Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Haji’ Category

  • Di: Berita | Haji
  • Komentar Dinonaktifkan pada Yogya : Daftar Haji 2012 Berangkat 2025

Daftar tunggu calon jamaah haji di DIJ semakin panjang. Awal 2012 jumlah daftar tunggu tercatat sekitar 30.680 orang. Awal 2013 ini jumlahnya mencapai sekitar 39 ribu orang. ”Kalau daftar sekarang baru bisa berangkat 2025,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama DIJ Maskul Haji usai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kepatihan Pemprov DIJ kemarin (29/1). Kata dia, setiap tahun DIJ hanya mendapatkan kuota naik haji sebanyak 3.068 orang. Jatah itu dibagi ke dalam delapan kloter. Sedangkan secara nasional, kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi sebanyak 211 ribu orang. Untuk biaya naik haji tahun lalu adalah USD 3.058. Hingga kini, kata dia, belum ada rencana tambahan kuota untuk calhaj asal DIJ. “Tahun lalu juga tidak ada (tambahan kuota),” jelasnya.
Pada 2011 sempat ada tambahan kuota sebanyak 248 orang. Tambahan itu dialokasikan 50 persen untuk lansia dan 50 persen untuk nomor urut selanjutnya. ”Belum tahu tahun ini ada apa tidak. Nanti mungkin akan dibicarakan dengan DPR,” tandasnya.Politikus Partai Keadilan Sejahtera Arif Rahman Hakim melihat banyaknya daftar tunggu haji tersebut karena adanya program talangan dari perbankan. Dengan hanya menyetor Rp 5 juta ke bank, ujarnya, seseorang sudah bisa mendaftar sebagai calhaj. Kekurangan biaya dipinjami oleh bank.
Sebelum ada program dari perbankan itu, kata Arif, daftar tunggu paling hanya dua tahun. “Kalau sekarang bisa berkali-kali lipat panjang antreannya,” ujar anggota DPRD DIJ tersebut kemarin.Namun, kata dia, tidak ada yang bisa melarang masyarakat untuk beribadah. Ia menilai masyarakat cukup sekali berangkat haji dengan menggunakan kuota dari pemerintah dengan ongkos naik haji (ONH) biasa. Ini supaya memberikan kesempatan bagi muslim lain yang belum pernah naik haji (radar yogya)

Tag: ,
  • Di: Haji
  • Komentar Dinonaktifkan pada Haji Mandiri

Menunaikan Ibadah Haji ke Mekah adalah bagian dari rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi seorang muslim , bila telah mampu. Inilah sesuatu yang perlu diniatkan dengan tulus ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT. Niat dan mampu.

Muslim Indonesia yang merupakan terbesar di dunia membawa dampak yang luar biasa bagi muslim Indonesia yang berkeinginan berangkat menunaikan ibada haji. Keterbatasan kuota yang dimilki Indonesia untuk memberangkatkan  rakyatnya menunaikan haji, maka harus dengan kesabaran menunggu beberapa tahun untuk bisa berangkat. Kuota di tahun 2011 sejumlah 221.000 jamaah, dengan rincian, 194 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus.

Alhamdulillah calon jamaah haji Indonesia luar biasa besarnya, sekarang  makin dimudahkan dengan adanya  dana talangan yang diberikan  beberapa bank. Demikian juga banyak bapak ibu guru yang segera mendaftarkan diri naik haji, dikarenakan ada kepastian mendapatkan  dana sertifikasi. Calon jamaah yang hanya memiliki dana terbatas sudah  bisa mendapatkan porsi, misalnya mendaftar  di awal tahun 2012 dapat porsi 2018, jadi harus menunggu  6 tahun lagi untuk bisa diberangkatkan.

Dalam mempersiapkan diri berangkat menunaikan ibadah haji yang masih lama tidaklah salah jika kaum muslim calon jamaah haji membaca artikel di bawah ini. Ada yang menyarankan melakukan haji mandiri tentu dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Perlu mewujudkan jemaah haji mandiri agar mereka tidak selalu menggantungkan kepada pembimbingnya, baik sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air.

Hal ini mengingat dalam kondisi ramai, jemaah haji akan menemui kesulitan jika selalu menggantungkan kepada pembimbingnya. Oleh karena itu, selain pengetahuan yang sudah diberikan, sebaiknya jemaah haji juga mempelajari sendiri manasik haji sehingga saat di Tanah Suci semuanya bisa dilakukan tanpa keraguan.

Kriteria jemaah haji mandiri sebagai berikut:

1.    Mandiri dalam Perjalanan
Selama berada di Tanah Suci, jemaah akan melakukan berbagai macam perjalanan, mulai dari perjalanan dari pemondokan ke tempat ibadah hingga perjalanan antarkota dan antartempat ibadah. Mulai yang cukup dilakukan dengan berjalan kaki hingga yang membutuhkan sarana transportasi.
Dalam pelaksanaannya dibutuhkan pemahaman jemaah terhadap urutan dan ibadah yang dilakukan, pemahaman terhadap lokasi dan wilayah serta sarana transportasi yang digunakan juga sangat diperlukan. Hal ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu bertukar pendapat dengan keluarga atau kerabat yang sudah pernah beribadah haji.

2.    Mandiri dalam Manasik
Pemahaman terhadap tertib ibadah haji adalah kebutuhan yang sangat penting bagi jemaah. Hafalan terhadap doa-doa wajib juga sangat penting. Mempersiapkan diri semenjak dari Tanah Air dengan aktif mengikuti bimbingan manasik haji, membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang ibadah haji akan membantu mereka untuk bisa mandiri dalam beribadah haji.

3.    Mandiri dalam Kesehatan
Bagi jemaah yang memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan obat-obatan khusus atau penanganan tertentu, hendaknya mempersiapkan sejak dari Tanah Air. Menjaga kondisi kesehatan juga menjadi hal yang penting agar selama beribadah di Tanah Suci yang bersangkutan tidak mudah terserang penyakit. Memahami kondisi tubuh sehingga untuk keluhan-keluhan ringan jemaah dapat mengatasinya sendiri dengan obat-obatan ringan yang sudah dipersiapkan.

Kegiatan ibadah apa pun yang dilaksanakan di Tanah Suci terasa nikmat. Banyak jamaah haji yang mengalami pengalaman rohani yang mengesankan tiada tara selama di Tanah Suci. Itulah sebabnya, mengapa banyak orang yang sudah berhaji selalu rindu untuk kembali melihat Kakbah.

Untuk bisa menghayati ibadah haji, persiapan jemaah harus matang. Selain soal fisik, makan, pakaian, bekal, penginapan, dan lain-lain, persiapan ibadah juga harus mantap. Banyak pembimbing haji ketika di Tanah Air meninabobokkan jemaah dengan kata-kata: “Bapak Ibu, kalau tidak hafal doa-doa jangan khawatir. Nanti di sana dibimbing, tinggal mengikuti saja.” Pesan-pesan seperti ini sering membuai jemaah. Akibatnya, banyak yang berangkat hanya dengan bekal mengandalkan pembimbing.

Pada kenyataannya pembimbing haji tak selalu bisa jadi andalan di lapangan. Banyak kegiatan yang akhirnya dilakukan secara mandiri oleh jemaah haji. Saat tawaf, misalnya, sulit untuk tetap berjalan dengan rombongan besar.

Dengan kelompok kecil 10 orang saja, misalnya, sudah hampir pasti bercerai di tengah kerumunan ratusan ribu orang. Jika jamaah tak menyiapkan diri, akan kebingungan menyelesaikan ibadah.

Banyak terjadi jemaah yang terlepas dari rombongan saat tawaf, akhirnya pulang ke penginapan sebelum menyelesaikan sai. Ada juga yang selesai sai, sudah pulang sebelum tahalul. Kalaupun masih bisa tetap bersama pembimbing, biasanya hanya pada saat tawaf qudum atau tawaf ifadah saja.

Setelah itu, biasanya jemaah sudah harus berjalan sendiri-sendiri. Jemaah yang menyiapkan diri dengan pengetahuan ibadah akan lebih mungkin bisa menikmati berhaji.

Mandiri, tak tergantung pembimbing, tak tergantung rombongan. Jika saat tawaf terlepas dari rombongan, bisa tetap melanjutkan ibadah sendiri. Bahkan, dengan sendiri atau kelompok kecil, ibadah akan terasa lebih khusyuk.

Tawaf dengan rombongan besar akan cenderung mengganggu jemaah lainnya. Apalagi jemaah Indonesia akan bertemu dengan jemaah dari Turki, Afrika, atau Iran yang juga sering dalam rombongan besar. Jika rombongan ditabrak oleh jemaah Turki yang berbadan besar-besar sudah pasti kocar-kacir.

Oleh karena itu, sebaiknya sejak dari Tanah Air, jemaah sudah menyiapkan diri untuk bisa melaksanakan semua ritual haji sendiri. Paling tidak, tak terlalu menggantungkan diri pada pembimbing. Pelajari sampai paham benar tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Hafalkan doa-doa. Kalau tak bisa doa yang panjang-panjang, yang pendek-pendek juga boleh. Usahakan doa itu hafal di luar kepala sehingga saat tawaf atau sai tidak perlu membuka catatan.

Dalam kerumunan ratusan ribu orang, berdesak-desakan dan panas, membaca catatan sambil berjalan akan tidaklah nyaman. Kementerian Agama menyediakan buku doa kecil tebal dengan gantungan di leher. Di lapangan menggunakannya tak juga praktis. Sering kali tali itu tertarik atau menjerat jemaah lain sehingga mengganggu.

Setiap waktu luang bisa untuk memantapkan tata cara dan doa-doa haji. Di asrama, di atas pesawat, di bandara, di bus gunakan waktu untuk membuka buku-buku panduan haji. Bahkan, saat-saat menjengkelkan, misalnya, ketika pesawat terlambat, bus belum datang, menunggu pemeriksaan, lebih baik digunakan untuk menghafal doa daripada menggerutu dan menyesali keadaan.

Kementerian Agama menyediakan buku-buku panduan haji yang lengkap. Selain itu, jemaah bisa membeli buku-buku panduan haji yang banyak dijual di toko-toko haji. Selain panduan ibadah, berguna juga bila jemaah membaca-baca buku tentang Mekah, Madinah, dan tempat-tempat penting di Tanah Suci.

Selain tawaf dan sai, ziarah ke Maqam Rasul, ke Raudhah, dan melempar jumrah bisa dilakukan tanpa harus menunggu pembimbing. Kalaupun dilakukan berkelompok, buat kecil saja.

Kini, banyak orang yang berhaji yang berangkat dengan sebutan haji mandiri. Mereka ini berangkat ke Tanah Suci dengan tidak bergabung pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dari tahun ke tahun jumlah haji mandiri mengalami peningkatan.

Jemaah haji mandiri umumnya lebih percaya diri walaupun tanpa pembimbing khusus KBIH. Mereka mengurus sendiri urusannya, tidak tergantung pada orang lain. Selain lebih nyaman karena bisa menentukan sendiri apa yang dimaui, mereka juga tak dibebani pungutan macam-macam dari KBIH.

Hal ini hanya akan bisa diwujudkan dengan kemauan dan kesadaran yang tinggi dari mereka untuk memahami dan mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan ibadah haji. (*)

Sumber : Antara

  • Di: Amal | Haji | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada Idhul Adha Membangun Kesadaran Bertauhid, Berjuang, dan Sekaligus Berkorban

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama, dengan hati yang tulus ikhlas , bersih, memuji Allah, Dzat Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya ini. Marilah kita perkukuh kembali tauhid kita, bahwa tidak ada tuhan selain Allah, ia adalah maha besar dan segala puji-pujian hanyalah untuk-Nya. Allah adalah Dzat yang Maha Pencipta dan menguasai segala alam ini.

Selanjutnya, dengan sepenuh hati  marilah kita memohon dan berdoa, semoga shalawat dan salam tetap tercurah pada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw.,  keluarga dan shahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunah-sunah beliau  serta mencintainya.  Melalui utusannya, yaitu  Nabi besar Muhammad saw., kita mendapatkan tauladan, bimbingan dan petunjuk tentang hidup yang mulia, yaitu kehidupan yang diwarnai oleh keimanan, ketaqwaan, amal shaleh dan akhlakul karimah.

Alhamdulillah buka puasa disore tadi terasa nikmat sekali, setelah seharian puasa sunnah arofah. Mudah-mudahan amal ibdah puasa hari ini diterima Allah SWT dan semoga diridhoi dan mendapat ampunan segala dosa yang diperbuat setahun lalu dan setahun ke depan. Itulah hikmah puasa sunnah arofah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu, gema takbir mulai berkumandang. Inilah salah satu pengakuan kebesaran Allah, dengan  selalu bertakbir bertahmid bertahlil hingga 3 hari ke depan sampai habis hari tasriq 11,12 , 13 Dzul hijah.

Dalam Islam kita mengenal dua jenis hari raya, yaitu idhul fitri dan idhul adha. Idhul fritri diselenggarakan  setelah sebulan penuh kita semua menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Pada idul adha, disebut sebagai idhul qurban maka idhul adha sangat erat kaitannya dengan ibadah haji, yaitu  rukun Islam yang ke lima, serta berkurban.

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS.Ali-Imron: 97).

Ada tiga hal yang harus menjadi perhatian kita bersama,  yang semuanya itu sangat penting sebagai bekal dalam menjalani hidup ini. Ketiga hal itu adalah pertama,    memperkukuh ketahuhidan; kedua, membangun semangat berjuang,  dan ketiga adalah  kesediaan untuk berkorban.   Pertama,  yaitu tentang tauhid adalah persoalan yang sangat mendasar dalam kehidupan kita ini. Sebagai syarat pertama seseorang menjadi selamat, baik di dunia maupun di akherat,  adalah karena keimanannya. Keimanan itu harus kokoh dan tidak boleh bercampur dengan keraguan sedikitpun.

Untuk memperkokoh ketauhidan itu dalam pelaksanaan haji tampak sedemikian jelas dari beberapa jenis kegiatannya. Misalnya, ucapan-ucapan yang dikumandangkan adalah suara tauhid. Jama’ah haji selalu dianjurkan untuk menyuarakan talbiyah, yaitu labbaika Allahuma labaik, labaika la syarikalaka labbaika, innal hamda wanikmata laka wal mulk laa syarikalaka. Jelas sekali bahwa kalimat-kalimat talbiyah yang dikumandangkan berulang-ulang tanpa henti itu mengingatkan tentang tauhid itu.

Pelajaran kedua yang harus kita tangkap dari ibadah haji dan idul adha,  adalah tentang perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan ismail. Lewat sejarah perjuangan  hidup nabi Ibrahim kita ditunjukkan dengan sebuah perjuangan yang amat dahsyat. Lagi-lagi yang diperjuangkan oleh Nabi Ibrahim adalah tentang kesadaran eksistensi diri sebagai manusia hingga kemudian meningkat sampai meraih kesadaran bertauhid yang   kokoh.

Pelajaran penting dari riwayat Nabi Ibrahim, setidak-tidaknya  adalah tentang kesadaran kemanusiaan yang seharusnya dimiliki oleh siapapun. Bermodalkan dari kesadaran penciptaan kemanusiaan ini,  maka  lahir manusia unggul, yaitu manusia yang bertauhid. Manusia yang tahu  tentang  eksistensi dirinya.  Nabi Ibrahim yang gelisah untuk mengetahui siapa sebenarnya Tuhan-Nya,  ternyata kemudian menjadikannya sebagai kekasih Allah,  hingga ia disebut sebagai kholilullah.

Pelajaran ketiga yang seharusnya kita tangkap dari ibadah haji ( idul adha) adalah ajaran tentang keharusan berkorban. Berjuang agar berhasil, maka  harus diikuti oleh kesediaan untuk berkorban. Tidak akan pernah ada berjuang menjadi berhasil tanpa pengorbanan. Berjuang dan berkorban sama dengan dua mata uang yang harus menyatu. Nabi Ibrahin juga  telah memberikan tauladan tentang itu.

Maka tatkala anak itu mencapai umur dapat bekerja bersamanya , Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat di dalam mimpi bahwa Aku akan menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia berkata: “Wahai  bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada  engkau; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS As-Shaffat; ayat 102).

Pengorbanan nabi Ibrahim tidak tanggung-tanggung, yaitu  harus menyembelih anak satu-satunya yang  sangat  ia cintai, yaitu Ismail. Perintah menyembelih  Ismail itu,  ia dapatkan dari mimpi. Atas dasar jiwa  tauhid yang kokoh, maka perintah itu diterima dengan sabar dan ikhlas. Perintah itu dilaksanakan oleh keduanya, Ibrahim dan Ismail.

Semoga  Idul adha atau idul qurban kali ini berhasil memperkukuh jiwa tauhid, semangat berjuang,  dan berkurban hingga melahirkan kebersamaan, peduli yang lemah dan memiliki solidaritas kemanusiaan yang tinggi.


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1.831.897 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat