Marhenyantoz's Blog

Posts Tagged ‘akhlak

  • Di: Amal | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim

Mungkin tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun Baru.

Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang yang berpendapat demikian adalah mereka orang-orang kafir. Namun hal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir.

Dan ada juga sebagian di antara kaum muslimin, berpendapat nyeleneh sebagaimana pendapatnya orang-orang kafir. Dengan alasan toleransi dalam beragama!? Toleransi beragama bukanlah seperti kesabaran yang tidak ada batasnya. Namun toleransi beragama dijunjung tinggi oleh syari’at, asal di dalamnya tidak terdapat penyelisihan syari’at. Bentuk toleransi bisa juga bentuknya adalah membiarkan saja mereka berhari raya tanpa turut serta dalam acara mereka, termasuk tidak perlu ada ucapan selamat.

Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak-akhlak terpuji. Tidak hanya perlakuan baik terhadap sesama muslim, namun juga kepada orang kafir. Bahkan seorang muslim dianjurkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang kafir tidak memerangi kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

Namun hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menggeneralisir sikap baik yang harus dilakukan oleh seorang muslim kepada orang-orang kafir. Sebagian orang menganggap bahwa mengucapkan ucapan selamat hari natal adalah suatu bentuk perbuatan baik kepada orang-orang nashrani. Namun patut dibedakan antara berbuat baik (ihsan) kepada orang kafir dengan bersikap loyal (wala) kepada orang kafir.

Alasan Terlarangnya Ucapan Selamat Natal

1- Bukanlah perayaan kaum muslimin

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).

Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.

2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal

Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.

Nah,begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).

3- Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru

Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.

Ketika kita mengucapkan selamat natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan oarang kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)

4- Nabi melarang mendahului ucapan salam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.

5- Menyerupai orang kafir

Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum  muslimin untuk menyerupai kaum kafir.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Pembicaraan Kelahiran Isa dalam Al Qur’an

Bacalah kutipan ayat di bawah ini. Allah Ta’ala berfirman,

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (22) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (25)

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)

Kutipan ayat di atas menunjukkan bahwa Maryam mengandung Nabi ‘Isa ‘alahis salam pada saat kurma sedang berbuah. Dan musim saat kurma berbuah adalah musim semi. Jadi selama ini natal yang diidetikkan dengan musim dingin (winter), adalah suatu hal yang keliru.

Penutup

Ketahuilah wahai kaum muslimin, perkara yang remeh bisa menjadi perkara yang besar jika kita tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat ulang tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.

Meskipun ucapan selamat hanyalah sebuah ucapan yang ringan, namun menjadi masalah yang berat dalam hal aqidah. Terlebih lagi, jika ada di antara kaum muslimin yang membantu perayaan natal. Misalnya dengan membantu menyebarkan ucapan selamat hari natal, boleh jadi berupa spanduk, baliho, atau yang lebih parah lagi memakai pakaian khas acara natal (santa klaus, pent.)

Allah Ta’ala telah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : muslim.or.id

Iklan

10. Penyantun dan Sabar

Di antara akhlak Islami adalah sifat penyantun, penyabar, pemaaf dan merelakan kesalahan orang lain serta mau menerima permohonan maaf orang yang mengakui kesalahannya. Allah Swt berfirman yang artinya :” Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, Sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” QS. Asy Syuuraa : 43

Dan firman-Nya pula : ”…. Dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?

Nabi saw. Bersabda :”Sedekah tiada akan mengurangi harta, Allah tiada menambah seorang hamba pemaaf kecuali kemuliaan, tiada seorangpun yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Ia tinggikan derajatnya”. HR. Muslim.

Dan beliau bersabda pla : ”Kasihinilah niscaya kamu dikasihi, dan ampunkanlah niscaya kamu diampuni”. HR. Ahmad.

11. Mendamaikan Manusia

Mendamaikan pertikaian adalah akhlak Islami yang sangat agung yang dapat menebarkan cinta, kedamaian dan semangat saling membantu antara sesama manusia. Allah berfirman yang artinya :  ”  Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. dan barangsiapa yang berbuat demikian Karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar” [QS. An Nisaa’ : 114]

12. Sifat Malu

Sifat malu adalah akhlak Islami yang mengajak mencapai kesempurnaan dan keutamaan serta menghalangi dari sifat-sifat rendah dan kekejian. Malu yang dimaksudkan adalah malu kepada Allah bila seorang muslim dilihatnya dalam maksiat. Demikian juga malu kepada  diri sendiri, yang merupakan ekspresi iman yang ada dalam hati,. Nabi saw bersabda : ” Sifat malu tidak mendatangkan selain kebaikan” [Muttafaq ’alaihi]

13. Kasih Sayang

Di antara akhlak Islami adalah saling kasih dan sayang, yang sudah lenyap dari jiwa banyak manusia, sehingga hati mereka menjad keras bagaikan batu atau lebih keras lagi. Sedangkan orang mukmin bersifat penyayang, merasa iba,  mempunyai perasaan yang halus dan mudah tersentuh, Allah Swt berfirman yang artinya : ” Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. [QS Al Balad : 17-18]

Nabi saw bersabda :” Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai dan berkasih  sayang adalah ibarat satu  tubuh, bila salah satu anggotanya sakit anggota yang lain akan ikut merasakan tidak tidut dan sakinya”.[HR.Muslim]

14. Berlaku Adil

Di antara akhlak Islami adalah keadilan yang dapat menebarkan ketentraman jiwa, menyebabkan langgengnya keamanan dalam masyarakat, serta terhapusnya segala macam bentuk kejahatan. Allah Swt berfirman yang artinya : ” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat” [QS. An Nahl : 90]

Dan firman-Nya  pula ”Da berlaku adilah kamu, karena berlaku adil itu lebih ekat kepada ketaqwaan”

Nabi saw bersabda : ” Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar cahaya; yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga dan orang-orang yang mereka pimpin”.

15. Menjaga Kesucian Diri

Di antara akhlak Islami adalah menjaga kesucian diri yang dapat mengawal kehormatan, dari percampuran keturunan, Allah berfirman : ”Hendaklah orang-orang yang belum sanggup menikah menjaga kesucian dirinya sampai Allah mengaruniakan kecukupan”.

 

Nabi saw bersabda ”Jaminlah olehmu enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagimu; apabila seseorang dari kalian berbicara jangan bohong, apabila dipercaya jangat berkhianat, apabila berjanji jangan mangkir, tundukkanlah pandanganmu, tahanlah tanganmu (dari berbuat dosa) dan peliharalah kemaluanmu” [HR. Thabarany]

Inilah akhlak-akhlak Islam, tak satupun yang tidak dapat diterima, bahkan ia merupakan budi pekerti yang mulia yang sesuai dengan fitrah yang sehat. Jika kaum muslimin konsisten dengannya pasti orang-orang akan berlomba-lomba datang kepada mereka memasuki  agama Allah dengan berbondong-bondong seperti orang-orang terdahulu masuk Islam disebabkan baiknya akhlaq dan tingkah laku kaum muslimin.

 

  • Di: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada Pokok-pokok Akhlak Islami (3)

Pokok-pokok Akhlak Islami, tulisan ke tiga

7. Berlaku Baik Kepada Tetangga

    Di antara akhlak islam juga berlaku baik kepada tetangga. Tetangga adalah orang yang tinggal di samping rumah. Yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan penghargaan adalah yang paling dekat kepadamu. Allah Swt berfirman yang artinya :”  Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh ” (QS. An-Nisaa’ 36)

     

    Baca entri selengkapnya »

    • Di: Uncategorized
    • Komentar Dinonaktifkan pada Pokok-Pokok Akhlak Islami(2)

    4. Tawadhu” (merendahkan diri)

    Diantara akhlaq islami yang mesti diperhatian oleh seorang muslimah adalah sifat tawadhu., kepada sesame muslim baik kaya atau miskin. Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Hijr 88 :”Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman”.

    Sabda Nabi saw.”Sesungguhnya Allah telah memahyukan kepadaku; agar kamu merendahkan diri, sampai tidak ada seorangpun  yang berlaku sombonh dan angkuh terhadap yang lain (HR. Muslim).

    5. Berbakti Kepada Orang Tua

     

    Baca entri selengkapnya »

    • Di: Uncategorized
    • Komentar Dinonaktifkan pada Pokok-Pokok Akhlak Islami

    Pokok-Pokok Akhlak Islami,
    (Dalam hal ini dibagi menjadi 15 , ditulis bersambung……)

    1. Berlaku Benar
    Sifat benar adalah akhlak islam yang diperintahkan Allah Swtkepada seorang muslim, Allah Swt.,berfirman dalam Surat At-Taubah 119. “ Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”.

    Bersabda rasulullah Saw : “Hendaklah kamu berlaku benar, karena sifat benar akan membawa kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan membimbing masuk surga, seseorang yang selalu berlaku benar, dan bersungguh-sungguh untuk selalu benar, sampai ia dituliskan di sisi Allah sebagai Shiddiq (hamba yang sangat benar)”.(HR. muslim)

    2. Jujur Menunaikan Amanah
    Menunaikan amanah kepada ahlinya adalah akhlak islam yang diperintahkan Allah kepada setipa muslim, sesuai dengan firman Allah yang artinya :” Sesungguhnya Allah menyuruh kami menggembalikan semua amanah kepada yang berhak menerimannya “ (QS. An-Nisaa : 53)

    Nabi Muhammad Saw dahulu dikenal dikalangan kaumnya dengan gelar “al Amin” (orang yang jujur). Oleh sebab itu mereka selalu mempercayakan harta mereka kepadanya.

    Ketika Allah mengijinkan hijrah ke Madinah karena kerasnya intimidasi dari orang-orang musyrikin terhadapnya dan kaum muslimin, beliau baru hijrah setelah mengembalikan semua harta benda yang dititipkan kepada semua pemiliknya, padahal mereka adalah orangorang kafir. Walaupun demikian Islam tetap memerintahkan mengembalikan semua amanah kepad pemiliknya.

    3. Menepati Janji

    Diantara akhlak Islam yang agung adalah menepati janji. Allah Swt berfirman yang artinya “ Dan tepatilah janji, kaerna janji itu Akan dimintai pertanggung jawabannya). QS Al Asraa:34dan 34). Dan Allaw swt berfirman juga tang artinya : “Yaitu orang-orang yang mempati janji, dan mereka tiada menghianati perjanjian.
    Menyalahi janji adalah salah satu sifat orang munafi’k yang disebutkan  Nabi Saw.

    Sumber : Inilah Islam oleh Dr. Ahmed Al-Mazyad dan Dr. Adil Asy-shddy


    Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

    Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

    Download Fatwa MUI


    Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

    Wakaf Al-Qur’an

    Pengingat Hari ini

    Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

    Translate to your language

    Radio Online

    Kajian.Net

    Selamat

    Daftar Isi

    Slogan

    Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

    doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

    IP

    IP

    Blog Stats

    • 1.787.202 hits

    Pengunjung dari ……

    free counters

    Arsip Tulisan

    Peta Visitor

    Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

    Link Gambar

    Admin

    Image by FlamingText.com

    Pingin klik sajaFlamingText.com

    RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

    RSS Hidayatullah.com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

    Quick Counter

    HTML hit counter - Quick-counter.net

    Do’a Selepas Shalat

    Iklan