Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘Hari Ibu

  • Di: Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bolehkah Muslim Memperingati Hari Ibu ?

Hari ibu di Tanah Air biasanya dirayakan setiap tanggal 22 Desember, anak-anak  sampai orang dewasa sebagaian besar tahu akan hal itu. Tetapi jika ditanya apa makna dan tujuan memperingati hari ibu, bisa dipastikan sebagian besar tidak akan mengerti.

Seberapa pentingkah memperingati hari ibu tiap tahun hanya sekali saja, mengapa tidak setiap saat mengingat betapa pentingnya seorang ibu bagi kita yang merasa dilahirkan oleh seorang ibu?

Dalam Islam tidak pernah diajarkan atau ada tuntunan memperingati hari ibu, yang ada adalah menghormati ibu lebih utama daripada bapak, atau yang lainnya.

Perayaan hari ibu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, para sahabat radhiallahu anhum dan para imam salafus shalih. Perayaan ini adalah sesuatu yang diada-adakan dan menyerupai orang kafir (tasyabbuh). Dalam Islam perayaan (ied) tahunan yang diperbolehkan dalam Islam hanya Idul Fitri dan Idul Adha.

Berbakti kepada orang tua hukumnya wajib. Berbakti kepada orang tua khususnya ibu memang lebih dianjurkan oleh agama Islam. Karena memang ibu sangat besar jasanya bagi anak-anaknya melebihi bapak. Oleh karena itu berbakti kepada Ibu didahulukan daripada berbakti kepada Bapak. Sebagaimana dalam hadits berikut : Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Di: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ada Pergeseran dalam Memaknai Hari Ibu

Hari Ibu yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember adalah hari peringatan secara nasional terhadap peran kaum perempuan dalam memperjuangkan bangsa ini melawan penjajahan. Yang bermula dari Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Kemudian setelah Indonesia merdeka diperingatilah atas jasa peran serta kaum perempuan dengan didasarkan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 saat Presiden Soekarno menjadi Presiden RI I. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Kini, terjadi pergeseran memaknai Hari Ibu, masyarakat, media telah mengadopsi hari Ibu seperti di negara-negara lain seperti Eropa, Amerika dan negara lain dengan sebutan Mother’s Day. Maka di Indonesia sekarang diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. Namun, peringatan ini biasanya sebatas bagi orang-orang diperkotaan, dengan posisi keluarga yang sudah mapan dan pendidikan lebih maju. Dan bagi keluarga-keluarga di pedesaan, tetap saja hari Ibu tidak berarti, bahkan tidak kenal apa yang dinamakan Hari Ibu. Para ibu-ibu tetap berkutat dengan rutinitas keseharian, tetap bertugas ikut mencari nafkah, memasak, merawat anak-anak, melayani keluarga secara keseluruhan. Kejadian demikian bisa saja disebabkan kondisi ekonomi bangsa ini, belum ada perubahan yang berarti dalam mensejahterakan rakyatnya secara kesluruhan. Perekonomian bangsa ini masing morat-marit, hanya dikuasai oleh sekelompok pengusaha, atau orang perorang. Pemerintah belum bisa mengatasi korupsi yang telah merajalela. Pemerintah belum bisa mensejahterakan secara maksimal rakyatnya seperti diamanatkan oleh UUD 1945.
Kembali mengenai peringatan Hari Ibu, marilah mulai sekarang mencoba merobah sikap masyarakat yang telah mendarah daging, bahwa hari Ibu mengenai peran Ibu sebagai seorang yang telah melahirkan anak, pelayan suami, pengasuh anak dsb. Bagaimana memulainya? Peringatan hari Ibu secara resmi biasanya diperingati oleh Instansi Pemerintah mulai dari Istana Negara, Kementrian, Gubernur, Bupati, Walikota , Camat. Merekalah para pemimpin yang mestinya memulai meluruskan penyimpangan misi awal peringatan hari Ibu. Dengan dibantu oleh media massa, akan cepat diterima masyarakat secara luas.

Selamat kepada Ibu, engkaulah pejuang-pejuang sejati yang tak kenal pantang menyerah dalam memperjuangkan bangsa ini agar lebih merdeka. Merdeka dalam hak-hak seorang perempuan sesuai dengan kodrat dan martabat, ikut memerdekan bangsa ini atas keterpurukan ekonomi, pendidikan agar lebih maju lagi, bangsa menjadi lebih cerdas, jangan sampai terjajah kembali oleh pengaruh globalisasi.


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.803.758 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat