Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘al qur’an

  • Di: Islam | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Seimbang antara Tadabbur Al-Qur’an dan Khatam Al-Qur’an

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mempelajari dan merenungkan kandungan makna [tadabbur] ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca. Tadabbur Al-Qur’an adalah salah satu tujuan pokok diturunkannya Al-Qur’an. Karena tadabbur inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan para salaf bahkan terkadang dalam semalam hanya membaca satu ayat saja, yang mereka ulang-ulangi dalam shalat tahajud sampai datang waktu Shubuh.

Meskipun tadabbur Al-Qur’an sangat penting, kita juga tidak boleh melalaikan perintah syariat lainnya yaitu memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan khataman Al-Qur’an secara rutin, minimal sekali khatam dalam setiap bulannya. Banyak dan rutin membaca Al-Qur’an sehingga bisa khatam minimal sekali dalam setiap bulannya adalah perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam yang juga harus kita pelihara.

Keutamaan banyak dan rutin membaca Al-Qur’an dijelaskan dalam sebuah hadits shahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya pahala satu kebaikan, dan setiap satu kebaikan itu dibalas [minimal] dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alim lam miim itu satu huruf, namun alif adalah satu huruf, lam adalah satu huruf dan mim adalah satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2910, hadits hasan shahih)

Maka semakin banyak ayat Al-Qur’an yang kita baca, niscaya pahalanya akan semakin banyak.

Dalam hadits-hadits shahih dijelaskan perintah untuk mengkhatamkan paling lambat sekali dalam sebulan, dan paling cepat sekali dalam tiga hari. Artinya, dalam sehari seorang muslim minimal harus membaca satu juz Al-Qur’an dan maksimal ia membaca 10 juz Al-Qur’an dalam sehari.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih:

«وَاقْرَأِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عِشْرِينَ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ سَبْعٍ، وَلَا تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap bulan!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap dua puluh hari!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap sepuluh hari!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap tujuh hari dan jangan lebih cepat dari itu!” (HR. Bukhari no. 5052 dan Muslim no. 1159, dengan lafal Muslim)

Dalam riwayat hadits yang sama terdapat lafal lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an paling cepat selama 3 hari.

«اقْرَإِ القُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ»، قَالَ: إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ فَمَا زَالَ، حَتَّى قَالَ: «فِي ثَلاَثٍ»

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap bulan!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih banyak.” Maka Abdullah bin Amru terus berkata demikian sampai akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadanya: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap tiga hari!” (HR. Bukhari no. 1978)

Dalam lafal yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu:

” اقْرَأِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ “، قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُنِي أَقْوَى مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: ” فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشَرَةِ أَيَّامٍ “، قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُنِي أَقْوَى مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: ” فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ ثَلَاثٍ “

 ”Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap bulan!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih dari itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap sepuluh hari!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih dari itu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadanya: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap tiga hari!” (HR. Ahmad no. 6477, Ibnu Khuzaimah no. 2105, Ibnu Hibban no.3640 dan Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil al-Atsar. Syaikh Syuaib al-Arnauth berkata: hadits shahih)

Membaca 10 juz Al-Qur’an setiap hari sehingga khatam Al-Qur’an dalam tiga hari inilah batas paling banyak membaca Al-Qur’an yang diperintahkan kepada kita. Lebih dari itu dikhawatirkan kita tidak akan mampu mentadabburi Al-Qur’an. Seperti dijelaskan dalam hadits shahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  «لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ»

Dari Abdullah bin Amru berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidak akan memahami Al-Qur’an orang yang mengkhatamkannya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud no. 1394 dan Ibnu Hibban no. 748. Syaikh Syu’aib al-Arnauth dan Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata: Hadits shahih)

Dengan demikian, tadabbur Al-Qur’an tidak menghalangi kita untuk membaca 1 sampai 10 juz Al-Qur’an dalam sehari-semalam, selama kita memiliki kemampuan. Maka hendaknya kita mengisi hari-hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini dengan memperbanyak khatam Al-Qur’an, tanpa melalaikan kita dari mentadabburi beberapa ayat setiap harinya. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Arrohmah.com

  • Di: Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Guru Besar UIN Makasar: Rasulullah Sudah Meninggal, Al Qur’an Perlu Direvisi

Prof Dr Qassim MattarBertempat di Lecture Theater UIN Alauddin, Samata mulai sekitar pukul 10.00 WITA – 13.00 WITA, pegiat #IndonesiaTanpaJIL wilayah Makassar bekerja sama dengan BEM-Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan diskusi tentang Islam Liberal dengan menghadirkan dua pembicara.

Diskusi berjalan menarik karena menghadirkan dua pembicara yang memiliki latar belakang pemikiran berbeda antara yang menolak Islam Liberal dengan yang mendukung liberalisme Islam.

Di kubu anti JIL diwakili oleh Akmal Sjafril, MPd.I, sedangkan di kubu pendukung JIL diwakili oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar Prof. Dr. HM. Qasim Mathar.

Memulai pembicaraan mengenai definisi agama, Prof. Qasim membuat beberapa pernyataan kontroversial yang membuat diskusi berjalan ‘menarik’. Diantara pernyataan-pernyataan kontroversial lulusan program Doktor IAIN Jakarta itu antara lain adalah:

“Tidak akan kafir seseorang yang agamanya Islam walaupun dia melenceng dari ajaran2 akidah Islam,” katanya seperti disampaikan oleh Zilqiah Angraini, salah seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL melalui akun Twitter.

“Jangan teriak kafir kepada sesama umat Islam,” kata guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar itu.”

“Orang beragama itu ibarat lagi main bola di lapangan, bola itu kamu tendang kemana bolanya ngga akan kafir.” 

“Jangan membatasi penafsiran Al Quran karena generasi ke depan lebih jago daripada generasi yang zaman dulu.”

“Seharusnya dalam Islam tidak usah ada istilah poligami, karena pernikahan sempurna itu hanya monogami.”

“Kalau masyarakat aman-aman saja dengan kehadiran Islam liberal, ya jangan ganggu lagi kenyamanan masyarakat itu.”

“Tuhan tidak pernah ada di depan kita, tidak pernah ada di kursi MPR. Kedaulatan bukan di tangan Tuhan.”

“Sains itu bergerak ke depan bukan ke belakang. Islam juga harusnya begitu.”

“Yang mengaku menjadi Nabi setelah Nabi Muhammad, ya terserah dia. itu tandanya dia mau direkam sejarah. Jadi biarkan saja.”

“Rasulullah sudah meninggal, isi Al Qur’an perlu direvisi karena sudah tidak cocok lagi.”

Lebih lanjut, Prof. Qasim juga mengatakan bahwa sekarang Nabi sudah tidak ada. Menurutnya, hanya menjadi sebuah mimpi saja jika umat Islam hendak menyeragamkan pemahaman mengenai Islam.

Guru Besar yang mengaku sebagai aktivis Syiah itu juga menjelaskan karena Rasulullah sudah meninggal, maka ia mengatakan bahwa isi Al Quran perlu direvisi karena menurutnya sudah tidak cocok lagi dengn zaman.

Ia menyatakan tidak peduli dengan orang yang mau puasa atau tidak, mau berlebaran kapan. “Biarkan saja, karena Islam itu adil,” kata profesor kelahiran Makassar pada tanggal 21 Agustus 1947 itu seperti dilaporkan Zilqiah.

Prof. Qasim yang pro JIL berpesan agar umat Islam tidak usah ditanamkan dan tidak perlu disatukan, ia menyarankan agar berhenti memikirkan mengajak orang untuk bersatu.

Sang Guru Besar Sejarah dan Pemikiran Islam itu kemudian menutup statement-nya dengan kalimat, “jangan mimpi dan sibuk mikirin untuk menyeragamkan umat muslim. capek nanti.”

Kegiatan diskusi tentang Islam Liberal Kamis siang (21/06) ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara. Kepada Prof. Dr. Qasim Mathar, panitia memberikan kenang-kenangan salah satunya berupa kaos #IndonesiaTanpaJIL. [muslimdaily]

*Untuk membaca pernyataan-pernyataan silakan buka link berikut: Pernyataan Kontroversial Qasim Guru Besar UIN Makassar dlm Diskusi #IndonesiaTanpaJIL Makasar dan atau Dari Diskusi Islam Liberal 101 UIN Makassar.

Sumber : http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makasar-rasulullah-sudah-meninggal-al-quran-perlu-direvisi.html#.UfUrMm3jtLE

  • Di: Berita | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada PPP kecam guru besar UIN Makasar terkait Al-Quran

Pernyataan Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar, Qasim Mathar sebagaimana dilansir dari http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makasar-rasulullah-, bahwa Al Quran perlu direvisi karena Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia sehingga tak cocok lagi dikecam oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi, pernyataan Qosim tersebut sangat salah dan melukai umat Islam.
“Sepanjang zaman Al Quran harus dijaga, tidak ada celah mengubah, merevisinya. Pernyataan itu melukai umat Islam,” kata Arwani di Jakarta, Sabtu.

Dirinya juga sedih dengan pernyataan Qosim. Sebab, katanya, Al Quran merupakan pedoman umat Muslim hingga hari akhir nanti.

“Saya sedih jika ada yang punya pandangan seperti itu (merevisi Al Quran). Keimanan kita terhadap Allah SWT dan Al Quran tidak dibatasi oleh pada zaman Nabi Muhammad SAW saja. Keutuhan Al Quran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, berlaku sampai kiamat,” katanya.

Berikut isi dari http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makasar-rasulullah-: Bertempat di Lecture Theater UIN Alauddin, Samata mulai sekitar pukul 10.00 WITA – 13.00 WITA, pegiat #IndonesiaTanpaJIL wilayah Makassar bekerja sama dengan BEM-Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan diskusi tentang Islam Liberal dengan menghadirkan dua pembicara.

Diskusi berjalan menarik karena menghadirkan dua pembicara yang memiliki latar belakang pemikiran berbeda antara yang menolak Islam Liberal dengan yang mendukung liberalisme Islam.

Di kubu anti JIL diwakili oleh Akmal Sjafril, MPd.I, sedangkan di kubu pendukung JIL diwakili oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar Prof. Dr. HM. Qasim Mathar.

Memulai pembicaraan mengenai definisi agama, Prof. Qasim membuat beberapa pernyataan kontroversial yang membuat diskusi berjalan ‘menarik’.

Diantara pernyataan-pernyataan kontroversial lulusan program Doktor IAIN Jakarta itu antara lain adalah: “Tidak akan kafir seseorang yang agamanya Islam walaupun dia melenceng dari ajaran akidah Islam,” katanya seperti disampaikan oleh Zilqiah Angraini, salah seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL melalui akun Twitter.

“Jangan teriak kafir kepada sesama umat Islam,” kata guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar itu.” “Orang beragama itu ibarat lagi main bola di lapangan, bola itu kamu tendang kemana bolanya ngga akan kafir.”

“Jangan membatasi penafsiran Al Quran karena generasi ke depan lebih jago daripada generasi yang zaman dulu.” “Seharusnya dalam Islam tidak usah ada istilah poligami, karena pernikahan sempurna itu hanya monogami.” “Kalau masyarakat aman-aman saja dengan kehadiran Islam liberal, ya jangan ganggu lagi kenyamanan masyarakat itu.”

“Tuhan tidak pernah ada di depan kita, tidak pernah ada di kursi MPR. Kedaulatan bukan di tangan Tuhan.” “Sains itu bergerak ke depan bukan ke belakang. Islam juga harusnya begitu.” “Yang mengaku menjadi Nabi setelah Nabi Muhammad, ya terserah dia. itu tandanya dia mau direkam sejarah. Jadi biarkan saja.” “Rasulullah sudah meninggal, isi Al Qur’an perlu direvisi karena sudah tidak cocok lagi.”

Lebih lanjut, Prof. Qasim juga mengatakan bahwa sekarang Nabi sudah tidak ada. Menurutnya, hanya menjadi sebuah mimpi saja jika umat Islam hendak menyeragamkan pemahaman mengenai Islam.

Guru Besar yang mengaku sebagai aktivis Syiah itu juga menjelaskan karena Rasulullah sudah meninggal, maka ia mengatakan bahwa isi Al Quran perlu direvisi karena menurutnya sudah tidak cocok lagi dengn zaman.

Ia menyatakan tidak peduli dengan orang yang mau puasa atau tidak, mau berlebaran kapan. “Biarkan saja, karena Islam itu adil,” kata profesor kelahiran Makassar pada tanggal 21 Agustus 1947 itu seperti dilaporkan Zilqiah.

Prof. Qasim yang pro JIL berpesan agar umat Islam tidak usah ditanamkan dan tidak perlu disatukan, ia menyarankan agar berhenti memikirkan mengajak orang untuk bersatu.

Sang Guru Besar Sejarah dan Pemikiran Islam itu kemudian menutup statement-nya dengan kalimat, “jangan mimpi dan sibuk mikirin untuk menyeragamkan umat muslim. capek nanti.” Kegiatan diskusi tentang Islam Liberal Kamis siang (21/06) ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara.

Sumber : Antaranews.com

NB : http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makasar-rasulullah- (saat ini diposting tidak bisa diakses)

 

  • Di: Berita | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Terjemahan Alquran Tertua Ditemukan Di Cina

Peneliti budaya Muslim di Cina menemukan terjemahan Alquran tertua. Terjemahan Alquran dalam bahasa Cina ini ditemukan di provinsi Gansu.

Kepala Institut Kebudayaan Muslim Universitas Lanzhou, Ding Shiren mengatakan Alquran tersebut diyakini diterjemahkan oleh Sha Zhong dan Ma Fulu. Kedua orang ini adalah imam dan sering membuat kaligrafi dalam bahasa Arab.

“Zhong dan Fulu mulai menerjemahkan Alquran pada 1909. Pekerjaan mereka selesai pada tahun 1912,” kata Ding Shiren. Ding mengatakan terjemahan oleh Zhong dan Fulu murni diterjemahkan dari versi bahasa Arab. Ada beberapa bagian tertentu yang diterjemahkan menggunakan dialek Lanzhou.

Menurut para ahli, Islam telah diperkenalkan ke Cina pada masa Dinasti Tang (618-907). Namun, pada saat itu para sarjana Cina tidak menerjemahkan Alquran dalam bahasa Cina. Mereka khawatir terjadi salah penafsiran dalam menerjemahkan makna dari kitab suci umat Islam tersebut

Sumber : Republika

  • Di: Amal | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim

Mungkin tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun Baru.

Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang yang berpendapat demikian adalah mereka orang-orang kafir. Namun hal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir.

Dan ada juga sebagian di antara kaum muslimin, berpendapat nyeleneh sebagaimana pendapatnya orang-orang kafir. Dengan alasan toleransi dalam beragama!? Toleransi beragama bukanlah seperti kesabaran yang tidak ada batasnya. Namun toleransi beragama dijunjung tinggi oleh syari’at, asal di dalamnya tidak terdapat penyelisihan syari’at. Bentuk toleransi bisa juga bentuknya adalah membiarkan saja mereka berhari raya tanpa turut serta dalam acara mereka, termasuk tidak perlu ada ucapan selamat.

Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak-akhlak terpuji. Tidak hanya perlakuan baik terhadap sesama muslim, namun juga kepada orang kafir. Bahkan seorang muslim dianjurkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang kafir tidak memerangi kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

Namun hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menggeneralisir sikap baik yang harus dilakukan oleh seorang muslim kepada orang-orang kafir. Sebagian orang menganggap bahwa mengucapkan ucapan selamat hari natal adalah suatu bentuk perbuatan baik kepada orang-orang nashrani. Namun patut dibedakan antara berbuat baik (ihsan) kepada orang kafir dengan bersikap loyal (wala) kepada orang kafir.

Alasan Terlarangnya Ucapan Selamat Natal

1- Bukanlah perayaan kaum muslimin

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).

Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.

2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal

Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.

Nah,begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).

3- Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru

Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.

Ketika kita mengucapkan selamat natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan oarang kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)

4- Nabi melarang mendahului ucapan salam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.

5- Menyerupai orang kafir

Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum  muslimin untuk menyerupai kaum kafir.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Pembicaraan Kelahiran Isa dalam Al Qur’an

Bacalah kutipan ayat di bawah ini. Allah Ta’ala berfirman,

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (22) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (25)

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)

Kutipan ayat di atas menunjukkan bahwa Maryam mengandung Nabi ‘Isa ‘alahis salam pada saat kurma sedang berbuah. Dan musim saat kurma berbuah adalah musim semi. Jadi selama ini natal yang diidetikkan dengan musim dingin (winter), adalah suatu hal yang keliru.

Penutup

Ketahuilah wahai kaum muslimin, perkara yang remeh bisa menjadi perkara yang besar jika kita tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat ulang tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.

Meskipun ucapan selamat hanyalah sebuah ucapan yang ringan, namun menjadi masalah yang berat dalam hal aqidah. Terlebih lagi, jika ada di antara kaum muslimin yang membantu perayaan natal. Misalnya dengan membantu menyebarkan ucapan selamat hari natal, boleh jadi berupa spanduk, baliho, atau yang lebih parah lagi memakai pakaian khas acara natal (santa klaus, pent.)

Allah Ta’ala telah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : muslim.or.id

  • Di: Berita | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Al Quran Terbesar di Dunia

Al Qur’an Terbesar Di Dunia

Al Qur’an adalah Kitab suci umat muslim, yang sering kita lihat Al-Quran dicetak dalam berbagai ukuran dan bentuk. Suatu hal yang tidak asing bila kita melihat ukuran dan bentuk Al-quran yang kecil atau biasa. Dengan ukuran kecil, Al-Quran mudah dan bisa dibawa ke mana-mana saat kita hendak membacanya.

Berbeda dengan yang ada di Republik Tatarstan, Federasi Rusia ini, Al-quran memiliki ukuran dan bentuk sangat besar dan merupakan yang terbesar di dunia. Al-Quran yang dicetak ini memiliki berat 800 pound(sekitar 500 kg), 120 pound diantaranya berat jilid Al-Quran itu sendiri.

Jilid Al-Quran terbuat dari batu malachite dan dilengkapi dengan batu-batu permata lainnya, seperti jasper atau batu merah, turquoise atau pirus, koral, gold leaf, topaz dan perak. Untuk membuka jilid Al-Quran ini dibutuhkan tenaga 4-6 orang.

Al-Quran dengan tebal 632 halaman ini  dicetak di Italia dengan menggunakan kertas khusus dari Skotlandia. Setiap lembarnya memiliki berat 250 gram. Lebar Al-Quran 1,5 meter, panjang 2 meter dan tebal 25 sentimeter. Apabila dalam keadaan terbuka, lebarnya menjadi 3 meter.

 

Dengan keunikan ini, Al-Quran tersebut masuk ke dalam buku Guinness World Records. Sementara itu, Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia mencatat Al-Quran ini sebagai buku yang memiliki nilai-nilai budaya.

Pada tanggal 17 November 2011 Al-Quran terbesar di dunia tersebut tiba di Kazan, Ibukota Republik Tatarstan dan disimpan di Masjid Agung Kul-Sharif yang berlokasi di Kremlin Kazan.

Pada tanggal 17 Mei 2012 puluhan umat muslim Tatarstan membaca Kitab Suci ini secara bergantian selama sehari semalam di Masjid Kul-Sharif.

Pencetakan Al-Quran tersebut untuk menjunjung Islam dan nilai-nilainya sebagai agama tradisional yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Tatarstan.

Sejak tanggal 21 Mei 2012 Kitab Suci yang masuk buku Gunness World Record ini disimpan di sebuah gedung khusus memorial muslim di Bulgar, Tatarstan. Penempatan Al-Quran ini juga untuk memperingati  1090 tahun Islam sebagai agama resmi pemerintah di wilayah Volga Bulgary.

Bulgar adalah sebuah kota tua dan bersejarah bagi umat muslim Tatarstan. Pada bulan Mei 922 masehi Islam dijadikan agama resmi pemerintahan di wilayah Volga Bulgary saat itu. Volga Bulgary juga merupakan pemerintahan muslim pertama di Eropa Timur. Sementara itu, menurut para ahli sejarah, Islam sendiri masuk ke Bulgar pada tahun 737 masehi atau 185 tahun sebelum dijadikan agama resmi pemintahan.

al quran terbesar di dunia dari Republik Tatarstan

Baca  di  http://www.islamlife.ru/blog/90.html  dan http://www.pravda.ru/photo/album/18526/5/


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.799.728 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Al-Jazera english

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat