah bijak. Jangan percaya atau termakan hasutan itu,” tandasnya.

Dia meminta guru harus terus berkoordinasi dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) di setiap provinsi. Selain itu, guru juga harus meminta informasi yang akurat dari pegawai dinas pendidikan yang sudah dipercaya.

Musliar lantas meluruskan kebijakan soal UKG tersebut. Dia mengatakan, ujian yang akan digelar pada 30 Juli itu khusus untuk guru bersertifikat. Dia menegaskan ujian ini tidak ada kaitannya dengan posisi guru maupun pengucuran TPP. Dia mengatakan, guru yang tidak lulus UKG tetap menjadi guru. Hanya saja setelah UKG guru yang tidak lulus ini akan mengikuti semacam pendidikan dan pelatihan.

“Profesi guru juga perlu recharging, jangan leha-leha. Seperti dengan profesi dokter atau lainnya,” kata dia. Musliar tidak ingin guru yang sudah menerima sertifikasi harus secara berkala dikontrol kompetensi mengajarnya. Dengan pendapatan yang meningkat tajam, Musliar meminta guru bijak dalam membelanjakan gajinya. Diantaranya dengan menyisihkan untuk mengikuti seminar-seminar peningkatan kompetensi. Sumber : JPNN 

Sejumlah Guru Siap PTUN-kan Mendikbud
Buntut Dari Kebijakan Uji Kompetensi Guru (UKG)

JAKARTA – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjalankan uji kompetensi guru, membuat sebagian guru resah. Mereka menilai kebijakan ini terus berubah-ubah. Mereka siap menggugat Mendikbud di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika Uji Kompetensi Guru (UKG) tetap dijalankan mulai 30 Juli mendatang.

Kebijakan soal menguji kemampuan guru ini memang terus berubah di internal Kemendikbud. Awalnya, UKG ini diberinama uji kompetensi ulang (UKU). Skenario awal, ujian ini digunakan untuk mengukur kemampuan guru yang sudah mendapat sertifikat pada periode 2006 sampai 2011. Total diperkirakan ada 1 juta lebih guru yang akan mengikuti ujian ini.

Awalnya kebijakan ujian ini cukup membuat guru resah, karena bagi yang dinyatakan tidak lulus tunjangan profesi pendidik (TPP) ditahan sementara. TPP baru akan dikucurkan lagi setelah guru yang bersangkutan lulus pelatihan lanjutan dan mampu memperbaiki kompetensinya.

Setelah menuai protes dari kalangan guru, kebijakan ujian ini lantas dirubah. Kemendikbud menyatakan jika ujian ini tidak ada pengaruhnya dengan pencairan TPP. Artinya, meskipun seorang guru tidak lulus ujian ini TPP tetap dikucurkan. Fungsi dari ujian ini hanya digunakan sebagai pemetaan kualitas guru bersertifikat yang ada di Indonesia.

“Alasan ini cukup janggal. Masak program sertifikasi yang sudah berjalan mulai 2006 lalu tidak menyisakan data kompetensi guru,” kata Sekertaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Lisyarti. Perempuan yang juga menjadi guru itu menuturkan, jika memang digunakan untuk pemetaan, harusnya yang diuji itu adalah seluruh guru.

Selain itu, Retno juga mengatakan Kemendikbud telah melakukan kesalahan dalam menyusun rencana ujian ini. Retno menjelaskan, ujian ini hanya akan mengukur komptensi pegetahuan dan pedagogik (kependidikan) guru saja.

“Padahal kemampuan guru itu ada empat. Dua lainnya adalah kemampuan sosial dan kepribadian,” katanya. Retno menegaskan, Kemendikbud salah besar ketika ingin membuat peta kompetensi guru, tetapi indikator penyusunannya tidak komplit.

Alasan lain yang membuat guru keberatan adalah, pelaksanaan teknis UKG ini. Ujian yang akan diselenggarakan pada akhir Juli ini akan total menggunakan sistem online. Peserta ujian wajib duduk di depan komputer untuk menjawab soal ujian.

Padahal menurut Retno, banyak rekannya yang ada di pedalaman sama sekali tidak bisa mengoperasikan komputer. “Menghidupkan saja belum bisa,” katanya. Dengan sekian banyak kelemahan itu, Retno tidak bisa mencegah rekan-rekannya untuk mem-PTUN-kan Mendikbud.

“Sebelum benar-benar dijalankan, kita minta harus dievaluasi ulang,” tandasnya. Retno menegaskan jika praktek UKG ini bertentangan dengan Pasal 4 PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Displin PNS. Dalam pasal tersebut dinyatakan dilarang ada kegiatan sewenang-wenang terhadap bahawan. “Dalam hal ini bawahan adalah guru,” ucap dia.

Sementara itu, Mendikbud Muhammad Nuh yang terancam di-PTUN-kan belum berkomentar banyak. Ketika dihubungi kemarin, dia mengaku sedang ada kegiatan di luar negeri. “Alhamdulillah saya sedang ada di Tokyo,” terang Nuh melalui pesan singkat. Sumber : JPNN

JAKARTA – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menggelar ujian pemetaan bagi para guru ditolak Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Sebab, ujian pemetaan ini dianggap melanggar hukum

Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti mengatakan pihaknya kini mempersiapkan gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika Kemdikbud merealisasikan ujia pemetaan guru ini.  “Niat baik Kemdikbud untuk melakukan pengujian pemetaan ini tanpa dasar. Ini merupakan bentuk pelanggaran hukum, walau ujian tersebut tidak berpengaruh terhadap hak untuk mendapatkan tunjangan profesi uang akan diterima oleh guru. ” kata Retnodi kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Jumat (6/7).

Retno mengatakan bahwa pemerintah terkesan tidak serius dan kurang persiapan dalam mengurus pendidikan. Kata dia, hal ini tercermin dari perbedaan pendapat antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, dengan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemdikbud, Syawal Gultom.

Awalnya Mendikbud mengatakan ujian pemetaan untuk guru bersertifikasi, dan berpengaruh pada pencabutan tunjangan profesi. Kemudian, Kepala BPSDMP-PMP mengatakan ujian ini bukan ujian ulang tapi untuk pemetaan dan berlaku untuk semua guru. Ini ketahuan sekali tak ada persiapan dan asal-asalan. Pikiran dasarnya memang untuk menindas guru,” tandasnya.

Dengan begitu, lanjut Retno, sudah jelas bahwa guru dijadikan kelinci percobaan dan dipermainkan. Hanya sesaat menikmati tunjangan profesi, bahkan tunjangan pun juga sering sekali tersendat. “Maka itu, dari awal FSGI dan seluruh jaringan organisasi guru kami di 14 daerah tetap menolak kebijakan ini. Selain itu, kami tetap mencoba membawa masalah ini ke PTUN,” jelas Retno.Sumber : jpnn)


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.800.781 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat