Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Ramadhan’ Category

  • Di: Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kultum : Syukur Atas Nikmat Allah

Rasulullah SAW dan para sahabat menyambut bulan Ramadhan dengan penuh sukacita. Dalam pidato menyambut datangnya bulan Ramadhan,

Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan agung (syahrun ‘azhim), bulan kebajikan (syahrun mubarak), dan bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ibn Khuzaimah dari Salman).

Ramadhan tak pelak lagi merupakan anugerah dan rahmat dari Allah SWT (fadhlun min Allah wa rahmatuh). Sebagai anugerah dan rahmat, kita wajib mensyukurinya.

Diantara beberapa cara adalah  :

1. Merasa senang atas datangnya nikmat yang Allah berikan kepada kita.

2. Selalu meningkatkan amal ibadah, amal shaleh.

3. Berdo’a, mohon petunjuk, mohon bimbingan, dan mohon diampuni segala dosa .

Ramadhan adalah sarana yang tepat untuk mendidik dan melatih kita menjadi hamba-hamba yang penuh syukur kepada-Nya.

Iklan
  • Di: Amal | Kultum | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kultum : Hikmah Puasa Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan 1435 H.  Selamat datang bulan suci Ramadhan 1435 H. Alhamdulillah kita semua masih diberikan umur yang panjang sehingga kita masih bisa beribadah puasa, meningkatkan amal ibadah, melaksanakan ibadah-ibadah lainya untuk menggapai manusia yang bertqwa.

Kepada seluruh pengunjung blog ini kami mohon maaf jika ada salah dan khilaf, mari kita melaksanakan ibadah puasa di 1435 H dengan penuh ikhlas, dan mendapatkan derajat Taqwa .Amin

Dalam kesempatam di awal Ramadhan ini kita sampaikan Hikmah Puasa Ramadhan, mudah-mudahan bermanfaat.

Di jagat ini tidak ada makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan sia-sia. Demikian juga hukum Allah. Segala perintah dan larangan yang diberikan pada makhluknya, pasti ada hikmahnya.

Demikian juga halnya dalam ibadah puasa, puasa sifatnya wajib. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)

Diantara hikmah puasa adalah

  1. Puasa dapat mensucikan jiwa untuk selalu taat kepada perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

             Ibadah Puasa ini hanya untuk Allah, bukan yang lainnya “ Sungguh ibadah puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan         membalasnya”     (HR Bukhari Muslim).

  1. Puasa dapat menjaga dan mengobati penyakit jiwa dan raga.
  2. Puasa dapat melatih kesabaran, kegigihan , keuletan. Untuk menggapai kesuksesan dunia dan akherat tentu tidaklah mudah, diperlukan kesabaran, kegigihan , keuletan. Untuk memperoleh iman yang sempurna serta derajat Taqwa,
  3. Puasa dapat menghambat/menahan/membendung hawa nafsu. Hawa nafsu syahwat, hawa nafsu amarah, hawa nafsu berbuat zalim, hawa nafsu korupsi, dsb.
  4. Puasa dapat meningkatkan rasa syukur, serta peduli sesama. Saat orang sedang puasa akan merasakan rasa lapar seperti halnya orang yang tak punya, tidak mampu membeli makanan karena kekurangannya. Tidak bisa makan karena kemiskinannya. Inilah saat yang tepat membangkitkan kepedulian kepada sesama dengan infaq, sedekah di bulan yangpenuh berkah.

Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh dengan rahmat, barokah, dan pembebasan dari api neraka. Di bulan inilah bisa menjadi bulan latihan, bulan pendidikan, melatih diri kita sebagai manusia untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.

  • Di: Islam | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Seimbang antara Tadabbur Al-Qur’an dan Khatam Al-Qur’an

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mempelajari dan merenungkan kandungan makna [tadabbur] ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca. Tadabbur Al-Qur’an adalah salah satu tujuan pokok diturunkannya Al-Qur’an. Karena tadabbur inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan para salaf bahkan terkadang dalam semalam hanya membaca satu ayat saja, yang mereka ulang-ulangi dalam shalat tahajud sampai datang waktu Shubuh.

Meskipun tadabbur Al-Qur’an sangat penting, kita juga tidak boleh melalaikan perintah syariat lainnya yaitu memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan khataman Al-Qur’an secara rutin, minimal sekali khatam dalam setiap bulannya. Banyak dan rutin membaca Al-Qur’an sehingga bisa khatam minimal sekali dalam setiap bulannya adalah perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam yang juga harus kita pelihara.

Keutamaan banyak dan rutin membaca Al-Qur’an dijelaskan dalam sebuah hadits shahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya pahala satu kebaikan, dan setiap satu kebaikan itu dibalas [minimal] dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alim lam miim itu satu huruf, namun alif adalah satu huruf, lam adalah satu huruf dan mim adalah satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2910, hadits hasan shahih)

Maka semakin banyak ayat Al-Qur’an yang kita baca, niscaya pahalanya akan semakin banyak.

Dalam hadits-hadits shahih dijelaskan perintah untuk mengkhatamkan paling lambat sekali dalam sebulan, dan paling cepat sekali dalam tiga hari. Artinya, dalam sehari seorang muslim minimal harus membaca satu juz Al-Qur’an dan maksimal ia membaca 10 juz Al-Qur’an dalam sehari.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih:

«وَاقْرَأِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عِشْرِينَ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ سَبْعٍ، وَلَا تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap bulan!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap dua puluh hari!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap sepuluh hari!”

Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap tujuh hari dan jangan lebih cepat dari itu!” (HR. Bukhari no. 5052 dan Muslim no. 1159, dengan lafal Muslim)

Dalam riwayat hadits yang sama terdapat lafal lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an paling cepat selama 3 hari.

«اقْرَإِ القُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ»، قَالَ: إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ فَمَا زَالَ، حَتَّى قَالَ: «فِي ثَلاَثٍ»

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap bulan!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih banyak.” Maka Abdullah bin Amru terus berkata demikian sampai akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadanya: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap tiga hari!” (HR. Bukhari no. 1978)

Dalam lafal yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu:

” اقْرَأِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ “، قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُنِي أَقْوَى مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: ” فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشَرَةِ أَيَّامٍ “، قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُنِي أَقْوَى مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: ” فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ ثَلَاثٍ “

 ”Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap bulan!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih dari itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap sepuluh hari!” Abdullah bin Amru bin Ash berkata: “Saya mampu lebih dari itu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadanya: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an setiap tiga hari!” (HR. Ahmad no. 6477, Ibnu Khuzaimah no. 2105, Ibnu Hibban no.3640 dan Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil al-Atsar. Syaikh Syuaib al-Arnauth berkata: hadits shahih)

Membaca 10 juz Al-Qur’an setiap hari sehingga khatam Al-Qur’an dalam tiga hari inilah batas paling banyak membaca Al-Qur’an yang diperintahkan kepada kita. Lebih dari itu dikhawatirkan kita tidak akan mampu mentadabburi Al-Qur’an. Seperti dijelaskan dalam hadits shahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  «لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ»

Dari Abdullah bin Amru berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidak akan memahami Al-Qur’an orang yang mengkhatamkannya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud no. 1394 dan Ibnu Hibban no. 748. Syaikh Syu’aib al-Arnauth dan Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata: Hadits shahih)

Dengan demikian, tadabbur Al-Qur’an tidak menghalangi kita untuk membaca 1 sampai 10 juz Al-Qur’an dalam sehari-semalam, selama kita memiliki kemampuan. Maka hendaknya kita mengisi hari-hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini dengan memperbanyak khatam Al-Qur’an, tanpa melalaikan kita dari mentadabburi beberapa ayat setiap harinya. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Arrohmah.com

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Stasiun Televisi Prancis Siarkan Azan Saat Ramadhan

ramadanacommenceSatu lagi stasiun TV di negara belahan Eropa ikut serta syiar Islam di bulan Ramadhan ini. Sebelumnya stasiun televisi di London, Channel 4 beberapa waktu lalu, kini  salah satu stasiun televisi negara Perancis  mulai siar tayangan La Locale TV  berkumandang selama lima kali sehari, selama Ramadhan. Ini berarti lebih hebat dari Indonesia yang merupakan muslim terbesarpun belum pernah ada stasiun TV nasional menayangkan azan 5 kali sehari.

La Locale  banyak program menyemarakkan ramadhan 2013  
termasuk di antaranya program-program televisi hiburan selama berpuasa.

La Locale tentunya tidak meninggalkan nuansa keberagamaan yang kental selama bulan suci umat Islam itu. Saluran tersebut menyiapkan armada siarannya di masjid-masjid di Prancis untuk ditayangkan secara daring.

Sumber  : republika.co.id/

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ziarah Kubur Tidak Harus Menjelang Ramadhan

Ziarah kubur memang dianjurkan oleh Islam. Ziarah kubur bertujuan untuk mendoakan yang telah meninggal dunia serta mengingat akan kematian. Kullu nafsin dza iqatul maut. Kematian akan datang kepada makhluk yang bernyawa dengan waktu yang tidak ada yang tahu, kecuali Allah SWT.

Ziarah kubur sudah menjadi tradisi dilakukan sebagian umat muslim menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Diberbagai daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam kegiatan ziarah kubur saat aka datangnya bulan Ramadhan.

Di daerah Kwangen Jateng, sebuah spanduk di depan pintu masuk makam  terpampang tulisan dengan berbagai macam program kegiatan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Di spanduk tercantum kegiatan gotong royong bersih-bersih makam bagi semua warga kampung, do’a bersama  warga kampung dengan Yassinan dan tahlilan, kenduri/selamatan ( 30/6)

Seperti yang terlihat pada beberapa areal perkuburan umum di berbagai desa sepanjang jalan yang letak makamnya tampak dari jalan raya. Pinggir jalan dipenuhi kendaraan parkir , sepeda ontel, sepeda motor, bahkan satu dua  ada yang datang dengan menggunakan mobil,  hingga berjalan kaki dari yang tua, muda sampai anak-anak.

Ziarah kubur dianjurkan Rasulullah SAW untuk mengambil pelajaran sekaligus untuk mengingat akan kematian dan kehidupan akhirat serta bersifat zuhud di dunia dengan syarat tidak membuat Allah SWT murka. Ziarah kubur disunnahkan, terutama bagi laki-laki dan dimakruhkan bagi perempuan. Bisa dilakukan kapan saja.

Tradisi ziarah kubur tersebut yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah sekali dua kali menjelang datangnya Ramadhan dan akhir Ramadan saat menjelang Idul Fitri. Waktu tersebut adalah saat yang tepat karena saat itu sedang pulang kampung. Brangkali bisa jadi hanya setahun sekali itu saja ingat akan orang tua/saudara yang telah meninggal dunia dan mendoakannya.

Namun demikian sebagian besar umat Islam yang taat akan ibadah kepada Allah SWTtentu akan selallu berdoa seusai shalat lima waktu dan akan berdoa dan mendoakan untuk diri sendiri, anak istri, saudara, orang tua, kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat seantero jagat ini.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari perbuatan yang tidak sesuai dengan sunnah, kita mohon ampun atas segala dosa , khilaf, salah pada Allah SWT. Amin

Saudaraku …………….

yang paling dekat adalah kematian. .
yang paling jauh adalah masa lalu. .
yang paling besar adalah hawa nafsu. .
yang paling berat adalah amanah. .
yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. .
yang paling tajam adalah lidah. .
(Imam Ghozali)

 

  • Di: Amal | Kultum | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bersyukur Atas Datangnya Ramadhan

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang kita terima sampai detik ini dan Insya Allah selalu bersyukur  sampai jasad dan ruh kita berpisah.

Alhamdulillah kita bertemu lagi dengan bulan yang amat mulia yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana berbagai ampunan serta keberkahan diberikan oleh Allah SWT  kepada hambaNya yang bertaqwa.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

 “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Alloh) maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Di bulan yang penuh berkah ini baiknya kita isi dengan berbagai ibadah serta ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantaranya bisa seperti berikut :

1. Puasa Ramadhan 1 bulan penuh

2. Shalat Tarawih secara berjamaah

3. Memperbanyak membaca Al Qur’an

4. Memperbanyak sedekah

5. Menggapai Lailatul Qadr

6. Memperbanyak Istighfar

7. Memperbanyak do’a kepada Allah

8. Memperbanyak amalan-amalan sunnah

9.  Iktikaf di Masjid

10. Selalu berdakwah di jalan Allah menurut kemampuannya.

 

Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian” (QS. Al Hujurat: 13)

Semoga puasa kita dapat menjadi saksi dihadapan Allah tentang keimanan kita kepada-Nya. Dan semoga puasa kita mengantarkan kita menuju derajat taqwa, menjadi hamba yang mulia di sisi Allah Ta’ala.

  • Di: Berita | Ramadhan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Kapan Awal Ramadhan 1434 H ?

Ketetapan jatuhnya awal puasa 2013 wilayah Indonesia, sejumlah peneliti astronomi melontarkan pernyataan awal puasa akan jatuh pada 10 Juli 2013.  Meski demikian, pihak Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa yaitu pada 9 Juli 2013.

Baik Muhammadiyah maupun yang memulai puasa pada 10 Juli nantinya akan merayakan Hari Lebaran serentak pada 8 Agustus.

Apa pun yang terjadi dengan perbedaan itu, masyarakat yang awam akan tata cara, syarat, hukum mengenai rukyat/hisab  ikuti saja penetapan awal puasa dari pemerintah.

Berbagai tulisan yang bisa digunakan sebagai penambah wawasan terkait rukyat/hisab penentuan awal ramadhan 1434 H silahkan baca  Muhamadiyah dengan Nahdlatul Ulama berbeda awal puasa. Prediksi awal Ramadhan menurut RHI.

Prediksi Awal Bulan Ramadhan 1434 Hijriyah Oleh : Mutoha Arkanuddin (4 Juli 2013)

Senin sore tanggal 8 Juli 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yakni bulan Sya’ban yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB pada azimuth 292°32′ atau 22,5° di Utara titik Barat. Ketinggian  Hilal 0°42′ atau 0,7° dihitung dari piringan atas Bulan sampai ufuk mar’i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam dan 4,5 °di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:37 WIB pada azimuth 287°57′. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Senin, 8 Juli 2013 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Pada hari berikutnya Selasa, 9 Juli 2013 kembali di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 20 lebih lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha. Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2013 ini dapat dilihat di website berikut :  

.:  http://hilal.kominfo.go.id .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

Lokasi Rukyat :  http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en

 


Ijtimak / Konjungsi / New Moon

Senin, 8 Juli 2013 @ 14:16 WIB – 15:16 WITA – 16:16 WIT atau 07:16 UT

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas Matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat sudut elongasi Hilal terhadap Matahari agar dapat terlihat. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

KETERANGAN :

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan Hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah Matahari terbenam.
  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal sekalipun menggunakan alat bantu optik (binokuler/teropong), sebab kedudukan Hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram Bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya Hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan alat bantu optik pada area di bawah arsiranBIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.
  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan alat bantu optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.
  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata telanjang apalagi menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.
  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

Diagram ketinggian di atas hanya berlaku untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.


Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Teori Visibilitas Hilal )

Teori Visibilitas Hilal terbaru telah dibangun oleh para astronom dalam proyek pengamatan hilal global yang dikenal sebagai Islamic Crescent Observation Project (ICOP) berpusat di Yordania berdasar pada sekitar 700 lebih data observasi hilal yang dianggap valid. Teori ini menyatakan bahwa hilal hanya mungkin bisa dirukyat jika jarak sudut Bulan dan Matahari minimal 6,4° (sebelumnya 7°) yang dikenal sebagai “Limit Danjon”. Kurva Visibilitas Hilal sebagai hasil perhitungan teori tersebut mengindikasikan bahwa untuk wilayah sekitar Katulistiwa (Indonesia) hilal baru mungkin dapat dirukyat menggunakan mata telanjang minimal pada ketinggian di atas 6°. Di bawah itu hingga ketinggian di atas 4° diperlukan alat bantu penglihatan seperti teleskop dan sejenisnya.

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas sesuai dengan teori visibilitas hilal maka seluruh wilayah  Indonesia mustahil hilal dapat dirukyat pada hari rukyat atau hari pertama ijtimak sore setelah Matahari terbenam. Hilal baru mungkin bisa dirukyat pada H+1 saat ketinggiannya mencapai 11°.  Sehinggamenurut kriteria ini awal bulan akan jatuh pada:

 Rabu, 10 Juli 2013

 Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan rukyat sebagai dasar penentuan awal bulan masih mengakui  kesaksian rukyat asalkan ketinggiannya di atas batas imkanurrukyat 2° bahkan hanya dengan mata telanjang. Sementara dalam penyusunan kalendernya NU menggunakan kriteria imkanurrukyat 2° tanpa syarat elongasi dan umur Hilal.

 2. Menurut Kriteria Hisab Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanurrukyat yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. 

Kriteria inilah yang menjadi pedoman Pemerintah RI untuk menyusun kalender Taqwim Standard Indonesia yang digunakan dalam penentuan hari libur nasional secara resmi. Dengan kriteria ini pula keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah “bisa ditebak hasilnya”.  Ormas Persatuan Islam (Persis) mulai tahun 2012 telah mengadopsi kriteria ini sebagai dasar penetapan awal bulannya walaupun dengan angka sudut yang berbeda yaitu 4° ketinggian dan 6,4° elongasi. Belakangan kriteria ini hanya dipakai oleh Indonesia dan Malaysia sementara Singapura menggunakan Hisab Wujudul Hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas.

Menurut Peta Ketinggian Hilal tersebut, pada hari pertama ijtimak syarat Imkanurrukyat MABIMS belumterpenuhi sehingga awal bulan jatuh pada :

 Rabu, 10 Juli 2013

 3. Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal

Muhammadiyah dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan “Hisab Hakiki Wujudul Hilal”. Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:

Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam”.

Berdasarkan posisi hilal saat Matahari terbenam di wilayah Yogyakarta dan beberapa bagian wilayah Indonesiamaka baru pada syarat wujudul hilal sudah terpenuhi walaupun sebagian wilayah Timur syarat wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Berdasarkan prinsip transfer wujudul hilal, maka seluruh kawasan Indonesia dinyatakan ‘hilal telah wujud’ sehingga awal bulan ditetapkanjatuh pada :

Selasa, 9 Juli 2013

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

Pada hari pertama ijtimak zone Barat maupun zone Timur walaupun cuma bagian selatan Afrika yang sudahmasuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

Zona Timur :  Rabu, 10 Juli 2013

Zona Barat :  Selasa, 9 Juli 2013

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Arab Saudi

Kurangnya pengetahuan tentang astronomi yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut “Hilal”. Klaim terhadap kenampakan hilal perukyat pada saat hilal masih berada di bawah “limit visibilitas” atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang “mustahil”.

Saudi memiliki kalender resmi yang dinamakan kalender Ummul Qura. Kalender ini telah berkali-kali mengganti kriterianya dan diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk keperluan ibadah khususnya penetapan awal dan akhir Ramadhan serta awal Zulhijjah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi khususnya Teori Visibilitas Hilal. Dan sudah bisa ditebak jika laporan rukyat masih sesuai Kalender Ummul Qura maka dianggap sah.

Diagram ketinggian Hilal di Mekkah pada hari pertama ijtimak.

Menurut Kalender Ummul Qura Saudi :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non-ibadah. Kriteria yang digunakan adalah “Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah” maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan  jatuh pada :  Selasa, 9 Juli 2013

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana “Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut”.

Berdasarkan kalender Ummul Qura, rukyat di Saudi dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2012. Namun melihat posisi dan kedudukan hilal saat itu secara sains mustahil hilal dapat dirukyat di Saudi pada hari pelaksanaan rukyat tersebut.  Namun demikian bisa dipastikan akan ada yang mengaku berhasil rukyatsehingga diperkirakan awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 9 Juli 2013

Namun jika ternyata tidak ada laporan rukyat berhasil seperti seharusnya, maka awal bulan tentunya akan jatuh pada: Rabu, 10 Juli 2013.

6. Kriteria Awal Bulan Negara-negara Lain

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan “Kriteria Imkanurrukyat MABIMS” yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Belakangan ternyata kriteria ini hanya digunakan oleh Indonesia dan Malaysia saja. Sementara Singapura menggunakan Wujudul hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas. Namun berdasarakan pertemuan Penyelelarasan Rukyat dan Taqwim MABIMS di Bali pada 27-29 Juni 2012 lalu Indonesia, Malaysia, Singapuran dan Brunei diperkirakan akan mengawali Ramadhan secara serentak pada Rabu, 10 Juli 2013.

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyatul hilal bil fi’li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

  1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat  (Qadi) serta dilakukan pengkajian ulang terhadap hasil rukyat secara ilmiah antara lain dilakukan oleh negara-negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko, Trinidad dan Brunei Darussalam.

  2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset). Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

  3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

  4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh negara Mesir.

  5. Menunggu berita dari negeri tetangga –> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

  6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  –> Kepulauan Karibia

  7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari –>diadopsi oleh Algeria, Turki, Tunisia dan Malaysia.

  8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

  9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam diMakkah –> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa (ISNA)

  10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

  11. Menggunakan Rukyat Mata Telanjang : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

  12. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah,  serta beberapa jamaah (tarekat) lainnya masih menggunakan hisab urfi yang sangat sederhana. 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Tanggal Rukyatul Hilal :

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 Sumber : RHI

 


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.795.341 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan