Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Idul Fitri’ Category

  • Di: Idul Fitri | kHUTBAH
  • Komentar Dinonaktifkan pada Khutbah Idul Fitri 1434 H: Fithrah Manusia Harmoni Penuh Cinta

Ramadhan 1434 H tinggal beberapa hari lagi mininggalkan kita semua untuk menjalani perputaran waktu untuk kembali lagi menjumpai orang-orang yang dikehendaki Allah SWT dapat jumpa lagi Ramadhan1435 Hmendatang.  Selamat jalan Ramadhan, dengan perasaan sedih ditinggalkan bulan suci yang penuh keberkahan. Aku bermohon kepada-Mu Ya Allah perjumpakannlah dengan Ramadhan 1435 H mendatang agar dapat menuai keberkahan yang lebih banyak lagi. Di bulan Ramadhan tahun ini serasa belum maksimal untuk menggapai pundi-pundi amal sebagai bekal untuk kehidupan kelak di akherat.

Ramadhan akan pergi, Hari Raya kemenangan, Hari Raya Idul Fitri segera datang menyapa kita. Hari yang penuh kegembiraan, hari yang penuh kesucian, tentunya bagi kita yang telah menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan. Suci jiwa, suci hati tak terkotori oleh dosa karena telah diampuni oleh Allh SWT.

Bagi saudara-saudaraku kaum muslimin yangmendapat tugas menjadi Khotib di HariRaya Idul Fitri 1434 H kali ini barangkali sedang mengumpulkan bahan-bahan untuk kutbah, berikut salah satu contoh yang bisa digunakan diambil bahan untuk kutbah. Bisa diambil materi yang sesuai kemudan digabungkan dengan materi yang telah dimilikiagar sesuaidenga tema yang diambil dan disesuaikan dengan kondisi suasana, waktu, kondisi jamaah. Berikut link dari Dakwatuna.com  Hizbut Tahrir Indonesia  Kemenag Gorontalo (download pdfnya di sini)  mudah-mudahan bermanfaat.

 

Zakat yang diwajibkan atas setiap muslim seiring dengan datangnya waktu fitr (berbuka) di akhir bulan Ramadhan, karena itulah zakat ini disebut dengan zakat fithri.

Ibnu Umar berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alai mewajibkan zakat fithri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa dari kalangan kaum muslimin, beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang berangkat ke (tempat) shalat.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Hadits ini menjelaskan:

  1. Hukum zakat fithri, bahwa ia wajib.
  2. Kadar yang diwajibkan, yaitu satu sha’.
  3. Dengan apa ia ditunaikan, yaitu dengan makanan pokok suatu negeri.
  4. Kepada siapa ia diwajibkan, kaum muslimin tanpa kecuali.
  5. Waktu pembayaran, yaitu sebelum berangkat shalat Idul Fitri.

Hikmah

Abdullah bin Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fithri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari laghwu dan rafats dan sebagai pemberi makan bagi orang-orang miskin.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Zakat untuk Orang yang Wajib Dinafkahi

Pada dasarnya zakat fitrah diwajibkan atas setiap pribadi kaum muslimin, yakni setiap muslim harus membayar zakatnya sendiri, sekalipun dia masih anak-anak berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas, namun karena keterbatasan anak-anak, wanita dan hamba sahaya, maka zakat mereka ditanggung oleh pihak yang wajib menafkahi mereka.

Waktu Pembayaran

Waktu wajib, yaitu waktu berbuka, saat matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan, maka siapa pun yang mendapatkan waktu ini, dia wajib membayar zakat fithri, seandainya janin lahir di waktu ini, maka orang tuanya menunaikan zakat untuknya, bila sesudahnya, maka zakatnya mustahab, dianjurkan.

Waktu utama, sebelum berangkat shalat, sebagai mana dalam hadits Ibnu Umar di atas.

Waktu jawaz (boleh), diperselisihkan.

Pendapat pertama: Satu atau dua hari sebelum Idul Fitri menurut Malikiyah dan Hanabilah.
Pendapat kedua: Di awal bulan menurut Syafi’iyah dan sebagian Hanabilah.
Pendapat ketiga: Mutlak, sekalipun sebelum Ramadhan, ini adalah madzhab Hanafiyah.

Dalil pendapat pertama: Ibnu Umar berkata, “Orang-orang membayar zakat fithri satu atau dua hari sebelum Idul Fitri.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Mendahulukan zakat satu atau dua hari tidak meniadakan hikmah disyariatkannya zakat fithri, yaitu membuat orang-orang fakir berkecukupan sehingga mereka tidak meminta-minta di hari Idul Fitri.

Dalil pendapat kedua: Sebab zakat fithri adalah puasa dan berbuka, bila salah satu dari keduanya sudah ada, maka boleh membayar zakat fithri, seperti zakat mal setelah memiliki nishab.

Dalil pendapat ketiga: Sebab diwajibkannya zakat ini telah terwujud, yaitu seseorang yang wajib mengeluarkannya, sehingga menyegerakan setelah terwujudnya sebab dibolehkan seperti menyegerakan zakat.

Pendapat pertama adalah pendapat yang rajih, yaitu tidak boleh mendahulukan zakat fithri sebelum Idul Fitri lebih dari dua hari, karena hal tersebut diriwayatkan dari para sahabat, di samping ia sejalan dengan hikmah disyariatkannya zakat ini.

Zakat Fithri dengan Uang

Pertama: Tidak boleh membayar zakat fithri dengan uang, tetapi dengan bahan makanan, ini adalah pendapat jumhur dari madzhab Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah.

Kedua: boleh membayar zakat fithri dengan uang secara mutlak, ini adalah pendapat Hanafiyah.

Pendapat pertama berdalil kepada hadits Ibnu Umar di atas yang menetapkan bahan makanan sebagai zakat, bukan uang, juga hadits Abu Said al-Khudri, “Kami mengeluarkan zakat fithri satu sha’ kurma atau sha’ gandum atau satu sha’ susu kering atau sha’ kismis.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Pendapat kedua beralasan, hikmah zakat fithri adalah mencukupi hajat orang fakir miskin, dan mencukupi tidak harus dengan bahan makanan, karena uang juga bisa mencukupi.

Pendapat pertama rajih, karena:

  1. Zakat fithri dengan makanan ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan diamalkan para sahabat, padahal saat itu uang sudah ada, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyinggungnya.
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa orang fakir tidak hanya butuh makan, dia juga butuh uang, namun beliau menunjuk bahan makanan.
  3. nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan beberapa jenis makanan yang harganya berbeda, hal ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin makanan itu sendiri, bukan uang. Wallahu a’lam.

http://www.alsofwah.or.id/cetakfiqih.php?id=246

  • Di: Berita | Idul Fitri
  • Komentar Dinonaktifkan pada NU – Muhammadiyah Sepakat Idul Fitri 19 Agustus 2012

Berita inilah yang ditunggu-tunggu umat Islam di Indonesia. Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah bisa sepakat soal  tanggal 1 syawal 1433 H atau bertepatan dengan Idul Fitri 1433 H. Setelah berbeda dalam penentuan awal puasa Ramadhan  tahun ini, Muhammadiyah berpuasa lebih awal sehari berdasarkan hasil Hisab. Sedangkan NU bersama ormas lain sepakat dengan pemerintah awal puasa sehari kemudian.

Antara Muhammadiyah dan NU bisa sepakat soal 1 syawal 1433 H karena didasarkan  posisi hilal masih di bawah ufuk. Maka bulan baru 1 Syawal 1433 H jatuh pada lusa harinya, yaitu 19 Agustus, demikian Salah satu pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Marifat Iman yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat ini.

Hal senada juga dikemukakan Rois Syuriah PBNU KH Masdar F Masudi. Menurut Masdar, kalender NU menetapkan 1 Syawal juga pada 19 Agustus 2012. “Sebenarnya NU juga mempunyai hitungan hisab yang diperkukuh dengan rukyat atau melihat hilal atau bulan itu,” kata Masdar.

Inilah sebuah kebersamaan yang ditunggu-tunggu umat Islam di Indonesia  1 Syawal 1433 bisa bersamaan.

Tentu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), pemerintah tetap akan memutuskan hal itu melalui sidang isbat setelah memperoleh konfirmasi rukyat Badan Hisab dan Rukyat (BHR) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Berikut Tempat Pengamatan Hilal kerjasama dengan PT. Telkom

Aceh Darussalam : Jln. B. Aceh-Meulaboh Km.14 Pantai Lhoknga Kab. Aceh Besar

Sumatera Utara :Kantor Gubernur Prov. Sumut Jalan Diponegoro No. 30 Medan

Riau:Grand Zuri Dumai Hotel, Lt 7 Jl Jend. Sudirman No.88 Dumai

Lampung :Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung

Jawa Barat:POB Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi

Jawa Barat:Menara Timur JICA FPMIPA UPI Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung

Jawa Barat:Jl Teropong Bintang Cikahuripan, Lembang, Bandung

Jawa Barat:Gedung Dirgantara, Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Pameungpeuk, Jl. Raya Cilauteureun-Pameungpeuk, Garut

DIY:Bukit Bela Belu Jl. Parangtritis KM.27, Mancingan XI, Parangtritis, Bantul

Jawa Tengah:PPMI Assalaam, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura , Kabupaten Sukoharjo

Jawa Tengah:Pantai Kartini Jepara Koordinat geografis 6º35’19.68”S 110º38’40.01”T

Jawa Timur:Pantai Gebang Desa Gebang, Kecamatan Bangkalan, Bangkalan

Bali:Gedung BMKG Bawil III Jalan Raya Tuban, Denpasar

NTB:Pantai Tanjung Karang, Sebelah Selatan PLTD Ampenan, Mataram

NTT:Depan Rumah Jabatan Bupati Kupang

Selawesi Selatan:Atap Mall GTC Jl. Metro Tanjung Bunga Kec. Tamalate, Makassar

Kalimantan Barat:Kanwil Kemenag Pontianak Jl. Raya Sungai Kakap, Kec. Sungai Kakap, Kubu Raya

Papua:Menara Radar TTC Lapan ISRO, SPD LAPAN Biak Jl. Angkasa Trikora – Biak

  • Di: Artikel | Idul Fitri
  • Komentar Dinonaktifkan pada Beda Idul Fitri memunculkan “Agama Baru”

Sebelumnya mohon maaf lahir dan batin pada Idul Fitri tahun 1432 H ini. Kebingunan umat Islam di Indonesia dalam menghadapi keputusan tentang hari raya Idul fitri tahun iniyang terdapat perbedaan pelaksanaan 1 syawalnya, nampaknya menimbulkan berbagai persoalan di sebagian orang muslim Indonesia.

Dalam tulisan ini tidak membahas bagaimana hisab rukyat, tetapi hanya menyampaikan informasi kepada pembaca tentang pengalaman selama berlangsungnya Idul Fitri 1432 di lingkungan rumah, teman, diberbagai acara halal bi halal.

Sering terjadi obrolan tentang “Kapan lebarannya?, kapan shalat Iednya? dsb.Nah inilah membuat hati tergerak akibat bermacam-macam cara “orang2” ini melaksanakan lebaran 1432 H.

“Kapan lebarannya? saya hari selasa sudah tidak puasa, tetapi shalatnya hari rabu”
“Hari selasa sudah tidak puasa, tetapi tidak shalat ied, tetapi orang ini mau jadi khotib di hari rabu”

Itulah inti yang bisa disampaikan, yang namanya shalat Ied yaitu tanggal 1 syawal, bukannya tgl 2 syawal.
“Berpuasalah kamu ketika ” melihat” hilal dan beridulfitrilah ketika “melihat” hilal pula; jika terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban tigapuluh hari ( Hadist riwayat Al Bukhari dan juga di riwayatkan oleh Muslim )”

Setelah puasa ramadhan berakhir, esok hari 1 syawal, ya shalat sunnah Ied, bukan di hari kedua.
Nah inilah banyak terjadi dikalangan orang Islam, barangkali “tidak ada keyakinan” dalam dirinya, sehingga hanya ikut-ikutan.

Inilah yang disebutkan “AGAMA BARU” shalat Ied tanggal 2 syawal , Mudah-mudahan pembaca tidak termasuk dalam pemilik “AGAMA BARU” !!!!!!!!!!!!!

Adakah hikmah di balik hari raya Idul Fitri?
Berikut ada dua hikmah idul fitri , barangkali ada yang sama dengan hikmah yang diperoleh tiap hamba , karena tiap hamba akan berbeda dalam memperoleh hikmah idul fitri. Contonya adalah sebagai berikut :

1. Munculnya kesadaran diri akan hakikat hamba Allah SWT. karena hari raya idul fitri adalah sebagai titik awal seseorang dalam memulai kehidupan yang baru. Setelah beribadah di bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan, ketaatan, ketaqwaan , seseorang menjadi bersih tanpa dosa(Inya Allah), maka kebahagiaan idul fitri adalah kebahagiaan terhapusnya dosa-dosa.

2. Idul fitri sebagai sarana untuk mengeratkan hubungan dengan Allah SWT. dan hubungan dengan sesama manusia. Hubungan dengan Allah terwujud dalam bentuk amalan-amalan dalam hari raya idul fitri dan hubungan dengan manusia terwujud dengan saling memaafkan antar sesame.


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.831.897 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat