Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘Pupuk Organik

Dekomposer  adalah suatu bahan yang digunakan untuk mempercepat pembusukan sampah dalam membuat pupuk kompos. Dekomposer produksi pabrikan antara lain EM-4, superdegra, stardec, probion, dll. Namun jika kita membeli dekomposer dirasa mahal  walaupun praktis dan tidak perlu repot, tinggal pakai saja. Namun jika petani pingin yang murah, hemat dan agak repot sedikit dapat membuatnya sendiri.

Contoh pembuatan MOL(mikroorganisme local.) adalah dari bonggol pisang. Bahan-bahan yang disiapkan antara lain bonggol pisang 5 kg, gula merah 1 kg dan air cucian beras 10 liter.

Sedang alat yang digunakan antara lain :

drum plastik 200 liter, selang dan botol air.

Cara pembuatannya :

Bonggol pisang dihaluskan dan dimasukkan ke dalam drum. Kemudian dimasukkan air cucian beras dan gula merah yang sudah dilarutkan. Drum ditutup rapat namun diberi lubang pernafasan satu arah, yaitu dengan cara melubangi tutup drum dan diberi selang dimana ujung selang dimasukkan ke dalam botol yang berisi air, sehingga gas yang ada di dalam drum dapat keluar namun udara dari luar tidak dapat masuk ke dalam drum. Selanjutnya diperam selama dua minggu.

Cara penggunaanya :

Campuran 1 liter cairan dengan 5 liter air dan ditambah gula merah 1 ons, dicampur sampai rata, disiramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan, kemudian peram selama 1 bulan.

“Dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, berarti kita dapat menghemat biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah dari barang yang sudah tidak terpakai.”

Sumber : Litbang deptan

Iklan
  • Di: Pupuk organik
  • Komentar Dinonaktifkan pada Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Pupuk organik, sampai sekarangpun masih banyak petani enggan menggunakan tambahan pupuk organik. Masih saja pupuk pokok adalah pupuk kimia, dengan alasan mudah didapat, mudah di gunakan, hemat waktu dan tenaga. Jika pupuk organik misal pupuk kandang, abu, kompos dll, repot betul menyebarkankannya, butuh waktu dan tenaga yang banyak untuk menggunkannya.

Bisa saja para petani membuat pupuk organik sendiri, tentu agak  repot sedikit dan banyak belajar. Mudah-mudahan setelah berhasil para petani akan ketagihan membuatnya. Berikut caranya :

Bahan dan Alat:

1 liter bakteri Misal EM4
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:

Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:

Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau. (Petani Desa Feb 2007)

Tulisan terkait :

  • Di: Pertanian
  • Komentar Dinonaktifkan pada Cara membuat pupuk cair dari sabut kelapa

Pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, dengan berusaha agar masyarakat sadar akan terjaga kesuburan tanahnya. Selama ini masyarakat dimanjakan dengan pupuk kimia. Tentu para petani lebih paham akan kondisi tanah pertaniannya, yaitu tanah jadi keras (Jw : bantat). Tidak subur jika tidak dengan pupuk yang banyak.

Sekarang inni sudah banyak masyarakat berusaha dengan kesadaran diri akan kekurangan kesburan tanahnya. Dengan memupuk tanah menggunakan berbagai bahan alami seperti pupuk kandang, pupuk kompos, dsb.

Ada juga masyarakat yang berusaha membuat pupuk organic hasil karya sendiri, atau kerja sama dengan orang lain, agar dapat meningkatkan hasil pertaniannya serta mengurangi biaya produksi. Salah satunya adalah Bapak Haji Ali Mugni (65) sadar lahan sawah yang terus-menerus ditanami akan kehilangan unsur hara. Pupuk bisa membantu menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Sayangnya pupuk kimia, yang banyak digunakan terus-menerus, malah membuat tanah menjadi keras dan petani terus tergantung pupuk kimia. Ia mencoba terobosan baru yaitu membuat pupuk cair pengganti pupuk kimia KCl buatan pabrik. Hasilnya cukup memuaskan.

Berbekal pengetahuan yang didapat dari berbagai pelatihan, Mugni, petani dari Desa Laban, Kecamatan Pedes, Karawang, mencoba menanam padi tanpa tanpa pupuk kimia. Mugni membuat pupuk cair spesial menggunakan sabut kelapa sebagai ganti pupuk KCl. Di benak Beliau, pupuk cair dari sabut kelapa ini kalau berhasil bisa mengurangi biaya, mengembalikan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungannya pada pupuk pabrik.

Berikut ini cara membuat pupuk cair sabut kelapa ala Ali Mugni:

Bahan dan alat

-Sabut kelapa sebanyak 25 kg

-Satu drum bekas atau bisa juga wadah serupa lainnya

-Air sebanyak 40 liter

Cara pembuatan

1. Sabut kelapa yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam drum bekas

2. Tuangkan air ke dalam drum hingga separuh terisi

3. Drum rendaman sabut kalapa harus ditutup rapat, agar tidak kemasukan air hujan atau sinar matahari langsung

4. Diamkan rendaman itu kurang lebih 15 hari

5. Jika air rendaman sudah berubah warna menjadi kuning kehitaman, berarti pupuk cair dari sabut kelapa sudah jadi dan siap digunakan

Aplikasi

1. Pupuk cair diberikan dua kali dalam satu musim tanam

2. Pertama sebagai pupuk dasar sebelum lahan ditanami atau pada fase pengolahan tanah

3. Kedua pupuk diberikan setelah padi memasuki masa primordia (awal tumbuh), dengan cara pupuk tanpa tambahan air disemprotkan pada batang padi.

Menurut Ali Mugni hasil panenan dari lahan yang menggunakan pupuk cair sabut kelapa sama dengan lahan yang menggunakan pupuk kimia KCl buatan pabrik. Keuntungan lahan menggunakan pupuk cair sabut kelapa, biaya produksi lebih sedikit karena tidak perlu keluar uang membeli pupuk KCl.

Sumber : http://www.manyaran.wonogiri.org/2009/01/27/kumpulan-resep-pupuk-organik/


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.793.128 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan