Marhenyantoz's Blog

Arsip untuk kategori ‘Artikel

Indonesia bersama 12 negara anggota Komite Palestina Gerakan Non Blok (GNB) lainnya bersatu dalam mengutuk tindakan semena-mena Israel  yang telah menghalangi penyelenggaraan KTM khusus Komite Palestina GNB di Ramallah, Palestina.

“Komite mengutuk dengan keras tindakan semena-mena Israel ini yang merupakan pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional dan kewajibannya sebagai Occupying Power,” demikian salah satu bunyi pernyataan GNB yang disampaikan Menlu Mesir, Muhammad Kamil Amir, di Aman, Yordania, Ahad (5/8/2012) seperti dirilis situs Kementerian Luar Negeri RI.

Pertemuan tersebut sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus 2012 guna menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan bangsa Palestina sekaligus meninjau langsung situasi di lapangan sebagai akibat kebijakan Israel.

Namun pertemuan akhirnya tidak dapat diselenggarakan karena penolakan Israel memberikan akses masuk ke Ramallah yang merupakan wilayah Palestina, kepada para delegasi Komite Palestina GNB, termasuk Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak mengakui kedaulatan negara Zionis Israel, sedangkan Israel menetapkan jika ingin memasuki Tepi Barat harus ijin Israel.

Terhadap tindakan Israel tersebut, Komite Palestina GNB memilih untuk tidak tunduk pada tekanan Israel dan mengeluarkan posisi bersama yang dituangkan dalam Pernyataan Pers sebagaimana tertera dibawah.

(Terjemahan tidak resmi)

“Pada hari ini tanggal 5 Agustus 2012, Pertemuan tingkat Menteri Komite Palestina GNB telah dicegah untuk diselenggarakan di Ramallah, Palestina, sebagaimana telah diputuskan oleh KTM GNB di Sharm El Sheikh, bulan Mei 2012 lalu.  Israel, sebagai  Otoritas Pendudukan (Occupying Power) menggunakan alasan yang lemah, bahwa beberapa negara anggota Komite tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sekalipun kunjungan tersebut adalah ke wilayah Ramallah, di Palestina dan bukan ke Israel.

Komite mengutuk dengan keras tindakan semena-mena Israel ini yang merupakan pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional dan kewajibannya sebagai Occupying Power.  Tindakan Israel ini telah membuktikan sekali lagi kepada GNB dan masyarakat internasional akan nasib bangsa Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan di tanah mereka yang telah diduduki sejak Juni 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Komite menyesalkan dengan sangat mendalam (deeply abhors) kenyataan bahwa GNB tidak dapat menunjukkan solidaritas kepada bangsa Palestina melalui penyelenggaraan pertemuan GNB di Ramallah.  Tindakan Israel hanya akan memperkuat tekad GNB untuk membantu rakyat Palestina memperoleh harga dirinya dan hak mendirikan negara (statehood).

Komite meminta Biro Koordinasi GNB di New York untuk mempertimbangkan kejadian serius ini dan mengambil langkah yang tepat.”

Model number head

Sebagai bahan bacaan penunjang persiapan UKG 2012 , mungkin ada yang memerlukan tentang model-model pembelajaran. Berikut tulisannya :

Perubahan kurikulum 2006 atau KTSP membawa perubahan dalam pembelajaran di kelas. Dalam kurikulum 2006 proses pembelajaran lebih menekankan pada keaktifan siswa dibandingkan dengan peran guru. Guru lebih berperan sebagai fasiltator, motivator dan dinamisator sehingga dalam setiap proses pembelajaran guru mampu menyajikan proses pembelajaran yang diupayakan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar secara maksimal. Hal ini sesuai dengan sebuah pandangan bahwa siswa mempunyai kemampuan yang sama yang berbeda adalah kemampuan untuk mengeksplorasi potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu diperlukan berbagai model pembelajaran yang mampu untuk meningkatkan ketrampilan berpikir siswa. Di negara maju sudah banyak yang menerapkan upaya mengembangkan ketrampilan berpikir siswa yang dikenal dengan istilah HOTs ( High Order Thinking Skills ) yang dipakai untuk meningkatkan efektifitas taksonomi Bloom yang terdiri dari Affective, Behaviour, Cognitive atau ABC ( diambil dari TeacherBlogjob ).
Pendekatan yang dianggap sesuai untuk merangsang keaktifan siswa dengan menggunakan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL ) yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perananya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat ( M Nur Rokman, Pengembangan Model Pembelajaran Kreatif dan Inofatif, Depdiknas, Universitas Negeri Yogyakarta, 2008: 2 ). Pembelajaran dengan model ceramah yang konvensional dimana proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, tidak melibatkan keaktifan siswa sudah dianggap ketinggalan jaman. Diharapkan guru mulai beralih dengan menggunakan model-model pembelajaran yang lebih mendorong partisipasi belajar dan keaktifan siswa agar pencapaian hasil belajar lebih optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa.
Berikut adalah beberapa contoh model pembelajaran inovatif yang bernuansa CTL yang diambil dari bahan Diklat Profesi Guru rayon 11 DIY dan Jateng :

1. Reading Guide ( Penuntun Bacaan )
Model ini cocok untuk memahami isi bacaan dalam buku teks atau bacaan lain. Adapun lankah-langkah adalah sebagai berikut :
a. Menentukan bacaan yang akan dipelajari
b. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab atau kisi-kisi untuk megerjakan permasalahan berdasarkan bacaan yang dipilih.
c. Membagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang telah disiapkan kepada peserta didik.
d. Tugas peserta didik adalah, mempelajari bacaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Kegiatan menjawab pertanyaan atau kisi yang ada bisa secara individual atau kelompok. Batasi aktivitas peserta didik sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
e. Membahas bersama contoh jawaban atau pekerjaan peserta didik. Berikan ulasan atau kesimpulan.
Catatan :
Topik untuk satu pertemuan dapat dibagi menjadi beberapa bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi masing-masing.

2. Active Debate ( Debat aktif ).
Debat aktif sangat cocok untuk membahas topik-topik yang bersifat kontroversial atau adanya bermacam-macam teori terhadap suatu masalah.
a. Kembangkan sebuah pertanyaan yang terkait dengan persoalan kontroversial yang berhubungan dengan topik pembelajaran.
b. Bagi kelas menjadi kelompok. Kelompok yang kontra dan kelompok yang pro.
c. Masing-masing kelompok yang pro dan yang kontra membentuk sub kelompok dan mengembangkan dan merumuskan argumen-argumen untuk mendukung kelompoknya.
d. Setiap sub kelompok menunjuk seorang juru bicara.
e. Siapkan di depan kelas 2 – 4 kursi ( sesuai jumlah sub kelompok ). Masing-masing juru bicara bicara menempati kursi yang ada di depan kelas. Peserta didik yang lain duduk di belakang juru bicaranya masing-masing ( bisa dimodifikasi )
f. Mulailah sebat dengan menampilkan juru bicara masing-masing secara bergantian antara regu yang pro dan yang kontra dengan argumenya masing-masing.
g. Masing-masing kelompok /sub kelompok mempersiapkan dan menyampaikan bantahan atau argumenya demikian seterusnya dilakukan sampai waktunya dianggap cukup.
h. Setelah selesai para peserta didik kembali ke posisi semula.
i. Refleksi. Adakan refleksi dengan komentar-komentar dari peserta didik. Peserta didik mengidentifikasi argumen-argumen yang dianggap tepat/baik untuk masing-masing kelompok. Guru dapat memberikan respon atau tanggapan.
Catatan :
1. Dalam debat tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang/benar dan kelompok mana yang kalah/salah.
2. Sebagai variasi disamping 2 – 4 kursi untuk masing-masing kelompok tambhkan kursi satu kursi kosong untuk menyediakan siapa yang mau berbicara.
3. Usahakan setiap argumen selesai disampaikan diiringi dengan tepuk tangan.

3. Learning Start With A Question ( Belajar dengan diawali Pertanyaan ).
Sama dengan aktif debat model ini sangat cocok untuk memahami suatu bacaan dalam buku teks atau topik bacaan lain.
a. Pilih bahan bacaan atau teks yang sesuai dengan topik dan tagihan kepada peserta didik. Dalam hal ini bacaan yang dimaksud tidak harus dibuat atau di kopi kemudian di bagikan pada peserta didik, tetapi dilakukan dengan memilih bab atau buku pelajaran yang sudah ada.
b. Peserta didik diminta untuk mempelajari bacaan tadi secara sendirian atau berpasangan.
c. Peserta didik diminta untuk memberi tanda pada bagian bacaaan yang tidak dipahami atau ada hal-hal yang perlu dibahas. Jika waktu memungkinkan, beberapa peserta didik atau pasangan tadi digabungkan sehingga menjadi pasangan / kelompok baru. Kelompok baru diminta untuk membahas point-point yang tidak dipahami yang sudah diberi tanda dan kemudian merumuskan pertanyaan tentang materi telah mereka baca dan belum dipahami.
d. Kumpulkan pertanyaan dari masing-masing kelompok.
e. Langkah berikutnya, guru dapat membahas bersama-sma peserta didik dari pertanyaan-pertanyaan yang terkumpul. Atau kalau waktu memungkinkan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing kelompok tadi dikembalikan ke kelompok lain dengan cara silang, masing-masing kelompok memecahkan atau menjawab pertanyaan yang diterima, bisa doikerjakan di kelas, di perpustakaan dengan bahan bacaan yang tersedia.
f. Peserta didik kembali ke posisikeas semula, masing-masing kelompok untuk menyampaikan jawaban-jawabanya atas pertanyaan yang diterima. Kelompok lain bisa menambahkan dan guru memberikan komentar akhir.
Catatan :
Kalau pertanyaan-pertanyaan tadi dibahas bersama : guru dan peserta didik langkah kegiatan kelompok pada huruf e ditiadakan , dan guru cukup memberikan ulasan/kesimpulan.

4. Group resume
Model ini tepat untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, dan latihan mempresentasikan suatu masalah di depan kelas.
Langkah-langkah :
a. Bagilah peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil 3 – 5 anggota.
b. Berikan permasalahan atau bahan bacaan pada setiap kelompok. Bagikan pula kertas ( kalau bisa ukuran koran ), transparansi, dan alat tulisnya.
c. Setiap kelompok membahas dan memecahkan permaslahan yang diterima, kemudian membuat resume di atas kertas transparansi yang telah dibagikan.
d. Masing-masing kelompok diminta mempresentasikan, dan kelompok lain menanggapi.
e. Berikan respon dan kesimpulan dari materi yang dipelajari atau yang sedang dikaji.

5. Student Teams Achievement Division ( STAD )
Model ini tepat untuk mengembangkan pembelajaran mandiri.
Langkah-langkah yang ditempuh adaah :
a. Bagilah kelas dalam team atau kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 -5 anggota, tiap team /kelompok, diusahakan heterogen baik jenis kelamin maupun kemampuanya.
b. Team-team belajar menggunakan lembar kerja peserta didik ( LKS ) atau alat dan bahan ajar yang lain seperti buku peserta didik, potongan rekaman video, gambar-gambar, foto, atau media lain sesuai dengan topik yang dipelajari.
c. Untuk menguasai bahan ajar itu, masing-masing kelompok membahas, mendiskusikan atau saling bertanya jawab sebagai anggota team.
d. Secara individual atau team, tiap dua minggu sekali diadakan evaluasi terkait dengan penguasaan bahan ajar yang telah dikaji. Kepada peserta didik secara individual atau team yang meraih prestasi ( nilai ) tinggi atau memperoleh skor sempurna ( mencapai standar ) diberi penghargaan ( reward ).

6. Jigsaw
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri dan presentasi.
Langkah-langkah yang ditempuh :
a. Bagilah kelas dalam kelompok-kelompok yang bersifat heterogen, terutama dilihat dari kemampuanya. Kelompok ini disebut Home Team.
b. Siapkan bahan ajar dalam bentuk teks, gambar-gambar bebrapa set dengan jumlah kelompok dalam kelas ( satu kelas ada 5 kelompok berarti ada 5 set bahan ajar ).
c. Tiap peserta didik bertanggung jawab mempelajari suatu bagian dari bahan ajar.
d. Setiap peserta didik yang mendapat bagian yang sama dari masing-masing kelompok berbeda berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan yang menjadi tanggung jawabnya. Kumpulan peserta didik ini disebut dengan kelompok pakar ( expert group ).
e. Kelompok home team mendiskusikan hasil kajian yang diperoleh dari kelompok pakar. Untuk memperluas wawasan, kalau waktunya cukup beberpa kelompok bisa menyampaikan presentasi untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain.
f. Setelah itu guru melakukan evalusi mengenai bahan yang telah dipelajari.
g. Peserta didik yang berprestasi dan mencapai skor sepurna perlu diberi penghargaaan.

7. Group Investigation
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri dan presentasi di depan kelas.
Langkah-langkah yang ditempuh :
a. Guru menjelaskan secara garis besar berbagai permasalahan atau kasus.
b. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 – 6 kelompok.
c. Masing-masing kelompok merencanakan kegiatan belajar dalam kelompok untuk menyelelesaikan tugas atau memcahkan masalah yang dikaji sesuai dengan topik yang dipilih.
d. Kelompok melaksanakan rencana belajar yang disepakati dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan.
e. Peserta didik melakukan pembahasan, analisis, dan sintesis berbagai informasi dan fakta yang memuat sajian yang menarik dan komunikatif.
f. Kelompok menyajikan hasil kerjanya, agar semua peserta didik dalam kelas dapat memahami semua materi yang dikaji dan sekaligus menambah wawasan setiap peserta didik.
g. Guru melakukan evalusasi secara individual atau kelompok.

8. Numbered Heads Together
Model ini cocok untuk mengembangkan kerja sama, diskusi, belajar mandiri, tanggung jawab dan presentasi di depan kelas.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh :

a. Siswa dibagi dalam kelompo, masing-masing siswa dalam kelompok mendapat nomor.
b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan tugas tersebut.
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabanya.
d. Guru memanggil salah satu nomor siswa, untuk memlaporkan hasil kerjasama kelompok mereka.

9. Examples non Examples
Model ini cocok untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi siswa terhadap materi baru dalam pembelajaran.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh ;
a. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru menempelkan atau menayangkan gambar di kelas.
c. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan siswa untuk memperhatikan dan menganalisisa gambar.
d. Diskusi kelompok terdiri atas 3 – 5 anggota .
e. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
f. Melalui hasil komentar /diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
g. Guru memberikan kesimpulan.

10. Picture and Picture.
Model ini cocok untuk menanamkan konsep.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh ;
a. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai.
b. Guru menyampaikan materi sebagai pengantar.
c. Guru menunjukan gambar-gambar.
d. Guru menunjuk siswa secara bergantian untuk mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis.
e. Guru menanyakan alasan pengurutan gamabar.
f. Dari urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep.
g. Kesimpulan.

11. Cooreative script
Model ini cocok untuk mengembangkan pembelajaran berpasangan, rasa tanggung jawab dan memupuk kepercayaan diri.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh :
a. Guru membagi siswa berpasang-pasangan.
b. Guru membagi wacana untuk dibaca dan diringkas.
c. Guru/siswa menetapkan siapa yang pertama sebagai pembicara dan siapa sebagai pendengar.
d. Pembicara menyampaikan ringkasan dengan memasukan ide-ide pokok, sedangkan pendengar menyimak, mengoreksi, dan melengkapi.
e. Siswa bertukar peran antara pembicara dan pendengar.
f. Kesimpulan.

Beberapa contoh model pembelajaran kreatif dan inovatif ini diharapkan dapat membantu guru untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai tenaga pendidik yang profesional. Masing-masing model pembelajaran bisa diadaptasikan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat mengajar. Sekolah di daerah perkotaan tentu sangat berbeda dengan sekolah di pedesaan, didaerah terpencil dan terpencar. Untuk itu dibutuhkan kejelian dan kemampuan khusus guru agar bisa melaksanakan pembelajaran kontekstual dengan menerapkan model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai dengan kondisi yang ada.

Mudah-mudahan apa yang sudah dipaparkan ada manfaatnya. Sumber :hajati

 

Bila ada yang membutuhkan silahkan download saja.

Download STRATEGI PEMBELAJARAN inkuiri PADA MATA PELAJARAN IPA Oleh Elsy Zuriyani, S.Si,M.Pd

Download belajartuntas (MASTERY LEARNING) Oleh: Basuki,M.Pd

Soal UKG soal uji kompetensi kepribadian, soal uji kompetensi pedagogiksoal uji kompetensi sosial

Download Model Model Belajar (PPt)

Bagi siapa saja yang merasa dirinya Muslim akan merasa penasaran dan gemes membaca judul di atas. Judul yang membuat hati ini penasaran apa sebenarnya  isi tulisan yang terkait dengan judul di atas. Ini bukan membangkitkan ‘amarah” pembaca tetapi  sebuah pencerahan bagi kaum muslimin yang sedang berlomba berusaha khatamkan Al-qur’an lebih dari sekali dalam sebulan di bulan Ramadhan  tahun ini.

Ramadhan disebut juga bulan-nya Al-qur’an; karena memang pada bulan 
inilah Allah swt menurunkan ayat pertam a Al-qur’an kepada Nabi 
Muhammad saw yang juga sebagai tanda bahwa beliau telah dinagkat 
menjadi Rasul untuk semesta alam ini. 

Selain itu juga, karena memang pada bulan ini semua orang muslim 
menjadi sangat begitu dekat dengan al-qur’an. Sehingga kita tidak bisa 
mendapati seorang muslim dibulan ramadhan ini kecuali ia sedang 
menggenggam mushaf Al-qur’an, baik itu dikantongi ataupun 
di-’tengteng’. Itu saking giatnya mereka, sehingga mereka tidak ingin 
melewatkan kesempatan sedikitpun diwaktu-waktu bulan ramadhan ini 
kecuali ia manfaatkan dengan membaca mushaf Al-qur’an. 

Dan tidak jarang, bahkan hampir semua umat Islam mengusung target 
khatam qur’an pada bulan suci ini. Bukan hanya sekali, tapi 
berkali-kali. Bahkan ada sekolompok pemuda atau remaja yang mengadakan 
perlombaan siapa yang paling banyak khatam-nya, dan menjadi sebuah 
prestise tinggi jika bisa mengatakan “ALhamdullillah saya sudah khatam 
2 kali ramadhan ini”. Begitulah kira-kiranya. 

Tapi semangat ini, semngat mengkhatam-kan al-qur’an dibulan ramadhan 
hendaknya tidak digeneralisir untuk semua orang. Bagi mereka yang 
memang sudah mahir dan mengerti hokum-hukum Tajwid (kaidah membaca 
al-qur’an) dan bisa membacanya dengan benar, ya sah-sah saja buat 
mereka untuk mengkhatamkan al-qur’an. Karena tidak akan menjadi 
masalah. 

Tapi bagi mereka yang belum mahir membaca al-qur’an atau bahkan tidak 
mengerti hokum-hukum tajwid (sebenarnya membaca al-quran dengan tajwid 
itu –sesuai Ijma’ Ulama- hukumnya fardhu ‘Ain), maka program 
mengkhatamkan al-quran ini sungguh tidak layak dikerjakan oleh mereka. 

Alqur’an itu ada 30 Juz, berarti kalau kita ingin mengkhatamkan 
al-qur’an pada bulan ramadhan ini, kita diharuskan untuk menghabiskan 
satu hari ini dengan membaca 1 juz AL-qur’an (dengan asusmsi bahwa 1 
bulan ramadhan itu 30 hari). Dan satu juz Al-qur’an itu terdiri dari 
sepuluh lembar mushaf Madani (cetekan Arab Saudi) yang sama juga 20 
halaman Mushaf. Berarti mau tidak mau, kita harus membaca 20 halaman 
mushaf setiap harinya. 

Menurut pengalaman yang saya temui dari beberapa kawan yang memang 
sudah mahir membaca al-qur’an dan tentu saja mereka sangat mengerti 
hukum tajwid, membaca 1 juz atau 20 halaman mushaf al-qur’an itu 
membutuhkan waktu 60-90 menit (1 sampai 1,5 jam). Itu bagi mereka yang 
lancar membacanya. 

Tentu bagi kawan-kawan yang belum lancer dan mungkin tidak mengerti 
hokum-hukum tajwid, tentunya akan membutuhkan waktu lebih lama lagi. 
Tapi yang terjadi dilapangan, karena memang keinginan besarnya dan 
sudah menjadi target ramadhan dari jauh-jauh hari, ia paksakan untuk 
bisa mengkhatamkan Al-qur’an dibulan suci ini, akhirnya ia membaca 
sesukanya, tanpa peduli dengan kaidah-kaidah hokum tajwid. Ia 
tergesa-gesa dan terus membaca al-quran walaupun salah, yang penting 
bisa memenuhi target baca satu hari satu juz bahkan lebih. 

Padahal Allah telah memerintahkan dalam ayat-Nya: 
“dan Bacalah Al-qur’an dengan perlahan-lahan (tartil)” (Al-Muzzammil 4) 

Belum lagi mereka yang punya kesibukkan, pekerjaan yang memang memakan
waktu dan tenaga. Apa mungkin mereka kuat duduk 1 jam lebih dengan 
bacaan yang sudah tidak bisa dimengerti lagi? Yang terjadi akhirnya 
mereka bukan membaca qur’an, tapi justru malah menghinakan qur’an itu 
sendiri kerena telah dibaca seenaknya, sesukanya, padahal ada kaidah 
yang HARUS diikuti. Alih-alih ingin menghargai dan mengormati 
al-qur’an dengan mengkhatamkannya, tapi mereka malah menghinakannya. 

“loh bukankah baca qur’an itu tetap mendapat pahala walaupun tidak 
mengerti artinya?”. Ya benar sekali. Siapapun yang membaca al-qur’an 
pasti mendapat pahala walaupun ia tidak mengerti artinya atau tidak 
paham kaidahnya, malah mendapat 2 pahala, begitu hadits Nabi 
menjelaskan. 

Tapi itu bagi mereka yang ma uterus belajar mempelajari 
kaidah-kaidahnya, bukan untuk kejar target khatam qur’an tanpa mau 
belajar disebelum bulan atau sesudah bulan ramadhan seperti kebanyakan 
yang orang kerjakan belakangan ini. Mereka sepertinya menyepelekan 
al-qur’an dengan ke-ogah-an mereka untuk belajar. 

LALU BAGAIMANA? 

Semangat beribadah dibulan ramdhan ini harusnya juga di 
implementasikan dengan melakukan ibadah sesuai kaidah yang telah 
ditetapkan oleh syariah itu sendiri. Dan dibulan ramadhan ini, baiknya 
kita konverasi semangat mengakhatamkan qur’an itu manjadi semangat 
“BELAJAR TAJWID”. Jadi bulan Ramadhan ini sebutan barunya ialah “Bulan 
Tajwid”. 

Tidak ada lagi cara kita untuk bisa lancer membaca al-qur’an dan 
mengerti hokum serta kaidah-kaidahnya kecuali dengan kita mempelajari 
Tajwid itu sendiri. Karena ulama sejagad raya ini telah bersepakat 
bahwa mambaca AL-quran dengan tajwid itu hukumnya Fardhu ‘Ain. Artinya 
kewajiban itu sam seperti kewajiban sholat 5 waktu yang harus 
dikerjakan oleh personal masing-masing muslim. Tidak ada tawar-tawaran 
lagi. 

Waktu-waktu yang awalnya telah kita jadwalkan untuk berkhatam (tapi 
dengan bacaan salah), kita rubah dengan belajar tajwid, entah itu 
dengan mendatangi kawan yang mengerti guna meminta beliau mengajarkan 
kita tajwid. Atau mendatangi seorang ustadz/kiyai, atau juga kita 
mengikuti halaqoh-halaqoh tajwid yang biasa banyak digelar di 
masjid-masjid sekitar rumah kita masing-masing. 

Satu bulan ini kita “khatamkan” ilmu tajwid itu, sehingga nantinya 
ketika keluar bulan ramadhan ini kita sudah mampu membaca qur’an 
dengan benar tanpa salah InsyaAllah. Akhirnya bulan ramadhan yang akan 
dating kita sudah siap dengan segudang target, baik itu meng-khatamkan 
al-qur’an ataupun yang lainnya. 

Akhirnya juga kita bisa tinggalkan kebiasaan buruk kita yang telah 
lama kita kerjakan, yaitu “masuk ramadhan baca qur’an nya begitu, 
keluar ramadhan juga tetep ngga berubah, tetep salah. Tiap taon kaya 
begitu, trus buat apa ada kesempatan belajar di ramadhan ?” 

MENG-KHATAM-KAN QUR’AN ITU GAMPANG DAN TIDAK PERLU NUNGGU RAMADHAN 

Urusan mengkhatamkan qur’an itu buat saya urusan yang paling gampang 
diantara ibadah-ibadah yang lain. Jadi jangan takut ngga bisa 
mengkhatamkan qur’an, karena mengkhatamkan qur’an itu gampang, 
sebentar dan bisa kapan saja, ngga perlu nunggu ramadhan untuk bisa 
khatam. 

Percayakah anda bahwa dalam satu hari saja, saya atau kita semua itu 
bisa mengkhatamkan al-qur’an sebanyak 70 kali bahkan seratus kali. Lah 
wong ngga butuh waktu lama kok, Cuma sekitar 3 sampai 5 menit kita 
bisa mengkhatamkan al-qur’an. 

Nabi Muhammad saw bersabda: 
“Barang siapa yang membaca ‘qul huwallahu ahad’ (surat al-ikhlas) 
sekali berarti ia telah membaca sepertiga al-qur’an” (HR Tirmidzi) 

Dengan begitu, kalau kita membaca surat Al-Ikhlas itu sebanyak 3 kali 
berarti kita telah mengkhatamkan al-qur’an. Mudah bukan? Jadi tidak 
perlu nunggu-nunggu ramadhan untuk kita bisa khatam qur’an. 

Ramadhan itu kesempatan emas untuk kita menambah intensitas ibadah 
kita kepada Allah termasuk dengan membaca dan mempelajari Al-qur’an. 
Bukan kejar-kejaran target siapa yang paling banyak khatamnya. Buat 
apa khatam berkali-kali tapi tidak mau belajar dan tidak mau sadar 
kalau bacaan kita tidak benar? 

Jadi pertanyaan yang harus keluar dari mulut kita ketika bertemu 
saudara dan kawan ialah bukan “berapa kali sudah khatam?” tapi “sudah 
berapa hukum tajwid yang sudah dipelajari?”. 

Wallahu A’lam

Sumber : Muslim 

Kemarau di awal juli sudah mulai terasa. Siang hari tadi udara panas menyengat, sinar matahari tanpa terhalang mendung sedikitpun. Melihat kanan kiri jalan hanya berjajar pohon-pohon beton, hamparan tanah pekarangan berupa pavingblock. Ranting-ranting pohon digelantungi dedaunan yang mulai mengering. Daun-daun kusam kotor Nampak kecoklatan terlapisi dengan debu-debu yang menempel di daun.

Begitulah suasan yang dapat digambarkan perjalanan menyusuri jalan tengah kota yang terasa panas, apalagi saat menunggu lampu hijau akan menyala diperempatan jalan berlampu merah. Padahal hanya menunggu sekitar 1 menit rasanya seperti terpanggang karena panasnya siang tadi.

Pohon-pohon besar digantikan dengan pohon beton, tanaman tampak ada daunya yang tidak begitu rimbun di pot-pot median jalan, atau tanaman di median jalan. Wlaupun tiap sore disiram air menggunakan mobil tanki, tetapi tanaman tersebut tidak subur juga. Ibaratnya orang disuruh minum terus, tanpa diberi makanan pokok, apalagi diberi vitamin tambahan, mana bisa gemuk subur dan sehat. Tanaman penghojauandi median jalan tiap hari hanya disiram air tanpa dipupuk, lama-lama yang akan mati juga, sehingga nantinya tinggal median jalan dari semen yang tersisa.

Jika berandai-andai dikanan-kiri jalan banyak pohon besar dan rindang, alangkah adem rasanya disiang hari walaupun kondisi musim kemarau. Kota terasa sejuk, hijau, asri. Pertanyaannya : bisakah diwujudkan ?
Pemerintah telah mencanangkan One Billion Indonesian Trees (OBIT) Penanaman Satu Milyar Pohon. Akankah bisa terwujud? Pememimpin dipusat telah senang mendapat laporan-laporan yang menyenangkan dari bawahan. Telah ditanam sekian juta di kota A, B, C, dst. Sehingga jumlahnya 1 milyar pohon.

Begitu besar dana yang dipersiapkan dan dikucurkan oleh program penghijauan tersbut. Berapa yang ditanam? Pohon apa yang ditanam?
Nampaknya program tersebut tidak akan dapat hasil maksimal. Kenapa?
Pengadaan bibit asal dibuat, sehingga bukan bibit yang bagus tetapi asal berujud bibit yang tertanam dipolybag. Itulah kondisi hasil proyek pemerintah yang melibatkan orang-orang berkeinginan cari keuntungan pribadi tanpa mementingkan kondisi yang akan terjadi sekian puluh tahun kedepan yang akan berakibat pada anak cucu mereka.

Kondisi cuaca, kondisi alam yang begitu drastic perubahannya seperti musim kemarau tahun ini, baru 1 bulan tidak hujan sama sekali, terasa benar panasnya, pohon-pohon mulai mati, sumber air susah didapat, kehidupan masyarakat bawah makin terasa parah, ditambah aparat pemerintah banyak yang berbuat tidak terpuji dengan dengan korupsinya.

Namun patut masyarakat berterima kasih jika pemerintah benar-benar ingin menyalurkan bantuan penanganan kekeringan baik untuk keperluan rumah tangga ataupun pertanian. Asalkanbantuan benar-benar sampai dan senilai dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Seperti diberitakan Tempo Interaktif, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 1,7 triliun untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau. Anggaran ini akan diambil dari anggaran kontijensi pangan dalam APBN 2011 yang totalnya Rp 3 triliun. “Pemerintah menyiapkan beberapa program, salah satunya yakni program pompanisasi,” kata Hatta di Istana Negara, Senin 12 September 2011.

Sebenarnya tidak cukup hanya diberikan dana sebesar itu, namun akan lebih berarti ditambah dengan pendidikan kesadaran masyarakat pentingnya akan Penghijauan , menjaga kelestarian hutan, pemahaman akan ke Keyakinan Beragama, Peningkatan kadar Iman, meningkatkan kesadaran tidak Korup, sehingga negara kita akan terhindar dari kekeringan, yaitu :

Kekeringan Air, kekeringan Iman, kekeringan Mental tidak akan melanda negeri kita.

Belajar untuk menuntut ilmu kadang membuat sebagian orang terasa berat yang disebabkan banyak factor. Tidak peduli dengan umur, baik masih anak-anak sampai dengan orang yang sudah tua. Padahal dalam Islam menuntut ilmu adalah wajib dikala umur masih melekat padanya. Tentu kewajiban ini banyak dalil yang mengaturnya.

Imam Syafi’I berkata “ Barang siapa yang menghendaki dunia, maka hendaklah dia berilmu. Dan barang siapa yang menghendaki Akherat, maka hendaknya dia berilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki  dunia dan akherat, maka hendaknya dia berilmu (Al-Majmu Sarh al Muhadzdzab 1/30 oleh an-Nawawi, Majalah Al Furqon edisi 120 hal. 63)

Dengan keterbatasan ilmu seseorang menjadikan dirinya terkungkung dengan budaya-budaya di sekitar dirinya. Segala hal yang dilakukan hanya berdasarkan ikut-ikutan saja tanpa didasari dengan ilmu yang syar’i. Inilah tantangan berat yang mesti dilalui seorang hamba bagi kaum muslim yang menginginkan kehidupan bahagia dunia akherat.

Coba kita Tanya pada diri kita sendiri “dasar kita melakukan ibadah yang kita lakukan kita peroleh dari mana? Dari guru-guru ngaji kita, dari ajaran nenek kakek moyang kita? Atau hanya sekedar ikut-ikutan orang yang saban hari bergaul dengan kita?

Banyak orang yang sudah lanjut usia ketika diberi peringatan dan dibacakan  al-Qur’an beralasan : “Kami mengikuti bapak-bapak dan kyai kami”. Ini berbahaya, karena manusia meningal dunia dihisab (diperhitungkan amalnya) oleh Allah SWT., bukan kembali kepada bapak dan kyainya.”

Taklid adalah mengikuti pendapat orang tanpa mengetahui dalilna yang benar. Taklid hukumnya haram dan berbahaya di dunia dan akherat. Berbahaya di dunia karena dia bingung dengan hawa nafsu yang membodohi dirinya.  Berbahaya di akherat karena orang yang dijadikan pijakan hidupnya tidak bertanggung jawab dan tidak mampu menolak siksaan  Allah SWT. sedikitpun yang menimpa kepadanya.

Imam hmad bin Hambal  berkata , “kamu jangan taklid kepadaku, jangan taklid kepada Imam Malik, Imam Syafii, Imam Auza’I, Imam ats-Tsauri, tetapi ambilah dari (tempat) mana mereka mengambil.(Ibnul Qim dalam I’lamul Muwaqqi’in 2/302).

Imam Ahmad berkata, “Itiba’ aitu orang yang mengikuti apa ang didatangkan oleh Rasulullah saw dan sahabatnya, sedangkan orang sesudah mereka yaitu tabi’in, mereka boleh mengambilnya.”

Ya Allah,

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk berpegang kepada agama-Mu.



Uploaded with ImageShack.us

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 680,008 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Era Muslim

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Arrohmah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.