Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘ramadhan

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Stasiun Televisi Prancis Siarkan Azan Saat Ramadhan

ramadanacommenceSatu lagi stasiun TV di negara belahan Eropa ikut serta syiar Islam di bulan Ramadhan ini. Sebelumnya stasiun televisi di London, Channel 4 beberapa waktu lalu, kini  salah satu stasiun televisi negara Perancis  mulai siar tayangan La Locale TV  berkumandang selama lima kali sehari, selama Ramadhan. Ini berarti lebih hebat dari Indonesia yang merupakan muslim terbesarpun belum pernah ada stasiun TV nasional menayangkan azan 5 kali sehari.

La Locale  banyak program menyemarakkan ramadhan 2013  
termasuk di antaranya program-program televisi hiburan selama berpuasa.

La Locale tentunya tidak meninggalkan nuansa keberagamaan yang kental selama bulan suci umat Islam itu. Saluran tersebut menyiapkan armada siarannya di masjid-masjid di Prancis untuk ditayangkan secara daring.

Sumber  : republika.co.id/

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ziarah Kubur Tidak Harus Menjelang Ramadhan

Ziarah kubur memang dianjurkan oleh Islam. Ziarah kubur bertujuan untuk mendoakan yang telah meninggal dunia serta mengingat akan kematian. Kullu nafsin dza iqatul maut. Kematian akan datang kepada makhluk yang bernyawa dengan waktu yang tidak ada yang tahu, kecuali Allah SWT.

Ziarah kubur sudah menjadi tradisi dilakukan sebagian umat muslim menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Diberbagai daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam kegiatan ziarah kubur saat aka datangnya bulan Ramadhan.

Di daerah Kwangen Jateng, sebuah spanduk di depan pintu masuk makam  terpampang tulisan dengan berbagai macam program kegiatan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Di spanduk tercantum kegiatan gotong royong bersih-bersih makam bagi semua warga kampung, do’a bersama  warga kampung dengan Yassinan dan tahlilan, kenduri/selamatan ( 30/6)

Seperti yang terlihat pada beberapa areal perkuburan umum di berbagai desa sepanjang jalan yang letak makamnya tampak dari jalan raya. Pinggir jalan dipenuhi kendaraan parkir , sepeda ontel, sepeda motor, bahkan satu dua  ada yang datang dengan menggunakan mobil,  hingga berjalan kaki dari yang tua, muda sampai anak-anak.

Ziarah kubur dianjurkan Rasulullah SAW untuk mengambil pelajaran sekaligus untuk mengingat akan kematian dan kehidupan akhirat serta bersifat zuhud di dunia dengan syarat tidak membuat Allah SWT murka. Ziarah kubur disunnahkan, terutama bagi laki-laki dan dimakruhkan bagi perempuan. Bisa dilakukan kapan saja.

Tradisi ziarah kubur tersebut yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah sekali dua kali menjelang datangnya Ramadhan dan akhir Ramadan saat menjelang Idul Fitri. Waktu tersebut adalah saat yang tepat karena saat itu sedang pulang kampung. Brangkali bisa jadi hanya setahun sekali itu saja ingat akan orang tua/saudara yang telah meninggal dunia dan mendoakannya.

Namun demikian sebagian besar umat Islam yang taat akan ibadah kepada Allah SWTtentu akan selallu berdoa seusai shalat lima waktu dan akan berdoa dan mendoakan untuk diri sendiri, anak istri, saudara, orang tua, kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat seantero jagat ini.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari perbuatan yang tidak sesuai dengan sunnah, kita mohon ampun atas segala dosa , khilaf, salah pada Allah SWT. Amin

Saudaraku …………….

yang paling dekat adalah kematian. .
yang paling jauh adalah masa lalu. .
yang paling besar adalah hawa nafsu. .
yang paling berat adalah amanah. .
yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. .
yang paling tajam adalah lidah. .
(Imam Ghozali)

 

  • Di: Amal | Kultum | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bersyukur Atas Datangnya Ramadhan

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang kita terima sampai detik ini dan Insya Allah selalu bersyukur  sampai jasad dan ruh kita berpisah.

Alhamdulillah kita bertemu lagi dengan bulan yang amat mulia yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana berbagai ampunan serta keberkahan diberikan oleh Allah SWT  kepada hambaNya yang bertaqwa.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

 “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Alloh) maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Di bulan yang penuh berkah ini baiknya kita isi dengan berbagai ibadah serta ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantaranya bisa seperti berikut :

1. Puasa Ramadhan 1 bulan penuh

2. Shalat Tarawih secara berjamaah

3. Memperbanyak membaca Al Qur’an

4. Memperbanyak sedekah

5. Menggapai Lailatul Qadr

6. Memperbanyak Istighfar

7. Memperbanyak do’a kepada Allah

8. Memperbanyak amalan-amalan sunnah

9.  Iktikaf di Masjid

10. Selalu berdakwah di jalan Allah menurut kemampuannya.

 

Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian” (QS. Al Hujurat: 13)

Semoga puasa kita dapat menjadi saksi dihadapan Allah tentang keimanan kita kepada-Nya. Dan semoga puasa kita mengantarkan kita menuju derajat taqwa, menjadi hamba yang mulia di sisi Allah Ta’ala.

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kapan Awal Ramadhan 1434 H ?

Ketetapan jatuhnya awal puasa 2013 wilayah Indonesia, sejumlah peneliti astronomi melontarkan pernyataan awal puasa akan jatuh pada 10 Juli 2013.  Meski demikian, pihak Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa yaitu pada 9 Juli 2013.

Baik Muhammadiyah maupun yang memulai puasa pada 10 Juli nantinya akan merayakan Hari Lebaran serentak pada 8 Agustus.

Apa pun yang terjadi dengan perbedaan itu, masyarakat yang awam akan tata cara, syarat, hukum mengenai rukyat/hisab  ikuti saja penetapan awal puasa dari pemerintah.

Berbagai tulisan yang bisa digunakan sebagai penambah wawasan terkait rukyat/hisab penentuan awal ramadhan 1434 H silahkan baca  Muhamadiyah dengan Nahdlatul Ulama berbeda awal puasa. Prediksi awal Ramadhan menurut RHI.

Prediksi Awal Bulan Ramadhan 1434 Hijriyah Oleh : Mutoha Arkanuddin (4 Juli 2013)

Senin sore tanggal 8 Juli 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yakni bulan Sya’ban yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB pada azimuth 292°32′ atau 22,5° di Utara titik Barat. Ketinggian  Hilal 0°42′ atau 0,7° dihitung dari piringan atas Bulan sampai ufuk mar’i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam dan 4,5 °di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:37 WIB pada azimuth 287°57′. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Senin, 8 Juli 2013 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Pada hari berikutnya Selasa, 9 Juli 2013 kembali di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 20 lebih lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha. Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2013 ini dapat dilihat di website berikut :  

.:  http://hilal.kominfo.go.id .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

Lokasi Rukyat :  http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en

 


Ijtimak / Konjungsi / New Moon

Senin, 8 Juli 2013 @ 14:16 WIB – 15:16 WITA – 16:16 WIT atau 07:16 UT

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas Matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat sudut elongasi Hilal terhadap Matahari agar dapat terlihat. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

KETERANGAN :

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan Hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah Matahari terbenam.
  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal sekalipun menggunakan alat bantu optik (binokuler/teropong), sebab kedudukan Hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram Bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya Hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan alat bantu optik pada area di bawah arsiranBIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.
  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan alat bantu optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.
  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata telanjang apalagi menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.
  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

Diagram ketinggian di atas hanya berlaku untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.


Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Teori Visibilitas Hilal )

Teori Visibilitas Hilal terbaru telah dibangun oleh para astronom dalam proyek pengamatan hilal global yang dikenal sebagai Islamic Crescent Observation Project (ICOP) berpusat di Yordania berdasar pada sekitar 700 lebih data observasi hilal yang dianggap valid. Teori ini menyatakan bahwa hilal hanya mungkin bisa dirukyat jika jarak sudut Bulan dan Matahari minimal 6,4° (sebelumnya 7°) yang dikenal sebagai “Limit Danjon”. Kurva Visibilitas Hilal sebagai hasil perhitungan teori tersebut mengindikasikan bahwa untuk wilayah sekitar Katulistiwa (Indonesia) hilal baru mungkin dapat dirukyat menggunakan mata telanjang minimal pada ketinggian di atas 6°. Di bawah itu hingga ketinggian di atas 4° diperlukan alat bantu penglihatan seperti teleskop dan sejenisnya.

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas sesuai dengan teori visibilitas hilal maka seluruh wilayah  Indonesia mustahil hilal dapat dirukyat pada hari rukyat atau hari pertama ijtimak sore setelah Matahari terbenam. Hilal baru mungkin bisa dirukyat pada H+1 saat ketinggiannya mencapai 11°.  Sehinggamenurut kriteria ini awal bulan akan jatuh pada:

 Rabu, 10 Juli 2013

 Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan rukyat sebagai dasar penentuan awal bulan masih mengakui  kesaksian rukyat asalkan ketinggiannya di atas batas imkanurrukyat 2° bahkan hanya dengan mata telanjang. Sementara dalam penyusunan kalendernya NU menggunakan kriteria imkanurrukyat 2° tanpa syarat elongasi dan umur Hilal.

 2. Menurut Kriteria Hisab Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanurrukyat yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. 

Kriteria inilah yang menjadi pedoman Pemerintah RI untuk menyusun kalender Taqwim Standard Indonesia yang digunakan dalam penentuan hari libur nasional secara resmi. Dengan kriteria ini pula keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah “bisa ditebak hasilnya”.  Ormas Persatuan Islam (Persis) mulai tahun 2012 telah mengadopsi kriteria ini sebagai dasar penetapan awal bulannya walaupun dengan angka sudut yang berbeda yaitu 4° ketinggian dan 6,4° elongasi. Belakangan kriteria ini hanya dipakai oleh Indonesia dan Malaysia sementara Singapura menggunakan Hisab Wujudul Hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas.

Menurut Peta Ketinggian Hilal tersebut, pada hari pertama ijtimak syarat Imkanurrukyat MABIMS belumterpenuhi sehingga awal bulan jatuh pada :

 Rabu, 10 Juli 2013

 3. Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal

Muhammadiyah dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan “Hisab Hakiki Wujudul Hilal”. Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:

Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam”.

Berdasarkan posisi hilal saat Matahari terbenam di wilayah Yogyakarta dan beberapa bagian wilayah Indonesiamaka baru pada syarat wujudul hilal sudah terpenuhi walaupun sebagian wilayah Timur syarat wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Berdasarkan prinsip transfer wujudul hilal, maka seluruh kawasan Indonesia dinyatakan ‘hilal telah wujud’ sehingga awal bulan ditetapkanjatuh pada :

Selasa, 9 Juli 2013

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

Pada hari pertama ijtimak zone Barat maupun zone Timur walaupun cuma bagian selatan Afrika yang sudahmasuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

Zona Timur :  Rabu, 10 Juli 2013

Zona Barat :  Selasa, 9 Juli 2013

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Arab Saudi

Kurangnya pengetahuan tentang astronomi yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut “Hilal”. Klaim terhadap kenampakan hilal perukyat pada saat hilal masih berada di bawah “limit visibilitas” atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang “mustahil”.

Saudi memiliki kalender resmi yang dinamakan kalender Ummul Qura. Kalender ini telah berkali-kali mengganti kriterianya dan diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk keperluan ibadah khususnya penetapan awal dan akhir Ramadhan serta awal Zulhijjah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi khususnya Teori Visibilitas Hilal. Dan sudah bisa ditebak jika laporan rukyat masih sesuai Kalender Ummul Qura maka dianggap sah.

Diagram ketinggian Hilal di Mekkah pada hari pertama ijtimak.

Menurut Kalender Ummul Qura Saudi :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non-ibadah. Kriteria yang digunakan adalah “Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah” maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan  jatuh pada :  Selasa, 9 Juli 2013

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana “Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut”.

Berdasarkan kalender Ummul Qura, rukyat di Saudi dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2012. Namun melihat posisi dan kedudukan hilal saat itu secara sains mustahil hilal dapat dirukyat di Saudi pada hari pelaksanaan rukyat tersebut.  Namun demikian bisa dipastikan akan ada yang mengaku berhasil rukyatsehingga diperkirakan awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 9 Juli 2013

Namun jika ternyata tidak ada laporan rukyat berhasil seperti seharusnya, maka awal bulan tentunya akan jatuh pada: Rabu, 10 Juli 2013.

6. Kriteria Awal Bulan Negara-negara Lain

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan “Kriteria Imkanurrukyat MABIMS” yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Belakangan ternyata kriteria ini hanya digunakan oleh Indonesia dan Malaysia saja. Sementara Singapura menggunakan Wujudul hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas. Namun berdasarakan pertemuan Penyelelarasan Rukyat dan Taqwim MABIMS di Bali pada 27-29 Juni 2012 lalu Indonesia, Malaysia, Singapuran dan Brunei diperkirakan akan mengawali Ramadhan secara serentak pada Rabu, 10 Juli 2013.

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyatul hilal bil fi’li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

  1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat  (Qadi) serta dilakukan pengkajian ulang terhadap hasil rukyat secara ilmiah antara lain dilakukan oleh negara-negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko, Trinidad dan Brunei Darussalam.

  2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset). Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

  3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

  4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh negara Mesir.

  5. Menunggu berita dari negeri tetangga –> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

  6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  –> Kepulauan Karibia

  7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari –>diadopsi oleh Algeria, Turki, Tunisia dan Malaysia.

  8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

  9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam diMakkah –> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa (ISNA)

  10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

  11. Menggunakan Rukyat Mata Telanjang : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

  12. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah,  serta beberapa jamaah (tarekat) lainnya masih menggunakan hisab urfi yang sangat sederhana. 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Tanggal Rukyatul Hilal :

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 Sumber : RHI

 

  • Di: Amal | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Inilah Yang Mesti Dilakukan Untuk Meraih Keutamaan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan keutamaan. Karena itu sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. atas nikmatnya kembali mempertemukan kita dengan bulan yang mulia ini. Ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan.

Karena itu, agar orang yang shaum mendapatkan semua keutamaan tersebut, dia harus melaksanakan shaumnya dengan beberapa syarat, yaitu:

 Pertama, niat yang dimilikinya harus ikhlas. Ia menerima kedatangan Ramadhan dengan penuh, keikhlasan, shaum dan semua ibadah yang dilaksanakannya selama bulan Ramadhan harus ia laksanakan dengan penuh keikhlasan.

 Kedua, shaum yang dilaksanakannya bukan sebatas tidak makan dan tidak minum, tapi lebih dari itu, juga menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tercela. Sebab dalam satu haditsnya Rasulullah Saw. menjelaskan: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata ‘zuur’ dan beramal dengannya maka tidak ada keperluan bagi Allah  untuk memberinya ganjaran pahala terhadap makanan dan minuman yang ia tinggalkan (puasanya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

 Artinya kita tidak sebatas mempuasakan diri dari makan dan minum, tapi harus juga mempuasakan mulut, mata, telinga dan semua anggota tubuh kita dari perbuatan dosa. Agar dapat memenuhinya, maka selama bulan Ramadhan kita harus menyibukan diri dengan beribadah kepada Allah Swt., berdzikir sepanjang waktu. Dan sebaik-baik berdzikir adalah membaca al-Quran.

 Karena itu selama bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak bacaan al-Quran kita. Rasulullah Saw. sendiri telah memberikan contoh kepada umatnya. Beliau mempelajari Al-Qur’an tiap malam bersama Jibril as, sebagaimana yang tersebut dalam hadits Ibnu Abbas: “Rasulullah saw bertemu dengan Jibril setiap malam Ramadhan untuk mempelajari Al Qur’an “ (HR Bukhari).

 Mengingat luar biasanya keberkahan dan keutamaan bulan Ramadhan ini, sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan kali ini, agar kita berhasil mendapatkan semua keutamaan yang terdapat di bulan penuh berkah ini.

Sumber : dewandakwah.com

  • Di: Amal | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Keutamaan Ibadah di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan keutamaan. Karena itu sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. atas nikmatnya kembali mempertemukan kita dengan bulan yang mulia ini. Ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan, diantaranya:

Pertama, Allah Swt. menyediakan ampunan bagi hamba-hambaNya yang melaksanakan shaum dengan keimanan dan keikhlasan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang artinya “Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR Bukhari Muslim).

 Kedua, Allah Swt. akan melipatgandakan pahala shaum di bulan Ramadhan dengan kelipatan yang tak terhingga. Dalam sebuah hadits qudsi Allah Swt. Menjelaskan yang artinya “Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan bisa dilipatgandakan dari sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya dia adalah milik-Ku, dan Aku yang akan membalasnya sendiri, karena dia meninggalkan syahwat dan makannya  demi mencari ridha-Ku.” (HR Bukhari Muslim)

 Ketiga, shaum di bulan Ramadhan akan menjadi tameng / perisai dari jilatan api neraka bagi hamba yang melaksanaknnya. Rasulullah Saw. Bersabda yang artinya “Puasa adalah perisai dan benteng dari api neraka.” (HR. Ahmad).

 Keempat, shaum akan memberikan syafaat kepada pelakunya di hari kiamat nanti. Dalam sebuah hadits dijelaskan yang berarti “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaatnya kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat pada siang hari, maka berilah ijin kepadaku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah menahannya dari tidur pada malam hari, maka berilah saya ijin untuk memberikan syafaat kepadanya.’ Keduanya dapat ijin untuk memberikan syafa’atnya.” (HR. Ahmad).

 Kelima, di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: “Sesungguhnya bulan ini (yaitu bulan Ramadhan) telah datang kepada kamu, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkannya, berarti dia tidak mendapatkan seluruh kebaikan.” (HR Ibnu Majah).

 Untuk mendukung kaum muslimin agar mendapatkan segala keutamaan itu, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. Rasulullah Saw. bersabda: “Jika datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan diikatlah para setan.” (HR Bukhari dan Muslim).

 Dengan begitu, seolah-olah Allah Swt. ingin mengatakan kepada para hambaNya, :”Sudahkah kalian berbuat baik sebanyak-banyaknya, jangan takut digoda syetan karena syetan sudah dibelenggu.”

 Dalam kondisi seperti itu, jika masih ada umat Islam yang tidak berhasil mendapatkan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, maka dia adalah umat Islam yang paling tidak tahu diri. Sebab dia tidak memanfaatkan kesempatan besar yang disediakan Allah Swt.

 Pertanyaannya kemudian, apakah semua orang yang melaksanakan shaum di bulan Ramadhan secara otomatis mendapatkan semua keutamaan-keutamaan tersebut? Jawabannya tidak, karena Rasulullah Saw. sendiri pernah bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani)

selanjutnya …

  • Di: Artikel | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Jangan Khatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Bagi siapa saja yang merasa dirinya Muslim akan merasa penasaran dan gemes membaca judul di atas. Judul yang membuat hati ini penasaran apa sebenarnya  isi tulisan yang terkait dengan judul di atas. Ini bukan membangkitkan ‘amarah” pembaca tetapi  sebuah pencerahan bagi kaum muslimin yang sedang berlomba berusaha khatamkan Al-qur’an lebih dari sekali dalam sebulan di bulan Ramadhan  tahun ini.

Ramadhan disebut juga bulan-nya Al-qur’an; karena memang pada bulan 
inilah Allah swt menurunkan ayat pertam a Al-qur’an kepada Nabi 
Muhammad saw yang juga sebagai tanda bahwa beliau telah dinagkat 
menjadi Rasul untuk semesta alam ini. 

Selain itu juga, karena memang pada bulan ini semua orang muslim 
menjadi sangat begitu dekat dengan al-qur’an. Sehingga kita tidak bisa 
mendapati seorang muslim dibulan ramadhan ini kecuali ia sedang 
menggenggam mushaf Al-qur’an, baik itu dikantongi ataupun 
di-‘tengteng’. Itu saking giatnya mereka, sehingga mereka tidak ingin 
melewatkan kesempatan sedikitpun diwaktu-waktu bulan ramadhan ini 
kecuali ia manfaatkan dengan membaca mushaf Al-qur’an. 

Dan tidak jarang, bahkan hampir semua umat Islam mengusung target 
khatam qur’an pada bulan suci ini. Bukan hanya sekali, tapi 
berkali-kali. Bahkan ada sekolompok pemuda atau remaja yang mengadakan 
perlombaan siapa yang paling banyak khatam-nya, dan menjadi sebuah 
prestise tinggi jika bisa mengatakan “ALhamdullillah saya sudah khatam 
2 kali ramadhan ini”. Begitulah kira-kiranya. 

Tapi semangat ini, semngat mengkhatam-kan al-qur’an dibulan ramadhan 
hendaknya tidak digeneralisir untuk semua orang. Bagi mereka yang 
memang sudah mahir dan mengerti hokum-hukum Tajwid (kaidah membaca 
al-qur’an) dan bisa membacanya dengan benar, ya sah-sah saja buat 
mereka untuk mengkhatamkan al-qur’an. Karena tidak akan menjadi 
masalah. 

Tapi bagi mereka yang belum mahir membaca al-qur’an atau bahkan tidak 
mengerti hokum-hukum tajwid (sebenarnya membaca al-quran dengan tajwid 
itu –sesuai Ijma’ Ulama- hukumnya fardhu ‘Ain), maka program 
mengkhatamkan al-quran ini sungguh tidak layak dikerjakan oleh mereka. 

Alqur’an itu ada 30 Juz, berarti kalau kita ingin mengkhatamkan 
al-qur’an pada bulan ramadhan ini, kita diharuskan untuk menghabiskan 
satu hari ini dengan membaca 1 juz AL-qur’an (dengan asusmsi bahwa 1 
bulan ramadhan itu 30 hari). Dan satu juz Al-qur’an itu terdiri dari 
sepuluh lembar mushaf Madani (cetekan Arab Saudi) yang sama juga 20 
halaman Mushaf. Berarti mau tidak mau, kita harus membaca 20 halaman 
mushaf setiap harinya. 

Menurut pengalaman yang saya temui dari beberapa kawan yang memang 
sudah mahir membaca al-qur’an dan tentu saja mereka sangat mengerti 
hukum tajwid, membaca 1 juz atau 20 halaman mushaf al-qur’an itu 
membutuhkan waktu 60-90 menit (1 sampai 1,5 jam). Itu bagi mereka yang 
lancar membacanya. 

Tentu bagi kawan-kawan yang belum lancer dan mungkin tidak mengerti 
hokum-hukum tajwid, tentunya akan membutuhkan waktu lebih lama lagi. 
Tapi yang terjadi dilapangan, karena memang keinginan besarnya dan 
sudah menjadi target ramadhan dari jauh-jauh hari, ia paksakan untuk 
bisa mengkhatamkan Al-qur’an dibulan suci ini, akhirnya ia membaca 
sesukanya, tanpa peduli dengan kaidah-kaidah hokum tajwid. Ia 
tergesa-gesa dan terus membaca al-quran walaupun salah, yang penting 
bisa memenuhi target baca satu hari satu juz bahkan lebih. 

Padahal Allah telah memerintahkan dalam ayat-Nya: 
“dan Bacalah Al-qur’an dengan perlahan-lahan (tartil)” (Al-Muzzammil 4) 

Belum lagi mereka yang punya kesibukkan, pekerjaan yang memang memakan
waktu dan tenaga. Apa mungkin mereka kuat duduk 1 jam lebih dengan 
bacaan yang sudah tidak bisa dimengerti lagi? Yang terjadi akhirnya 
mereka bukan membaca qur’an, tapi justru malah menghinakan qur’an itu 
sendiri kerena telah dibaca seenaknya, sesukanya, padahal ada kaidah 
yang HARUS diikuti. Alih-alih ingin menghargai dan mengormati 
al-qur’an dengan mengkhatamkannya, tapi mereka malah menghinakannya. 

“loh bukankah baca qur’an itu tetap mendapat pahala walaupun tidak 
mengerti artinya?”. Ya benar sekali. Siapapun yang membaca al-qur’an 
pasti mendapat pahala walaupun ia tidak mengerti artinya atau tidak 
paham kaidahnya, malah mendapat 2 pahala, begitu hadits Nabi 
menjelaskan. 

Tapi itu bagi mereka yang ma uterus belajar mempelajari 
kaidah-kaidahnya, bukan untuk kejar target khatam qur’an tanpa mau 
belajar disebelum bulan atau sesudah bulan ramadhan seperti kebanyakan 
yang orang kerjakan belakangan ini. Mereka sepertinya menyepelekan 
al-qur’an dengan ke-ogah-an mereka untuk belajar. 

LALU BAGAIMANA? 

Semangat beribadah dibulan ramdhan ini harusnya juga di 
implementasikan dengan melakukan ibadah sesuai kaidah yang telah 
ditetapkan oleh syariah itu sendiri. Dan dibulan ramadhan ini, baiknya 
kita konverasi semangat mengakhatamkan qur’an itu manjadi semangat 
“BELAJAR TAJWID”. Jadi bulan Ramadhan ini sebutan barunya ialah “Bulan 
Tajwid”. 

Tidak ada lagi cara kita untuk bisa lancer membaca al-qur’an dan 
mengerti hokum serta kaidah-kaidahnya kecuali dengan kita mempelajari 
Tajwid itu sendiri. Karena ulama sejagad raya ini telah bersepakat 
bahwa mambaca AL-quran dengan tajwid itu hukumnya Fardhu ‘Ain. Artinya 
kewajiban itu sam seperti kewajiban sholat 5 waktu yang harus 
dikerjakan oleh personal masing-masing muslim. Tidak ada tawar-tawaran 
lagi. 

Waktu-waktu yang awalnya telah kita jadwalkan untuk berkhatam (tapi 
dengan bacaan salah), kita rubah dengan belajar tajwid, entah itu 
dengan mendatangi kawan yang mengerti guna meminta beliau mengajarkan 
kita tajwid. Atau mendatangi seorang ustadz/kiyai, atau juga kita 
mengikuti halaqoh-halaqoh tajwid yang biasa banyak digelar di 
masjid-masjid sekitar rumah kita masing-masing. 

Satu bulan ini kita “khatamkan” ilmu tajwid itu, sehingga nantinya 
ketika keluar bulan ramadhan ini kita sudah mampu membaca qur’an 
dengan benar tanpa salah InsyaAllah. Akhirnya bulan ramadhan yang akan 
dating kita sudah siap dengan segudang target, baik itu meng-khatamkan 
al-qur’an ataupun yang lainnya. 

Akhirnya juga kita bisa tinggalkan kebiasaan buruk kita yang telah 
lama kita kerjakan, yaitu “masuk ramadhan baca qur’an nya begitu, 
keluar ramadhan juga tetep ngga berubah, tetep salah. Tiap taon kaya 
begitu, trus buat apa ada kesempatan belajar di ramadhan ?” 

MENG-KHATAM-KAN QUR’AN ITU GAMPANG DAN TIDAK PERLU NUNGGU RAMADHAN 

Urusan mengkhatamkan qur’an itu buat saya urusan yang paling gampang 
diantara ibadah-ibadah yang lain. Jadi jangan takut ngga bisa 
mengkhatamkan qur’an, karena mengkhatamkan qur’an itu gampang, 
sebentar dan bisa kapan saja, ngga perlu nunggu ramadhan untuk bisa 
khatam. 

Percayakah anda bahwa dalam satu hari saja, saya atau kita semua itu 
bisa mengkhatamkan al-qur’an sebanyak 70 kali bahkan seratus kali. Lah 
wong ngga butuh waktu lama kok, Cuma sekitar 3 sampai 5 menit kita 
bisa mengkhatamkan al-qur’an. 

Nabi Muhammad saw bersabda: 
“Barang siapa yang membaca ‘qul huwallahu ahad’ (surat al-ikhlas) 
sekali berarti ia telah membaca sepertiga al-qur’an” (HR Tirmidzi) 

Dengan begitu, kalau kita membaca surat Al-Ikhlas itu sebanyak 3 kali 
berarti kita telah mengkhatamkan al-qur’an. Mudah bukan? Jadi tidak 
perlu nunggu-nunggu ramadhan untuk kita bisa khatam qur’an. 

Ramadhan itu kesempatan emas untuk kita menambah intensitas ibadah 
kita kepada Allah termasuk dengan membaca dan mempelajari Al-qur’an. 
Bukan kejar-kejaran target siapa yang paling banyak khatamnya. Buat 
apa khatam berkali-kali tapi tidak mau belajar dan tidak mau sadar 
kalau bacaan kita tidak benar? 

Jadi pertanyaan yang harus keluar dari mulut kita ketika bertemu 
saudara dan kawan ialah bukan “berapa kali sudah khatam?” tapi “sudah 
berapa hukum tajwid yang sudah dipelajari?”. 

Wallahu A’lam

Sumber : Muslim 


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.799.714 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat