Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘tawuran

  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bentrok di PT Central Pertiwi Bahari 3 Orang Tewas

Lagi-lagi bentrok antar dua massa terjadi di Lampung. Kali ini terjadi di tambak udang PT Central Pertiwi Bahari  bekas PT Central Pertiwi Bratasena yang lebih dikenal dengan tambak Bratasena. Dua kelompok petambak yang selama ini berbeda sikap terhadap perusahaan PT CPB di Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Selasa, terlibat bentrokan, sehingga mengakibatkan 3 tewas dan  puluhan orang mengalami luka-luka.

Bentrokan yang terjadi antara petambak plasma Forum Silaturahmi (Forsil) dengan plasma P2K (Petambak Pro-Kemitraan )dan karyawan yang sedang tugas ronda di Pos Ronda PLO dan Pos Ronda FPD.

Bentrokan itu dipicu akibat Cokro Edy Prayitno sang Ketua  pengurus Forsil serta-anggota Forsil yang menolak diperiksa ketika melewati Pos Security Pasiran setelah bersilaturahmi ke rumah Mubayin di Pasiran. Karena menolak diperiksa, maka Cokro dan Pengurus-Anggota Forsil dilarang masuk lokasi tambak PT CPB, dan akhirnya Cokro dan kawan-kawannya itu menginap di rumah Mubayin.

Namun, setelah mendengar Ketua, Pengurus, dan anggota Forsil dilarang masuk areal pertambakan PT CPB, plasma Forsil dari Kampung Adiwarna dan Kampung Mandiri berhimpun untuk menjemput Cokro dan rombongan di Pasiran, akan tetapi mereka mendapatkan penghadangan dari plasma P2K dan karyawan yang sedang ronda di Pos Ronda PLO dan Pos Ronda FPD.

Akibatnya, kemudian terjadilah bentrok fisik antarkedua kelompok itu pada dua tempat tersebut, sehingga jatuh korban jiwa dan luka-luka puluhan orang.

Saat ini korban akibat bentrokan itu sebanyak tiga orang meninggal , Suwandi alias Wawan karyawan cold storage yang ditemukan pkl 09.30 WIB di kanal MO Kampung Adiwarna, Edi Ardiansyah karyawan coldroom, alamat Dusun 4 RT/RW 04/04 Rekso Binangun Rumbia yang ditemukan pkl 14.00 WIB tenggelam di kanal sekitar PLO Kampung Adiwarna, dan Sumanto petambak plasma, alamat Blok 1, Jalur 22, Petak 12 Kampung Adiwarna yang ditemukan pkl 15.30 WIB di kanal sekitar PLO Kampung Adiwarna.

Sungguh sangat disayangkan kejadian ini menimpa rakyat kecil yang mencari rezeki di sebuah perusahaan untuk menghidupi keluarga. Bentrok yang melibatkan karyawan dengan petambak adalah sebuah kejanggalan.

Pos security yang mestinya dijaga satpam malah dijaga para karyawan seperti bagian cold storage, coldroom, serta petambak P2K adalah sebuah kesalahan. Ini yang perlu diselidiki pihak aparat keamanan, siapa saja yang berada dikelompok pro perusahaan yang ikut memeriksa di pos ronda. Mengapa dalam satu perusahaan ada yang pro dan kontra dengan perusahaan? Ada apa antara P2K yang jumlahnya ratusan dengan Forsil berjumlah ribuan petambak?

Mudah-mudahan cepat diselesaikan dan kondisi tambak cepat kondusif dan berproduksi kembali, rakyat kecil tenang, keluarganya sejahtera.

Iklan
  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

ImageSekitar dua truk dan sepeda motor personel TNI  mendatangi Kantor Polres Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, dan membubarkan aparat kepolisian yang sedang mengikuti apel pagi.

Sejumlah orang berseragam TNI menyerang dan merusak Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, Kamis (7/3). Aksi itu dipicu kasus penembakan anggota TNI, Pratu Heru Oktavianus, hingga tewas oleh oknum polisi Brigadir Wijaya pada 27 Januari 2013.

Penyerangan yang disertai pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu dipicu kasus penembakan yang menimpa seorang anggota TNI Batalyon Armed Ogan Komering Ulu pada Januari 2013.

Pratu Heru Oktavianus tewas diduga tertembak anggota Polres di sekitar Jembatan Sukajadi, Baturaja. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kanan dan luka tusuk di sebelah kiri tubuhnya.

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas.

 

  • Di: Artikel
  • Komentar Dinonaktifkan pada Solusi Mengatasi Tawuran

Tawuran antar pelajar yang mengakibatkan beberapa tewas terjadi lagi di Jakarta. Dunia pendidikan tercoreng dengan adanya banyaknya kasus tawuran antar pelajar. Setelah kejadian berulang kembali di Jakarta, berbagai kalangan berupaya mencari solusi agar tak terulang kembali jatuhnya korban sia-sia . Tak kurang dari mendikbub, anggota DPR, Komnas perlindungan anak ikut cawe-cawe mencari solusi.

Sebenarnya tawuran merupakan ekspresi kekerasan yang ditampilkan oleh pelajar karena berbagai faktor seperti lemahnya pengasuhan dan ketahanan keluarga, seperti perhatian dan kasih sayang orang tua, disharmonis/broken home, perceraian , pengaruh lingkungan pergaulan (kelompok), serta beban berat tekanan sistem pendidikan yang membuat anak stress dan barangkali banyak pengaruh lainnya.

Selama ini siswa diberbagai tingkatan sekolah telah banyak memanfaatkan waktu belajar di lingkungan sekolah. Waktu di sekolah di tingkat SMP/MTs/SMA/SMK/MA berkisar 5 -7 jam, dengan masuk sekolah dari 07.15 s/d 14.30 bahkan ada yang pulang sampai jam 16.00.  Dalam hal ini siswa sudah terlalu cukup untuk mengolah cipta, rasa dan karsa selama di sekolah. Namun demikian  masih saja banyak yang menganggap anak-anak banyak dipengaruhi di luar lingkungan sekolah setelah pulang.

Dengan adanya kejadian tersebut malah ada wacana penambahan jam belajar di sekolah. Jangankan ditambah, selama ini saja anak sudah menanggung beban berat karena lamanya di sekolah, anak jadi stressssssss. Anak-anak juga perlu waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebaya di lingkungan rumahnya. Banyak hal yang bisa dipelajari dilingkungan rumahnya, berorganisasi seperti Risma, Olah raga, Karang Taruna, sanggar seni, dll.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh berencana menambah jam siswa di sekolah. Rencana itu akan dilebur seiring dengan kurikulum nasional yang diperbarui. Mendikbud menilai, ada nilai sosial yang berubah, terlalu lama di luar sekolah membuat anak terpancing melakukan hal negatif.

“Mengapa perubahan jam sekolah ini dibutuhkan? Karena kondisi sosial kita berubah. Kalau dulu kita pulang ke rumah itu orangtua masih ada dan permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak cenderung liar karena orangtua terlalu sibuk dan kita ingin menahan mereka biar lebih lama di sekolah,” kata Nuh.

Inilah pendapat menteri yang kurang pas, ada anggapan sekolah bahwa sekolah bisa sebagai tempat penitipan anak saja. Bagaimana dengan peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya? Ini juga yang mesti diberikan pemahaman kepada orang tua siswa. Jangan hanya mengandalkan anak serta sekolah sebagai sumber pengetahuan .

Senada yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar setuju dengan rencana pemerintah menambah jam belajar di sekolah. Menurutnya, perlunya pengemasan kurikulum yang nyaman bertujuan  untuk memacu kreatifitas anak-anak sejalan dengan diberikannya waktu bereksperimen atau mempraktekkan mata pelajaran seperti Matematika terapan, Fisika dan Kimia terapan, Kewirausahaan terapan, dan kegiatan sosial lainnya. Tentu pemerintah harus menambah dana untuk melengkapi fasilitas yang diperlukan. Selama ini guru-guru juga terkendala dengan fasilitas yang diperlukan guru-guru, LCD, jaringan internet, buku-buku sumber belajar, dsb. Profesionalitas tenaga pendidik selama ini sudah dianggap cukup dengan adanya guru-guru yang sudah tersertifikasi.

Apabila pemerintah ingin memperbaiki kurikulum yang sudah berlaku mesti belajar dari negara-negara lain yang sudah maju pendidikannya dengan menyesuaikan kondisi di tanah air. Seperti halnya negara-negara yang tergabung dengan OECD , Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD – Organisation for Economic Co-operation and Development). Pemerintah bisa mengadopsi kurikulum yang diberlakukan dinegara-negara maju dalam pendidikan semisal Australia, Norwegia, AS,Swedia dan Denmark.

Perlunya perbaikan kurikulum yang tidak memberatkan siswa namun hasil yang diperoleh dapat maksimal sesuai tuntutan pemerintah Indonesia. Untuk itu diperlukan perampingan jumlah mata pelajaran yang diajarkan, pemenuhan kebutuhan fasilitas PBM, walaupun waktu pembelajaran tetap.

 


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.788.166 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan