Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Lingkungan Hidup’ Category

Air adalah sumber kehidupan dan komoditas yang paling berharga  , namun hampir setengah dari umat manusia menderita kekurangan air minum bersih atau sanitasi . Menurut PBB , sekitar 1,2 miliar orang – hampir seperlima dari penduduk dunia – tinggal di daerah dimana air langka dan angka itu akan meningkat sebesar 500 juta lagi selama dekade berikutnya . Ini juga memperkirakan bahwa lebih dari 2,6 miliar orang akan kekurangan sanitasi dasar .

Banyak kasus di berbagai daerah di tanah air yang masyarakatnya kesulitan dalam mendapatkan air, apalagi yang namanya air bersih. Daerah yang paling terkenal daerah yang langka akan air apalagi di musim kemarau, seperti  Kab.Gunung Kidul, dan deretan pegunungan di selatan pulau jawa bagian timur. Ada juga di NTT yang berbatasan dengan Timor Leste, masyarakatnya harus mencari air di negara tetangga.

Di belahan bumi lainnya juga banyak terjadi daerah yang kesulitan mendapatkan akses air, apalagi air bersih. Seperti di Pakistan , Bangladesh , Sudan dan Tanzania .

Cara yang paling sederhana untu mendapatkan air adalah membangun sebuah sumur gali. Tentunya dengan melihat kondisi geografis wilayah tersebut, apakah sumber air yang aka digali kemungkinan ada airnya? Apakah daerahnya merupakan deretan tanah pegunungan berbatu atau tidak, atau daerahnya datar ?

Banyak kasus daerah yang kesulitan mendapatkan akses air adalah daerah miskin, masyarakat berpendidikan rendah, kesulitan dalam masalah pangan, akses ke kota sulit. Inilah yang menyulitkan masyarakat bisa berpikir bagaimana cara agar daerahnya bisa memperoleh air dengan mudah.

Hal yang bisa dilakukan adalah adanya bantuan dari masyarakat luar. Bantuan yang bisa diberikan seperti memberi pengetahuan bagaimana cara mendapatkan air, pentingnya adanya air bersih bagi kesehatan, mengelola air, atau memberi bantuan sumur jadi yang airnya siap digunakan oleh masyarakat. Bantuan bisa diberikan oleh perorangan , organisasi kemasyarakatan, LSM, lembaga non departemen, Pemerintah.  Selama ini pemerintah masih kurang peduli dengan rakyatnya yang mengalami kesulitan air bersih dengan alasan tidak ada dana. Yang ada adalah dana selalu dikorupsi.

Bisakah pemerintah pusat /daerah bersungguh-sungguh dalam menyejahterakan rakyatnya, dengan memberikan proyek pembangunan pengadaan air bersih?

Untuk itu kepada masyarakat perlu diberikan pemahaman, pengetahuan politik sehingga tidak salah pilih dalam memilih calon pemimpin di daerahnya. Jangan pilih calon yang suka janji-janji !

Iklan
  • Di: Berita | Lingkungan Hidup
  • Komentar Dinonaktifkan pada Atasi Banjir : Warga Jakarta Mesti Dipaksa Buat Sumur Resapan

Banjir di Jakarta sudah biasa dari dahulu sebelum Jokowi jadi Gubernur. Penanganan banjir selama ini memang tidak tuntas, dan asal-asalan. Salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengantisipasi datangnya banjir di Ibu Kota adalah dengan membuat dan memasang sumur resapan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, perbaikan drainase, pembuatan kanal, pengerukan saluran air, kali, dsb.

Langkah yang diambil Jokowi memang tepat, semua elemen masyarakat dilibatkan, peraturan dibuat dan diterapkan, dengan dukungan DPRD. Semua ini perlu ketegasan dan keberanian seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas kepeimpinannya.

Kalau hanya ingin mengurangi air luapan yang menyebabkan banjir di Jakarta 10.000 sumur resapan barangkali kurang begitu berpengaruh. Tinggal seberapa volume yang bisa ditampung dari 10.000 sumur resapan.

Air banjir di Jakarta berasal dari Jakarta sendiri dan daerah sekitar Jakarta yang mengisi wilayah Jakarta. Artinya perlu dukungan dari Pemda di sekitar Jakarta untuk membuat sumur resapan. Buatlah aturan dengSelain itu, Jokowi juga akan memaksa gedung-gedung yang beran mewajibkan setiap rumah warga untuk menampung air hujan yang jatuh di rumahnya dengan membuat sumur resapan. Volume air hujan yang ditampung tergantung dari luas tanah rumahnya. Misalkan luas pekarangan rumahnya per 100 m2 wajib membuat tamungan air hujan 1 m3, maka jutaan air hujan bisa ditampung di dalam tanah. Air tampungan dalam sumur resapan tersebut bisa menambah air tanah dan memperbaiki kualitas air tanah di Jakarta dan sekitarnya.

Luas Jakarta 660 km2, maka jika masing-masing rumah membuat satu sumur resapan per 100 m2 , paling tidak bisa dibuat 2,5 juta . Selebihnya ruang-ruang terbuka, pasar, hotel, kantor, lapangan, gedung-gedung bertingkat menyesuaikan.

Yang mesti dipaksakan adalah lokasi gedung-gedung  bertingkat(hotel, perkantoran), harus membuat kolam-kolam penampungan air yang cukup besar.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus konsisten dalam menerapkan peraturan pembangunan rumah yang wajib menyediakan sumur resapan. Dengan sumur resapan masyarakat bisa terhindar dari bencana banjir dan kekeringan.

“Setiap orang yang membangun rumah, di dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah tertuang kewajiban untuk membangun sumur resapan. Itu sudah diatur dalam Perda Pemprov DKI Jakarta”

Mudah-mudahan langkah-langkah ini bisa mengurangi banjir yang luar biasa di Jakarta.

Tag:

Kemarau di awal juli sudah mulai terasa. Siang hari tadi udara panas menyengat, sinar matahari tanpa terhalang mendung sedikitpun. Melihat kanan kiri jalan hanya berjajar pohon-pohon beton, hamparan tanah pekarangan berupa pavingblock. Ranting-ranting pohon digelantungi dedaunan yang mulai mengering. Daun-daun kusam kotor Nampak kecoklatan terlapisi dengan debu-debu yang menempel di daun.

Begitulah suasan yang dapat digambarkan perjalanan menyusuri jalan tengah kota yang terasa panas, apalagi saat menunggu lampu hijau akan menyala diperempatan jalan berlampu merah. Padahal hanya menunggu sekitar 1 menit rasanya seperti terpanggang karena panasnya siang tadi.

Pohon-pohon besar digantikan dengan pohon beton, tanaman tampak ada daunya yang tidak begitu rimbun di pot-pot median jalan, atau tanaman di median jalan. Wlaupun tiap sore disiram air menggunakan mobil tanki, tetapi tanaman tersebut tidak subur juga. Ibaratnya orang disuruh minum terus, tanpa diberi makanan pokok, apalagi diberi vitamin tambahan, mana bisa gemuk subur dan sehat. Tanaman penghojauandi median jalan tiap hari hanya disiram air tanpa dipupuk, lama-lama yang akan mati juga, sehingga nantinya tinggal median jalan dari semen yang tersisa.

Jika berandai-andai dikanan-kiri jalan banyak pohon besar dan rindang, alangkah adem rasanya disiang hari walaupun kondisi musim kemarau. Kota terasa sejuk, hijau, asri. Pertanyaannya : bisakah diwujudkan ?
Pemerintah telah mencanangkan One Billion Indonesian Trees (OBIT) Penanaman Satu Milyar Pohon. Akankah bisa terwujud? Pememimpin dipusat telah senang mendapat laporan-laporan yang menyenangkan dari bawahan. Telah ditanam sekian juta di kota A, B, C, dst. Sehingga jumlahnya 1 milyar pohon.

Begitu besar dana yang dipersiapkan dan dikucurkan oleh program penghijauan tersbut. Berapa yang ditanam? Pohon apa yang ditanam?
Nampaknya program tersebut tidak akan dapat hasil maksimal. Kenapa?
Pengadaan bibit asal dibuat, sehingga bukan bibit yang bagus tetapi asal berujud bibit yang tertanam dipolybag. Itulah kondisi hasil proyek pemerintah yang melibatkan orang-orang berkeinginan cari keuntungan pribadi tanpa mementingkan kondisi yang akan terjadi sekian puluh tahun kedepan yang akan berakibat pada anak cucu mereka.

Kondisi cuaca, kondisi alam yang begitu drastic perubahannya seperti musim kemarau tahun ini, baru 1 bulan tidak hujan sama sekali, terasa benar panasnya, pohon-pohon mulai mati, sumber air susah didapat, kehidupan masyarakat bawah makin terasa parah, ditambah aparat pemerintah banyak yang berbuat tidak terpuji dengan dengan korupsinya.

Namun patut masyarakat berterima kasih jika pemerintah benar-benar ingin menyalurkan bantuan penanganan kekeringan baik untuk keperluan rumah tangga ataupun pertanian. Asalkanbantuan benar-benar sampai dan senilai dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Seperti diberitakan Tempo Interaktif, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 1,7 triliun untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau. Anggaran ini akan diambil dari anggaran kontijensi pangan dalam APBN 2011 yang totalnya Rp 3 triliun. “Pemerintah menyiapkan beberapa program, salah satunya yakni program pompanisasi,” kata Hatta di Istana Negara, Senin 12 September 2011.

Sebenarnya tidak cukup hanya diberikan dana sebesar itu, namun akan lebih berarti ditambah dengan pendidikan kesadaran masyarakat pentingnya akan Penghijauan , menjaga kelestarian hutan, pemahaman akan ke Keyakinan Beragama, Peningkatan kadar Iman, meningkatkan kesadaran tidak Korup, sehingga negara kita akan terhindar dari kekeringan, yaitu :

Kekeringan Air, kekeringan Iman, kekeringan Mental tidak akan melanda negeri kita.

Harga Gas LPG naik terus? Oh tidak masalah bagi yang mempunyai uang banyak. Tetapi akan bermasalah ketika terkendala keuangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Kebutuhan akan bahan bakar gas 3 kg untuk keluarga kecil per bulan rata-rata 3 -4 tabung atau sekitar 12 kg. Jika per tabung kemasan 3 kg dipasaran Rp 15.000/tabung maka dalam satu bulan memerlukan dana Rp. 60.000. Jika satu tahun akan dibutuhkan Rp. 720.000.

Berbeda halnya dengan Mahmudi warga Srandakan Bantul Yogyakarta ini, beliau tidak masalah dengan kebutuhan akan bahan bakar gas untuk kebutuhan rumah tangganya. Sudah 3 tahun ini Mahmudi hanya mengandalkan Bio Gas dari limbah tahu.

Tentunya dalam pembuatan pengolahan limbah tahu untuk bio gas ini membutuhkan biaya juga, namun demikian inilah yang diharapkan pemerintah masyarakat bisa memnafaatkan limbah untuk hemat energi.

Bila ada yang merasa penasaran bagaimana cara membuat pengolahan limbah tahu untuk bio gas bisa datang ke kelompok pengrajin tahu di Kampung Gunungsaren Kidul RT 71 Desa Trimurti Kecamatan Srandakan Bantul

Bisa juga baca : Teknologi Pengolahan Limbah TAHU TEMPE ……. di sini

Sumber : KR Yogya , http://www.kelair.bppt.go.id/

Tag:

Warga Bandar Lampung Protes ke Jakarta. Demo rame-rame. Berbagai media massa menyorot Kota Bandar Lampung yang memperoleh predikat urutan terbawah dari Kota Besar di seluruh Indonesia hasil penilaian Kementrian KLH 2012 . Hasil penilaian tentang air, udara, dan pengolahan sampah oleh tim penilai menjadikan warga Bandar Lampung berang. Marahnya warga karena Kota ini disorot kota “terjorok” di Indonesia.

Pihak KLH tidak menyebutkan kota “terjorok” melainkan kota besar yang memperoleh nilai kecil dari 13 kota besar se-Indonesia. Alasan KLH menetapkan Kota Bandarlampung terkotor, karena ada peraturan menteri (permen) yang mengatur tentang penilaian bagi suatu kota yang berhak menyandang piagam Adipura.

Tentu wajarlah warga Bandar Lampung “marah” atas predikat tersebut dan tidak terima dengan sebutan tersebut. Akhirnya warga menggeruduk ke Jakarta untuk demo agar Kementrian minta maaf dan mencabut sebutan Kota “terjorok”.

Walaupun pihak kementrian akan kembali ke Bandar Lampung untuk meninjau, namun tidak akan mengubah nilai yang sudah diberikan. Kepada warga Bandar Lampung untuk besikap tenang dan juga instrospeksi, untuk ke depan bisa lebih memperbaiki.

Yang sangat disayangkan adalah sikap emosi Wali Kota bandar Lampung menyikapi hasil penilaian KLH tersebut. Apapun alasannya tidaklah pantas diucapkan seorang Wali Kota, sebagai pimpinan, tokoh masyarakat. Ini bisa lebih memberi semangat kepada warganya untuk berbuat yang lebih buruk lagi.

http://www.vivanews.com/embed/video/19354/

Sumber : http://video.vivanews.com/

Tentunya dengan sikap arif mengajak masyarakat, para pegawainya untuk lebih mawasdiri dan berbenah diri agar kota Bandar Lampung di tahun depan lebih baik lagi. Sebagai bahan evaluasi dan motivator tahun depan berikut Daftar Hasil Penilaian se Indonesia tahun ini.

Hari ini, Hari Air Dunia digelar setiap tanggal 22 Maret, sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air bersih dan mengupayakan tata kelola sumber daya air segar yang berkelanjutan.

Hari Air Dunia (HAD) atau World Water Day22 Maret dipilih sebagai satu hari dari satu tahun untuk merayakan ketersediaan air segar, sebagaimana direkomendasikan oleh Konverensi PBB tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan (UNCED). Peringatan Hari Air Dunia pertama kali diselenggarakan pada 22 Maret 1993, ketika Sidang Umum PBB merestui program ini.

Mengapa harus diperingati  ? Air merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan  terutama manusia. Paling tidak masing-masing individu akan selalu ingat pentingnya menjaga lingkungan kita agar tetap sehat , sehingga sumber air yang kita selalu gunakan  tetap terjamin ketersediaan dalam kondisi air yang higienis. Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan di­sebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana.

Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata- rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat.

Bagaimana dengan kondisi ketersediaan air di Negara kita? Ya kondisi air cukup banyak dikala musim hujan bahkan melimpah ruah, sampai-sampai permukaan tanah tidak bisa menampung air. Bencana banjir selalu datang hingga menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit. Sumber air bersih diperkotaan sudah mulai susah dicari, sungai tercemar dengan berbagai limbah, sungai kotor keruh karena erosi, DAS penuh dengan gedung dan berlapiskan semen, aspal.

Dihari air sedunia hari ini,  mari segenap rakyat Indonesia khususnya untuk sadar akan pentingnya ketersedian air bersih. Kesadaran ini dapat diwujudkan dengan hanya membuat  LUBANG yang bisa menampung air hujan dari atap rumah, tidak usah lebar-lebar cukup dengan volume 1m3 di dalam pekarangan rumah anda.  Bagaimana dengan yang diperumahan dengan luasan 10 m x 10 m?  Jika anda punya niatan yang baik , semuanya bisa dibuat, dimanapun. Kita bisa berhitung berapa banyak air yang bisa ditampung di tanah se DKI Jakarta jika ada 500.000 rumah maka akan dikumpulkan dalam perut bumi 500.000 m3 air . Daripada air terbuang kemana-mana dan menimbulkan banjir, mulai sekarang dicoba dulu dan tunggu manfaatnya dikudian hari.

Sejak 1993, berbagai tema telah diangkat pada peringatan Hari Air Dunia:

1994 — Peduli sumber daya air adalah tanggungjawab kita semua
1995 — Air dan Perempuan
1996 — Air untuk kota-kota yang haus
1997 — Air dunia
1998 — Air tanah — sumber daya yang tak terlihat
1999 — Semua orang tinggal di hilir
2000 — Air untuk abad 21
2001 — Air untuk kesehatan
2002 — Air untuk pembangunan
2003 — Air untuk masa depan
2004 — Air dan bencana alam
2005 — Air untuk kehidupan 2005-2015
2006 — Air dan budaya
2007 — Kelangkaan air
2008 — Tahun internasional sanitasi
2009 — Perairan lintas batas
2010 — Kualitas air
2011 — Air untuk perkotaan
2012 — Air dan ketahanan pangan

 

Inilah hasil penelitian Prof Dr Purnomo  Dosen UNILA. Daun Gulma Siam yang ada di pohon-pohon kelapa, ternyata dapat diganakan sebagai  Racun. Racun pada daun gulma siam ini yang digunakan untuk menangkal perkembangan hama dan penyakit tanaman yang ada di pohon kakao.

Caranya :

Ambil beberapa daunnya,

Lalu cuci bersih dengan air mengalir.

Selanjutnya dihaluskan atau ditumbuk halus,

Kemudian disaring dan ditambahkan dengan air

Inilah ramuan yang digunakan untuk membasmi hama yang ada di pohon kakao. Dengan upaya ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia. Walaupun hasil tidak seperti bahan kimia yang dapat dilihat hasil secara langsung, jika dengan ramuan ini baru Nampak 3 – 7 hari.

Silahkan dicoba mudah-mudahan benmanfaat.

Disarikan dari Tribun Lampung

http://lampung.tribunnews.com/2011/08/12/daun-gulma-siam-tangkal-perkembangan-hama


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.793.112 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan