Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Seni Budaya’ Category

  • Di: Seni Budaya
  • Komentar Dinonaktifkan pada Klaim Tari Tor-tor, Malaysia Perlu Dibom !!

Malaysia berulah lagi. Kali ini Tarian Tor-Tor diklaim  sebagai Milik  Malaysia. Waktu akan datang akan ada lagi klaim-klaim semacam ini. Malaysia menguji sampai sejauh mana katangguhan orang Indonesia menghadapi diplomasi.  Rakyat Indonesia marah, apalagi orang-orang Batak yang punya langsung tarian ini.

Kalau Indonesia sudah bosan urusan klaim meng-klaim kebudayaan, barulah nanti Pulau Sumatra diklaim sebagai wilayahnya.  Bagaimana sikap Bangsa Indonesia?

Inilah pendapat Ruhut Sitompul, mengaku sudah lelah dengan sikap Malaysia yang selalu mengklaim kebudayaan Indonesia. “Sekali-kali perlulah kita Bom, biar jadi shock therapy”.

Menurut dia Indonesia sekali-kali mesti tegas terhadap Malaysia. “Kalau tidak kita diinjak-injak terus,” katanya. “Capek diplomasi terus, mereka pasti selalu berkelit.”

Apa yang dilakukan Malaysia dengan berkali-kali mengklaim kebudayaan Indonesia dinilai Ruhut akibat negara tersebut krisis jati diri. “Mereka kan sedang mencari-cari identitas, hanya cari-cari sensasi saja,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah Malaysia berkeinginan mengakui tari tor-tor dan alat musik gondang sambilan (sembilan gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut.

Seperti dilansir kantor berita Bernama di Malaysia, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Rais Yatim berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. “Tarian ini akan diresmikan sebagai salah satu cabang warisan negara,” kata Datuk Seri Dr. Rais Yatim seperti dikutip Bernama usai meresmikan Perhimpunan Anak-anak Mandailing, Kamis, 14 Juni 2012

Mulai sekarang ini Rakyat Indonesia bersatu , menggalang kekuatan untuk mulai menyiapkan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memperkuat kepemilikan suatu kekayaan budaya. Jika harus bersertifikat, atau pengakuan dari Unesco , pemerintah Indonesia harus mendapatkannya, kalau memang ini asli Indonesia.

Coba semua Lawyer yang sering diskusi di Jakarta, Lawyer Club, sering muncul di TV bersatu mensomasi Malaysia terkait tot-tor ini, tunjukkan kepiawaiannya sebagai Lawyer profesional.

Iklan

LIRIK LAGU LAMPUNG TANOH LADO

CIPTAAN : FATSYAHBUDIN

JAK RANAU TIGOH DI TELADAS

JAK PALAS MUNGGAH MIT BENGKUNAT

GUNUNG RIMBA TIUH PUMATANG

PULAU-PULAU DI  LAOK LEPAS

REFF

BUMIKU TANOH LAMPUNG KULAWI

PANJAK WAH-WAH DI NUSANTARA

TANI TUKUN SANGUN JAK JEBI

TANOH LAMPUNG TANOH LADA……………

MEREGAI BUAI RIK BAHASA

NAYAH SINA TANDA RAM KAYA

ADAT RIK BUDAYA

SURATNI KAGANGA

JADI WARISAN JAMA-JAMA

TABIKPUN JAMA SAI TUHA RAJA

PENYIMBANG SEBATIN SEMERGA

SALAH RIK CEMPALA TIAN SAI NGURA-NGURA

KILU TAWAI SIKAM KILUYANG …….

Link Video Youtube di sini

Uri-uri kabudayan boso jowo ono ing monco negoro. Ada sesuatu yang membanggakan hati ketika suatu malam browsing di internet menemukan suatu radio streaming  yang setelah didengarkan siarannya full “boso jowo” ngoko. Kemudian kita coba bongkar informasi yang ada di web tersebut untuk mencari semua informasi yang terkait dengan suara “jawa”nya, yang agak beda dialek yang diucapkan sang penyiar seperti kebanyakan bahasa jawa keseharian yang kita dengar.

Sebelum membaca lebih lanjut boleh dicoba dulu di sini http://rtv-garuda.com untuk mencari beberapa informasi atau ingin mencoba mendengarkan suaranya di sini http://rtv-garuda.com/webplayer.html dan jadwal acaranya di sini http://rtv-garuda.com/index..htm.  Coba kita bandingkan dengan yang saya temukan  di sini   belum ada yang menggunakan bahasa daerah 50% atau lebih.

Setelah anda mencoba barangkali dalam benak kita, muncul suatu pengakuan “sungguh hebat orang-orang Suriname keturunan Jawa ini”. Setelah seratusan tahun yang lalu para leluhurnya meninggalkan tanah jawa karena “dipaksa” Belanda untuk untuk menjadi “budak”nya. Setelah turun-temurun ke anak cucu, hasil didikan para sesepuh, orang tua telah menyatu dalam jiwa orang-orang jawa Asli Suriname ini. “Lestarekno budoyo jowo” mugo-mugo langgeng selawase.

Sampai saat ini saya sendiri belum pernah menemukan sebuah station Radio di beberapa daerah di Indonesia yang kita lewati, dengan program siaran yang mengkhususkan menggunakan bahasa daerah  sebagai pengantar, walaupun tidak 100%, tetapi lebih dari 80%.

Mudah-mudahan kedepaan akan ada station radio yang menyiarkan dengan pengantar bahasa daerah seccara full time.  Bukan berarti akan mengkotak-kotakan kesukuan, tetapi lebih sekedar URI-URI BAHASA DAERAH, agar budaya berbahasa daerah tetap lestari.

Inilah pelajaran yang bisa kita petik dari adanya pengalaman sejarah kelam saudara kita yang ada di Suriname, masih bersikukuh ingin mempertahankan budaya leluhurnya, sebagai kekayaan budaya bangsa Suriname. Dengan keminoritasan mereka (17%) dari populasi penduduk Suriname orang-orang keturunan jawa ini tetap eksis terus memacu diri untuk membangun bangsanya sendiri.

Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini.

1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada
nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.
2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang
terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa
bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.
3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.

1. Religius , Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan

pemeluk agama lain.

2. Jujur, Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi , Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin ,Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras , Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas,serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6. Kreatif, Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri, Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis, Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu, Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan ,Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan

kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,

bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang

lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai

bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan

pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas

dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Catatan:

Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai

dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan

materi bahasan suatu mata pelajaran. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkan

menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur,

peduli, cerdas, dan tangguh/kerjakeras.

Sumber : Naskah Bahan Pelatihan Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Kemendiknas 2010

 

  • Di: Berita | Seni Budaya
  • Komentar Dinonaktifkan pada Miss Indonesia 2011, dari JAWA TIMUR

Astrid Ellena I.Y Inilah Miss Indonesia 2011

Nama : Astrid Ellena I.Y
Tanggal Lahir : 08 Juni 1990
Umur: 20 Tahun
Tinggi: 170 cm
Berat: 51 Kg
Bahasa: Inggris, Spanyol, Mandarin

Miss Tubuh Indah dari Bali  Putu Tri Bulan Utami

Miss Cantik dari Jawa Timur  Astrid Ellena Indriana Yunad

Miss Sporty dari Kalimantan Tengah  Madina Nur Muthia,

Miss Life Style dari Banten  Nadya Siddiqa

Miss Persahabatan  dari Papua Barat Amanda Roberta Zevannya

Miss Favorit dari Jawa timur Astrid Ellena Indriana Yunad

  • Di: Berita | Seni Budaya
  • Komentar Dinonaktifkan pada Miss Persahabatan Indonesia 2011

Inilah yang berhak memperoleh gelar Miss Persahabatan Indonesia 2011

Propinsi Papua Barat  Amanda Roberta Zevannya, 19th


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.787.195 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan