Marhenyantoz's Blog

Bagaimana Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Posted on: 09/07/2011

Segala puji bagi Allah yang menjadikan Ramadhan sebagai penghulu bulan-bulan dan melipatgandakan pahala kebaikan di

dalamnya. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai petunjuk, rahmat, nasehat, dan penyembuh bagi manusia.

Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum muslimin. Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah:

“Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya,

Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.”

 

Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari

kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberi kabar para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan: “Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada

satu pun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru: “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi).

Rasulullah Saw.

juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan

kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaiakan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki). Imam Ibnu Rajab al-Hanbali mengomentari hadits ini dengan perkataannya: “Hadits ini merupakan dasar dan dalil memberi ucapan selamat yang dilakukan kaum muslimin kepada muslimin lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan, bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu sorga? Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak bergembira dengan masa dimana setan-setan dibelenggu?” Hendaklah kita juga mencontoh para salaf dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan yang penuh dengan berbagai macam keberkahan dan keutamaan tersebut.

Ramadhan adalah tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Jika ada seorang presiden atau petinggi negara akan berkunjung ke rumah kita pasti kita akan direpotkan dengan berbagai persiapan untuk menyambutnya. Kita pasti akan menata dan memperindah rumah kita, menyiapkan makanan istimewa dan lain-lain. Ramadhan lebih dari sekedar presiden atau pejabat tinggi lain atau apa pun saja. Ramadhan adalah anugerah Allah yang luar biasa. Ramadhan adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan kita di dunia dan akhirat; oleh karenanya kita mesti mempersiapkan kehadirannya dengan persiapan yang paripurna agar kita bisa sukses meraih gelar takwa dan mendapat janji Allah yaitu ampunan dan bebas dari api neraka. Apa saja perkara yang harus dipersiapkan menjelang kedatangan tamu tersebut?

1) Niat yang sungguh-sungguh

Ketika Ramadhan menjelang banyak orang berbondong-bondong

pergi ke pasar dan supermarket untuk persiapan berpuasa.

Mereka juga mempersiapkan dan merencanakan anggaran

pengeluaran anggaran untuk bulan tersebut. Tetapi sedikit dari

mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan.

Puluhan kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa

meninggalkan pengaruh positif pada dirinya seakan-akan ibadah

Ramadhan hanya sekedar ritual belaka, ssekedar ajang untuk

menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi

esensi ibadah tersebut, jika Ramadhan berlalu ia kembali kepada

kondisinya semula.

Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan

selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai

macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya.

Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang

kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu

Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang

disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh

dan beribadah pada bulan Ramadhan ini. Ingat sabda Rasulullah

Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan

ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

 

2) Bertaubat dengan sungguh-sunguh.

Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah

yang bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang

diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah.

Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang

kehadiran momen-momen kebaikan. Ada momen yang diulang

setiap pekan, bulan, tahun dan lain-lain. Ramadhan adalah salah

satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap tahun.

Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian karena harta

benda, anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat dia

lupa kepada Rabbnya, terbius dengan godaan setan, dan

terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk maksiat datang bulan

Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya,

mengembalikannya kepada Rabbnya, dan mengajaknya kembali

memperbaharui taubatnya. Ramadhan adalah bulan yang sangat

layak untuk memperbarui taubat; karena di dalamnya

dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan

diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk

bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini

lebih dituntut lagi; karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu

dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi. Mana para

pendosa? Mana orang-orang yang melampaui batas? Mana

orang-orang yang selalu bermaksiat kepada Allah siang malam?

Mana orang-orang yang membalas nikmat Allah dengan maksiat,

memerangi Allah di bumi-Nya, dan menentangnya dalam

kekuasan-Nya? Segeralah bertaubat! Karena tak satu pun dari

kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat

selalu terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat

hambanya. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha

adalah dengan meninggalkan maksiat yang dilakukan, menyesali

apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak kembali

mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya

berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan

kerelaan dari orang tersebut.

3) Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan

ibadah Ramadhan lain.

Menuntut ilmu wajib setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ilmu

yang Rasulullah Saw. maksudkan dalam hadits ini adalah ilmu

yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang Allah wajibkan

kepada setiap hamba. Setiap muslim wajib mempelajari ilmu

tersebut; karena sah atau tidaknya ibadah yang dilakukannya

tergantung dengan pengetahuannya tersebut. Seorang yang

ingin melakukan shalat wajib mengetahui syarat-syarat atau

rukun-rukun atau hal-hal yang membatalkan shalat dan lainlainya,

agar shalatnya sesuai dengan tuntutan agama. Begitu

juga bulan Ramadhan di bulan ini Allah mewajibkan kepada

setiap muslim yang mampu untuk berpuasa. Maka sudah

menjadi kewajiban setiap muslim untuk membekali dirinya

dengan hal-hal yang berkaitan dengan syarat-syarat dan rukunrukun

puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hal-hal yang

dimakruhkan dan dibolehkan dalam puasa, hal-hal yang

membatalkan puasa dan lain-lain supaya puasa yang

dilakukannya sesuai dengan tuntunan syariah dan perbuatannya

tidak sia-sia. Di samping pengetahuan yang berkenaan dengan

puasa, pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan

Ramadhan juga perlu seperti anjuran-anjuran, prioritas-prioritas

amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan lain-lain agar

setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.

4) Persiapan fisik dan jasmani.

Menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian penuh

selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisik yang tidak

sedikit, belum lagi kekuatan yang dibutuhkan untuk

menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih

dan shalat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk

memperbanyak membaca Al-Qur’an dan beri’tikaf selama

sepuluh hari di akhir Ramadhan. Kesemua hal ini menuntut kita

selalu dalam kondisi prima sehingga dapat memanfaatkan

Ramadhan dengan optimal dan maksimal. Melakukan puasa

sunnah pada sebelum Ramadhan adalah salah satu cara melatih

diri untuk mempersiapkan dan membiasakan diri menghadapi

Ramadhan. Oleh karenanya Rasulullah Saw. mencontohkan

kepada umatnya bagaimana beliau memperbanyak puasa

sunnah pada bulan Sya’ban, sebagaimana yang diwartakan

Aisyah: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw. berpuasa

selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku

tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) lebih banyak dari

bulan Sya’ban.” (Muttafaq Alaih)

Inilah diantara hal-hal yang mesti dipersiapkan untuk menyambut

datangnya bulan kesabaran ini.

Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan:

Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai

amalan yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:

1. Mengkhatamkan Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-

Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia

sekaliagus. Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran

sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu

dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang

yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya

meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga

berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran

dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi

angin yang berhembus.”

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar

bertadarus al-Quran, dan berkumpul dalam majlis al-Quran

dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur’an bisa

dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau lebih

hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca

al-Quran di malam hari.

Dalam hadist di atas, mudarosah antara Nabi Muhammad saw

dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, karena malam tidak

terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari,

hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi

amalan dan ibadah yang dilakukannya.

2. Shalat tarawih

Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan

malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala

dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Shalat

tarawih atau qiyam Ramadhan tidak ada batasannya. Sebagian

orang mengira shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat,

sebagian lain mengira tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat.

Ini adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Hadits-hadits

menunjukkan bahwa shalat malam adalah perkara yang luas,

tidak ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Bahkan ada

riwayat yang jelas mengatakan bahwa nabi Saw. pernah shalat

11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika

ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua

rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu

subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.”

3. Memperbanyak doa

Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang

yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa

ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah

untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara

kita sesama muslim di belahan dunia.

4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)

Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka)

bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air

ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang

berbunyi:” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka)

orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang

yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)

5. Bersedekah

Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah

pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang

yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya

meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga

berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran

dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi

angin yang berhembus.

Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada

setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai

penyempurna puasa yang dilakukannya.

6. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada

Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena

Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam

terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan

hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak

zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan

lain-lain.

7. Umroh

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah,

karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti

pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau

bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji

bersamaku.

8. Memperbanyak berbuat kebaikan

Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk

menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang

diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa

amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan

wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar

Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan

sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan

orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat

kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.

dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan

momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan

bisa meraih predikat “bebas dari neraka.” Amin

Wakullu Am wa Antum bikhair

Sumber : http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_how_welcome_ramadan.pdf

About these ads


Uploaded with ImageShack.us

Tebar Dakwah ….Cukup Klik Gambar

Download Fatwa MUI


Download yg lainh di http://www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

Wakaf Al-Qur’an

Pengingat Hari ini

Marhaban Yaa Ramadan Mari kita isi bulan Ramadhan 1433 H dengan kegiatan yang penuh dengan amal ibadah untuk meraih insan yang fitri, serta mutaqin di akhir Ramadan

Translate to your language

Radio Online

Kajian.Net

Selamat

Daftar Isi

Slogan

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings" Jika kejujuran kita miliki ..Kebenaran pasti menang..Kebatilan pasti Tumbang"

IP

IP

Blog Stats

  • 826,617 hits

Pengunjung dari ……

free counters

Arsip Tulisan

Peta Visitor

Majalah berilmu sebelum beramal dan berdakwahatau versi cetak "Cukup Berlangganan"

Link Gambar

Admin

Image by FlamingText.com

Pingin klik sajaFlamingText.com

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Hidayatullah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Era Muslim

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Arrohmah.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Quick Counter

HTML hit counter - Quick-counter.net

Do’a Selepas Shalat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: