Marhenyantoz's Blog

Fungsi Telinga

Posted on: 19/11/2011

Segala puji bagi Allah , sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad saw., yaitu nabi terakhir, serta kepada keluarga, sahabatnya , dan umat yang mengikuti sunnahnya.

Syari’ah Islam adalah syari’ah yang sempurna yang menekankan pembinaann pribadi yang islami dari segaala aspeknya, antara lain dari segi sifatnya, akhlaq dan etika, sampai-sampai ia menjadikan aqidah dan akhlaqnya sebagai suatu ikatan yang kuat.

Sungguh Allah menciptakan manusia begitu sempurnanya, manusia adalah makhluk sangat sempurna dibandingkan makhluk ciptaan lainnya, manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk paling sempurna. Untuk apa Allah menciptakan manusia? Manusia diciptakan hanya untuk menyembah-Nya, beribadah kepada-Nya.

Manusia selayaknya introspeksi diri, bahwa siapa pencipta dirinya. Sungguh sempurna diriku, memiliki anggota tubuh yang lengkap tak kurang sesuatu apa. Lalu untuk apa Allah menciptakan anggota tubuh manusia begitu lengkap dan sempurna?

Mari kita renungi sejenak, Allah menciptakan telinga, patut kita bersyukur Allah menciptakan telinga dengan berfungsi secara sempurna. Dalam pelajaran biologi yang kita pelajari sewaktu kita sekolah, fungsi telinga adalah alat pendengaran. Alat pendengaran yang dapat menerima frekuensi getaran antara 20 s/d 20.000 Hz. Sehingga kita bisa mendengarkan berbagai suara, sungguh terasa nikmat karena telinga kita dapat berfungsi dengan baik.

Telinga dilindungi dengan suatu cairan yang pahit rasanya, pernah mencoba? Dengan cairan yang pahit tersebut ternyata merupakan suatu pelindung dari hal-hal yang dapat mengganggu telinga, seperti binatang. Coba saja jika cairan telinga terasa manis? Tentu akan merepotkan dan membahayakan bagi  telinga kita. Dipastikan akan banyak binatang masuk ke telinga kita. Pada saat kita bangun tidur pasti sudah banyak semut yang masuk ke telinga kita.

Disamping berfungsi sebagai alat pendengaran secara umum, mestinya telinga kita digunakan untuk mendengarkan segala sesuatu yang diperintahkan Allah SWT sebagai pencipta-Nya kepada kita. Sudahkah telingga kita difungsikan mendengarkan ayat-ayat Allah? Sudahkah telinga kita difungsikan mendengarkan perintah-perintah Allah? Sudahkah telinga kita difungsikan mendengarkan panggila-pangilan Allah?

Sebagai bahan pertimbangan kepada kita semua, kita tampilkan pembahsan tentang telinga jika ditinjau dari bidang kesehatan, tentang seluk beluk bagian-bagian telinga, fungsi dan akibat jika ada kelainan.

TELINGA

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga luar menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Telinga Luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus).
Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit, daun telinga kaku tetapi juga lentur.

Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga.
Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

Telinga Tengah

Teling tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam.
Ketiga tulang tersebut adalah:

  • Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga)
  • Inkus (menghugungkan maleus dan stapes)
  • Stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam).
    Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.

    Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:

  • Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel)
  • Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan jendela oval.

    Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan.
    Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara.

    Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah.
    Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

    Telinga Dalam

    Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terjdiri dari 2 bagian utama:

  • Koklea (organ pendengaran)

·  Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).

Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ Corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut.
Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf.
Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak.

Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut.
Jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali.
Jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran.

Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan.
Setiap gerakan kepala menyebabkan ciaran di dalam saluran bergerak.
Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala.

Saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan.
Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan.

Jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkuler, (seperti yang terjadi pada infeksi telinga tengah atau flu) maka bisa timbul vertigo (perasaan berputar).

Sumber : Telinga medicastore.com

About these ads


Uploaded with ImageShack.us

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 797,744 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Era Muslim

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Arrohmah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: