Marhenyantoz's Blog

Archive for the ‘Artikel’ Category

Kemarau di awal juli sudah mulai terasa. Siang hari tadi udara panas menyengat, sinar matahari tanpa terhalang mendung sedikitpun. Melihat kanan kiri jalan hanya berjajar pohon-pohon beton, hamparan tanah pekarangan berupa pavingblock. Ranting-ranting pohon digelantungi dedaunan yang mulai mengering. Daun-daun kusam kotor Nampak kecoklatan terlapisi dengan debu-debu yang menempel di daun.

Begitulah suasan yang dapat digambarkan perjalanan menyusuri jalan tengah kota yang terasa panas, apalagi saat menunggu lampu hijau akan menyala diperempatan jalan berlampu merah. Padahal hanya menunggu sekitar 1 menit rasanya seperti terpanggang karena panasnya siang tadi.

Pohon-pohon besar digantikan dengan pohon beton, tanaman tampak ada daunya yang tidak begitu rimbun di pot-pot median jalan, atau tanaman di median jalan. Wlaupun tiap sore disiram air menggunakan mobil tanki, tetapi tanaman tersebut tidak subur juga. Ibaratnya orang disuruh minum terus, tanpa diberi makanan pokok, apalagi diberi vitamin tambahan, mana bisa gemuk subur dan sehat. Tanaman penghojauandi median jalan tiap hari hanya disiram air tanpa dipupuk, lama-lama yang akan mati juga, sehingga nantinya tinggal median jalan dari semen yang tersisa.

Jika berandai-andai dikanan-kiri jalan banyak pohon besar dan rindang, alangkah adem rasanya disiang hari walaupun kondisi musim kemarau. Kota terasa sejuk, hijau, asri. Pertanyaannya : bisakah diwujudkan ?
Pemerintah telah mencanangkan One Billion Indonesian Trees (OBIT) Penanaman Satu Milyar Pohon. Akankah bisa terwujud? Pememimpin dipusat telah senang mendapat laporan-laporan yang menyenangkan dari bawahan. Telah ditanam sekian juta di kota A, B, C, dst. Sehingga jumlahnya 1 milyar pohon.

Begitu besar dana yang dipersiapkan dan dikucurkan oleh program penghijauan tersbut. Berapa yang ditanam? Pohon apa yang ditanam?
Nampaknya program tersebut tidak akan dapat hasil maksimal. Kenapa?
Pengadaan bibit asal dibuat, sehingga bukan bibit yang bagus tetapi asal berujud bibit yang tertanam dipolybag. Itulah kondisi hasil proyek pemerintah yang melibatkan orang-orang berkeinginan cari keuntungan pribadi tanpa mementingkan kondisi yang akan terjadi sekian puluh tahun kedepan yang akan berakibat pada anak cucu mereka.

Kondisi cuaca, kondisi alam yang begitu drastic perubahannya seperti musim kemarau tahun ini, baru 1 bulan tidak hujan sama sekali, terasa benar panasnya, pohon-pohon mulai mati, sumber air susah didapat, kehidupan masyarakat bawah makin terasa parah, ditambah aparat pemerintah banyak yang berbuat tidak terpuji dengan dengan korupsinya.

Namun patut masyarakat berterima kasih jika pemerintah benar-benar ingin menyalurkan bantuan penanganan kekeringan baik untuk keperluan rumah tangga ataupun pertanian. Asalkanbantuan benar-benar sampai dan senilai dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Seperti diberitakan Tempo Interaktif, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 1,7 triliun untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau. Anggaran ini akan diambil dari anggaran kontijensi pangan dalam APBN 2011 yang totalnya Rp 3 triliun. “Pemerintah menyiapkan beberapa program, salah satunya yakni program pompanisasi,” kata Hatta di Istana Negara, Senin 12 September 2011.

Sebenarnya tidak cukup hanya diberikan dana sebesar itu, namun akan lebih berarti ditambah dengan pendidikan kesadaran masyarakat pentingnya akan Penghijauan , menjaga kelestarian hutan, pemahaman akan ke Keyakinan Beragama, Peningkatan kadar Iman, meningkatkan kesadaran tidak Korup, sehingga negara kita akan terhindar dari kekeringan, yaitu :

Kekeringan Air, kekeringan Iman, kekeringan Mental tidak akan melanda negeri kita.

Iklan
  • Di: Artikel | Kultum
  • Komentar Dinonaktifkan pada Penyesalan bagi orang yang taklid buta

Belajar untuk menuntut ilmu kadang membuat sebagian orang terasa berat yang disebabkan banyak factor. Tidak peduli dengan umur, baik masih anak-anak sampai dengan orang yang sudah tua. Padahal dalam Islam menuntut ilmu adalah wajib dikala umur masih melekat padanya. Tentu kewajiban ini banyak dalil yang mengaturnya.

Imam Syafi’I berkata “ Barang siapa yang menghendaki dunia, maka hendaklah dia berilmu. Dan barang siapa yang menghendaki Akherat, maka hendaknya dia berilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki  dunia dan akherat, maka hendaknya dia berilmu (Al-Majmu Sarh al Muhadzdzab 1/30 oleh an-Nawawi, Majalah Al Furqon edisi 120 hal. 63)

Dengan keterbatasan ilmu seseorang menjadikan dirinya terkungkung dengan budaya-budaya di sekitar dirinya. Segala hal yang dilakukan hanya berdasarkan ikut-ikutan saja tanpa didasari dengan ilmu yang syar’i. Inilah tantangan berat yang mesti dilalui seorang hamba bagi kaum muslim yang menginginkan kehidupan bahagia dunia akherat.

Coba kita Tanya pada diri kita sendiri “dasar kita melakukan ibadah yang kita lakukan kita peroleh dari mana? Dari guru-guru ngaji kita, dari ajaran nenek kakek moyang kita? Atau hanya sekedar ikut-ikutan orang yang saban hari bergaul dengan kita?

Banyak orang yang sudah lanjut usia ketika diberi peringatan dan dibacakan  al-Qur’an beralasan : “Kami mengikuti bapak-bapak dan kyai kami”. Ini berbahaya, karena manusia meningal dunia dihisab (diperhitungkan amalnya) oleh Allah SWT., bukan kembali kepada bapak dan kyainya.”

Taklid adalah mengikuti pendapat orang tanpa mengetahui dalilna yang benar. Taklid hukumnya haram dan berbahaya di dunia dan akherat. Berbahaya di dunia karena dia bingung dengan hawa nafsu yang membodohi dirinya.  Berbahaya di akherat karena orang yang dijadikan pijakan hidupnya tidak bertanggung jawab dan tidak mampu menolak siksaan  Allah SWT. sedikitpun yang menimpa kepadanya.

Imam hmad bin Hambal  berkata , “kamu jangan taklid kepadaku, jangan taklid kepada Imam Malik, Imam Syafii, Imam Auza’I, Imam ats-Tsauri, tetapi ambilah dari (tempat) mana mereka mengambil.(Ibnul Qim dalam I’lamul Muwaqqi’in 2/302).

Imam Ahmad berkata, “Itiba’ aitu orang yang mengikuti apa ang didatangkan oleh Rasulullah saw dan sahabatnya, sedangkan orang sesudah mereka yaitu tabi’in, mereka boleh mengambilnya.”

Ya Allah,

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk berpegang kepada agama-Mu.

  • Di: Artikel
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bagaimana jika “BLOG GURU” diakui sebagai sebuah Karya Pengembangan Profesi Guru?

Pengembangan profesi seperti yang dimaksud dalam petunjuk teknis jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, “adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan” .

Unsur Pengembangan profesi sifatnya wajib bagi guru yang telah menduduki pangkat/jabatan guru dari IIIb ke atas mulai januari 2013, hal ini dikarenakan untuk meningkatkan profesionalisme guru serta kemajuan pendidikan di Indonesia dimassa mendatang.

Kegiatan guru yang termasuk pengembangan profesi

Beberapa kegiatan guru yang termasuk pengembangan profesi adalah sebagai berikut :

  1. melaksanakan kegiatan KTI di bidang pendidikan
  2. menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan
  3. membuat alat peraga atau alat bimbingan
  4. menciptakan karya seni seperti lagu, lukisan
  5. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum

Pada kesempatan ini saya hanya menyampaikan sebuah wacana tentang salah satu point bagian “pengembangan profesi” yang diwajibkan pada guru untuk naik pangkat ke tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu kegiatan yang dimaksud adalah membuat sebuah alat peraga atau alat bimbingan atau teknologi tepat guna , alat penunjang belajar bagi peserta didik yang ditujukan untuk  pengembangan pendidikan.

Sebuah pertanyaan coba-coba adalah , Bagaimana jika “BLOG GURU” diakui  sebagai sebuah Karya Pengembangan  Profesi Guru?

Pertanyaan ini muncul setelah terbitnya peraturan tentang syarat kenaikan jabatan guru. Para perancang peraturan memang pada saat itu belum berpikir ke arah sana, di Indonesia juga “blog” belum booming seperti sekarang ini.

Para blogger yang mempunyai profesi guru di Indonesia tentu ribuan jumlahnya. Kebetulan belum ada data pasti berapa jumlah guru yang aktif “ngeblog”. Barangkali seperti m-edukasi blog guru Indonesia punya datanya, sejuta blog guru Indonesia milik UNAIR juga belum ada data resminya yang aktif mengisi. Kebanyakan di guru-indonesia.net hanya sekedar mendaftar saja, sementara mengisinya belum pada sempat. Atau blog-blog yang bertebaran di internet baik yang gratisan atau berbayar belum terdeteksi jumlahnya.

Jika suatu saat “blog guru” , karya seorang guru diakui sebagai suatu pengembangan profesi, barangkali akan banyak guru ramai-ramai membuat blog. Tentu pihak terkait akan membuat aturan-aturan tentang blog yang memenuhi syarat diakui sebagai sebuah pengembangan profesi.

Kemampuan Pengembangan profesi bagi seorang guru memang menuntut suatu kemauan dan kemampuan dalam bidang IT. Jika seorang guru belum mengenal dan menguasai IT minimal, tentu tidak akan bisa “ngeblog”. Maksudnya adalah belum semua guru trampil menggunakan komputer, masih banyak yang belum begitu mengenal internet, belum tahu persis sofwere-sofwere yang diperlukan untuk membuat sebuah blog.

Terkadang masih ada saja guru saat berinternet, menemukan sebuah artikel, atau media pembelajaran dan ingin mendownload, bingung…. Bagaimana ini caranya?

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa belum semua sekolah di wilayah republik ini sudah tersedia layanan internet. Bisa jadi wilayahnya masuk “blank spot”, tidak ada jaringan telepon,  sehingga kesulitan akan mengakses internet. Bisa jadi ada kepala sekolahnya tidak/belum  memikirkan pengembangan IT untuk siswa,guru-guru, dan sekolahnya. Namun demikian hampir seluruh wilayah republik ini bisa dilayani dengan jaringan telpon GSM, CDMA, sehingga semua guru bisa terlayani internet jika memiliki modem.

Mudah-mudahan dimassa mendatang hal semacam ini ada tindak lanjutnya, sehingga guru-guru bisa lebih mudah menambah pengetahuan , menambah ketrampilan, guru lebih tertantang untuk lebih profesional.

  • Di: Artikel | Islam
  • Komentar Dinonaktifkan pada (Ketika) Sulit Mencari Orang Miskin

Adalah suatu dambaan ketika amil zakat dibikin pusing untuk mencari fakir dan miskin karena tak ada lagi fakir dan miskin di negeri ini. Mendambakan ketika zakat yang sudah banyak terkumpul menumpuk di badan amil zakat. Sebuah khayalan? Tidak! Ini bukan sebuah khayalan. Hal ini sudah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah menggantikan Khalifah Sulaiman yang wafat pada tahun 716 M. Ia diangkat sebagai khalifah pada hari Jumat setelah salat Jumat. Hari itu juga setelah ashar, rakyat dapat langsung merasakan perubahan kebijakan khalifah baru ini. Kecerdasannya dalam mengelola perekonomian kekhalifahan (negara) membuat rakyatnya makmur dan merasa tidak perlu menerima pembagian zakat dan sedekah. Hal ini membuat Khalifah Umar dan jajarannya harus keluar dari Madinah untuk mencari orang yang pantas untuk menerima zakat. Khalifah Umar mengutus jajarannya ke Afrika untuk mencari orang fakir dan miskin. Hasil tetap nihil.

Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkata, “Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikan-nya kepada orang-orang miskin. Namun, saya tidak menjumpai seorang pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli budak lalu memerdekakannya.” (Al-Qaradhawi, 1995).

Begitu juga di daerah lain, seperti di Irak, Iran, dan daerah kekuasaan kekhalifahan lainnya tidak ditemukan lagi orang-orang fakir miskin. Tidak hanya orang miskin, tapi asnaf yang lain juga merasa tidak berhak untuk menerima zakat, karena kehidupan mereka memang sudah sejahtera. Apa yang telah dilakukan oleh Umar? Umar melakukan reformasi di segala bidang, yaitu keagamaan, politik sosial, ekonomi, dan budaya. Umar mengelola zakat dengan professional, yaitu menyalurkan zakat dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan kajian-kajian ilmiah, serta melakukan pemberdayaan ekonomi.

Pendidikan yang diadakan oleh Umar adalah pendidikan yang berkarakter, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga tentang pendidikan moral budaya. Hasilnya adalah, masyarakat saat itu menjadi masyarakat yang mandiri lagi cerdas. Kemudian, zakat yang telah terkumpul disalurkan dengan pemberdayaan ekonomi. Seperti memberikan modal berdagang sekaligus memberikan pendampingan. Setelah mereka jaya dalam perniagaan mereka, mereka merasa malu untuk turut serta dalam memanfaatkan zakat. Untuk selanjutnya, mereka menjadi muzakki. 

Akankah terwujud di Indonesia, umat muslimnya  terbesar di dunia, INDONESIA? Insya Allah

Sumber :Rahmat

  • Di: Artikel | Pendidikan
  • Komentar Dinonaktifkan pada Hari Lahirnya Pancasila : Ingat Pancasila… Ingat Bung Karno

Hari ini pas lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2012.  Kita mengingat semangatnya.  Tidak membahas sejarah lahirnya Pancasila.  Ingat Pancasila… Ingat Bung Karno. Semangat yang dimiliki Bung Karno sebagai pahlawan proklamator RI patut diteladani, jasa – jasanya begitu banyak mewujudkan Indonesia merdeka. Salah satu hal yang hingga kini yang masih eksis adalah memperjuangkan rakyat miskin.  Adakah tokoh-tokoh di jaman sekarang ini  segigih Sukarno yang mantan Presiden pertama  itu memperjuangkan, membangkitkan dari lembah kemiskinan?

Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno pada prinsipnya mengajak seluruh bangsa untuk terus – menerus menggerakkan dan mengkobarkan revolusi, dan melawan segala macam pemerasan dan penindasan terhadap rakyat.

Satu ajaran yang tidak bisa lepas dari sejarah Bung Karno adalah marhaenisme, yaitu ideologi ajaran Bung Karno secara keseluruhan yang didalamnya terkandung alur pemikiran yang konsisten. Suatu ideologi yang membela rakyat dari penindasan dan pemerasan kapitalisme, kolonialisme/ imperialisme serta feodalisme, dalam rangka membangun masyarakat adil-makmur dan beradab, bebas dari segala penindasan dan pemerasan, baik oleh bangsa atas bangsa maupun manusia

  • Di: Artikel | Bencana
  • Komentar Dinonaktifkan pada HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA : Tanpa Peduli

Hari ini tanggal 31 Mei sebagai HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA. Hari Tanpa Tembakau Sedunia ditetapkan sejak tahun 1987 oleh negara-negara anggota WHO melalui sidang umum kesehatan dunia tanggal 7 april 1987. Hari Tanpa Tembakau Sedunia bertujuan untuk mengingatkan dunia akan bahaya tembakau bagi kesehatan, dengan demikian diharapkan perokok pemula dan kematian akibat rokok dapat ditekan.

Mungkin sebagian besar orang Indonesia belum mengetahui perihal Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Karena orang mengenal peringatan ini bagi yang suka baca di internet, baca koran, atau lihat TV. Itupun kadang tidak konsen terhadap hal-hal yang tidak ada dalam keinginannya. Kalau orang ditanya tentang  HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA  itu kapan ? Jawabnya  pasti “TIDAK TAHU”

Urusan rokok ini memang pelik sekali karena melibatkan berbagai persoalan yang berhubungan dengan pribadi, kesehatan, ekonomi, pemerintah.

Secara pribadi, itu merupakan hak mereka, mau merokok atau tidak itu urusan masing-masing. Segala sesuatunya akan tertanggung oleh pribadi masing-masing. Kedua, tentang kesehatan terkait dengan tembakau atau rokok ini telah disampaikan di berbagai media massa.  Dari tingkat desa sampai metropolitan sekalipun telah mengetahui akan resiko, bahaya akibat rokok. Ketiga, secara ekonomi akan memberikan dampak secara nasional. Petani tembakau diuntungkan dengan dibukanya lahan-lahan baru penanaman tembakau. Para pengusaha memberikan pinjaman kepada petani, bagi yang tidak menanam tetapi mempunyai lahan dapat disewa sawah-ladangnya.  Para pengusaha bidang rokok bertambah pundi-pundi  kekayaannya, walaupun korban akibat usahanya luar biasa besarnya. Keempat, pemerintah tentu mempunyai kepentingan dibidang pendapatan seperti cukai pita rokoknya yang mendatangkan pemasukan triliunan rupiah. Pajak perusahaan, pajak reklame, dsb.

Namun demikian pemerintah mencoba mengurangi dampak akibat rokok dengan membuat UU no 36 pasal 115 ayat 2 tahun 2009 tentang kesehatan mewajibkan Pemerintah daerah menetapkan kawasan bebas asap rokok. Kawasan tanpa rokok antara lain: fasilitas pelayanan kesehatan; tempat proses belajar mengajar; tempat anak bermain; tempat ibadah; angkutan umum; tempat kerja; dan tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan ole pemerintah. Efektifkah pelaksanaan di lapangan?

Iklan Rokok Jalanan

Tanpa Peduli

Dengan berbagai kepentingan oleh pemerintah daerah, maka bisa dilihat di berbagai kota, iklan, baliho, spanduk, umbul-umbul,  Iklan rokok di pagar, di rumah, di  tembok,di genteng, di tiang listrik, di tiang telepon , iklan rokok bertebaran sepanjang jalan-jalan utama, jalan protokol,komplek perkantoran, depan kantor walikota. Tak perduli terhadap kota yang mengikarkan diri sebagai kota pendidikan. Iklan rokok lebih banyak dari pada iklan ayo belajar, gemar membaca, jam belajar masyarakat, rambu-rambu lalu lintas, taat pajak,  dsb.

Sponsor diberbagai kegiatan yang diadakan di kampus-kampus, pentas musik, seminar, dll dipenuhi iklan ROKOK. Ya Hari Tanpa Tembakau Sedunia, yang belum mendunia.

Ilustrasi : Timbangan antara Pahala dan Dosa

Kelak di akherat, setelah menjalani hisab, kepada setiap orang akan diberikan kitab yang bertuliskan catatan amalnya sewaktu di dunia.

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang Telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangpun”. QS Al Kahfi : 49

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang Telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka Telah melupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu.  QS Al Mujadalah : 6

Pada saat catatan amal diperlihatkan, mulut manusia dikunci sehingga ia tidak dapat memungkirinya. Bahkan anggota  badanya menjadi saksi atas apa yang tercatat itu.  Tak hanya dihisab dan diberi catatan amal. Manusia dan amalnyapun akan ditimbang. Manakah yang lebih berat, amal kebaikanya ataukah amal buruk dan dosa-dosanya.

Kami akan memasang (Mizan) timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala) nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan. QS Al-Anbiya : 47


Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Doa Usai Shalat Fardhu (uji coba) file beda

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 1,558,021 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Iklan