Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘TNI

  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Pelaku Penembakan di Lapas Cebongan Bukan Anggota TNI

SLEMAN (KRjogja.com) –  Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso menyatakan, tidak ada prajuri TNI yang terlibat dalam insiden penembakan di Lapas Cebongan, Sabtu (23/3) dini hari. Namun penembakan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
“Saya tegaskan, tidak ada prajurit yang terlibat. Memang di masyarakat beredar berbagai persepsi dan dugaan, tapi kami tidak mau berandai-andai. Yang jelas, pelaku itu orang tidak dikenal,” tegas Hardiono.

Mengenai pelaku yang menggunakan senjata, pihaknya mengatakan, pelaku yang menggunakan senjata belum tentu anggota TNI. Karena semua senjata dari TNI sudah terdaftar.
“Perampok itu juga menggunakan senjata. Tapi yang membedakan adalah, senjata milik TNI itu terdaftar. Bahkan kalau terlatih, para teroris lebih terlatih. Jadi jangan kait-kaitkan orang yang bawa senjata dan terlatih itu TNI,” ujarnya.

Untuk mengungkap pelaku penembakan itu, tegas Pangdam sudah menurunkan 400 pasukan gultor yang bertugas membantu Polda DIY menangkap kelompok tak dikenal tersebut.
“Pasukan sudah saya luncurkan dan sekarang sudah bergerak. Kami akan bantu sepenuhnya Polda DIY dalam mengungkap pelakunya,” ujarnya.

Dijelaskan, Korban pembunuhan di Hugos Kafe Sertu Santoso merupakan anggota Kodam IV/Diponegoro, bukan anggota Kopassus. Namun memang sebelumnya, korban anggota Kopassus dan sudah pindah menjadi anggota Kodam IV/Diponegoro.

Tag:
  • Di: Berita | TNI
  • Komentar Dinonaktifkan pada Siapa Penyerang Lapas Cebongan ?

Satu lagi kisah memilukan yang menimpa anggota TNI, anggota Kopasus Jateng Sertu Santoso di Hugo’s Cafe, Sleman Yogyakarta (adalah anggota Kodam IV/Diponegoro, bukan anggota Kopassus. Namun memang sebelumnya, korban anggota Kopassus dan sudah pindah menjadi anggota Kodam IV/Diponegoro). Beberapa bulan lalu anggota TNI juga tewas ditembak polisi di Palembang yang menyebabkan Polres OKU Palembang diserang sejumlah anggota TNI yang terkait meninggalnya sahabat mereka.

Kasus di Yogyakarta ini seorang anggota TNI Jateng Sertu Santoso tewas juga di sebuah kafe di Sleman. Kejadian berikutnya yang dianggap pelaku pembunuhan Sertu Santoso yang sudah ditangkap dimasukkan sel lapas Klas II B Cebongan, dibunuh oleh segerombolan orang bersenjata hingga 4 pelaku tewas ditembak Sabtu (23/3) dini hari.

Adapun korban yang tewas adalah Yohanes Juan Mamahit (38) seorang disersi polisi , Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31) ,Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29) dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).

Hebatnya para kawanan penyerang ini menggunakan senjata api laras panjang yang diperkirakan 17 orang. Barangkali ini bukan segerombolan orang biasa, tapi bukan juga orang sembarangan karena cara kerja mereka saat menyerang sepertinya terlatih. Apakah mereka teroris, preman, pasukan siluman, bisa jadi pasukan ini mau menjatuhkan nama baik TNI, lalu siapa?

Lalu apa yang mestinya dilakukan aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri ?

Perdamaian, menjalin hubungan harmonis antara TNI-Polri jangan hanya sebatas di tingkat pimpinan tertinggi , namun sampai ke tingkat bawah. Di desa-desa/kelurahan ada babinsa, ada babinkamtib, ada Koramil ada Polsek dan seterusnya. Mesti diberikan pemahaman tentang pentingnya silaturahim, menjaga nama baik kesatuan, juga jangan saling rebutan rejeki saat menambah penghasilan di luar gaji. Ketimpangan-ketimpangan inilah kadang yang menyebabkan ketidak harmonisan antar mereka.

Tag: ,
  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

ImageSekitar dua truk dan sepeda motor personel TNI  mendatangi Kantor Polres Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, dan membubarkan aparat kepolisian yang sedang mengikuti apel pagi.

Sejumlah orang berseragam TNI menyerang dan merusak Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, Kamis (7/3). Aksi itu dipicu kasus penembakan anggota TNI, Pratu Heru Oktavianus, hingga tewas oleh oknum polisi Brigadir Wijaya pada 27 Januari 2013.

Penyerangan yang disertai pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu dipicu kasus penembakan yang menimpa seorang anggota TNI Batalyon Armed Ogan Komering Ulu pada Januari 2013.

Pratu Heru Oktavianus tewas diduga tertembak anggota Polres di sekitar Jembatan Sukajadi, Baturaja. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kanan dan luka tusuk di sebelah kiri tubuhnya.

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas.

 

  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada 8 TNI Tewas ditembak di Papua

Delapan anggota TNI dan dua warga sipil tewas dalam baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di dua wilayah berbeda di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (21/02).

Baku tembak terjadi setelah kelompok sipil bersenjata menyerang pos TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, serta menghadang pasukan TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Kamis (21/02) pagi.

Dalam baku tembak di Distrik Sinak, tujuh orang anggota TNI tewas, sedangkan baku tembak di Distrik Tingginambut, mengakibatkan satu orang anggota TNI dan dua orang warga sipil tewas, serta seorang TNI lainnya terluka, kata Jansen Simanjuntak.

Berikut identitas para korban yang dimuat detik.com:

1. Sertu Ramadhan (Gugur)
2. Pratu Edi (Gugur)
3. Praka Jojo Wiharja (Gugur)
4. Pratu Mustofa (Gugur)
5. Praka Wempi (Gugur)
6. Sertu Udin (Gugur)
7. Sertu Frans (Gugur)
8. Pratu Wahyu Prabowo (Gugur)
9. Lettu Inf Reza (Luka Tembak)

Tag:
  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada HUT TNI Ke-67 Untuk Kedaulatan NKRI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-67.  Presiden didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparmo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat.di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (5/10)

Ikut mendampingi Presiden Yudhoyono adalah Wakil Presiden Boediono; Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono; dan istri Wakil Presiden, Herawati Boediono. Salam kebangsaan diiringi lagu Indonesia Raya memulai upacara.

Sebelumnya,Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menjelaskan, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah refleksi atas kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, ancaman terhadap keutuhan NKRI terbungkus secara samar oleh kepentingan pihak tertentu yang berusaha merongrong kedaulatan bangsa.

“Menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI bukan hanya tugas TNI semata, tapi juga merupakan tugas segenap lapisan masyarakat dan komponen bangsa. Oleh karena itu, dengan ulang tahun TNI ini mari kita menguatkan langkah bersama melindungi NKRI dari ancaman dan gangguan kelompok yang akan memecah belah kita semua,” ujar Panglima TNI Agus Suhartono di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Panglima TNI menjelaskan, secara faktual ancaman terhadap kedaulatan NKRI tidak berbentuk invasi ataupun agresi militer negera lain. Ancaman kedaulatan NKRI di masa kini lebih kepada disintegrasi bangsa dan adanya ancaman asimetris sebagai akibat era globalisasi. TNI, lanjutnya, akan terus mengajak masyarakat berperan aktif menanggulangi hal itu.

“Oleh karena itu, mari kita kembali menguatkan langkah perjuangan bersama, sebagaimana yang kita semua lakukan pada masa merebut kemerdekaan dulu. Kedaulatan NKRI harus jadi nomor satu,” tambahnya.

Pada HUT TNI Ke-67 ini,  diperingati setiap 5 oktober, mengusung tema “Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Solidaritas, TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI.

Semoga TNI tetap utuh, dan tetap jaya,

Tag:

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.832.241 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat